Banten

Kritik Serangan Membabi Buta Kenyataannya Amerika Dan Inggris Memberi Sanksi Hamas Pada Israel Tidak!

AA LaNyalla Mahmud Mattalitti | 15 Desember 2023, 07:49 WIB
Kritik Serangan Membabi Buta Kenyataannya Amerika Dan Inggris Memberi Sanksi Hamas Pada Israel Tidak!

AKURAT BANTEN - Reaksi Internasional terhadap serangan yang dilakukan tanpa pandang bulu oleh zionis Israel, Hingga mengakibatkan 18 ribu jiwa melayang sebagian besarnya adalah anak-anak dan perempuan.

Diketahui sebelumnya Amerika Serikat memberikan pernyataan bahwa serangan balas dendam yang dilakukan Israel atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Adalah "serangan yang membabi buta".

Namun yang terjadi dunia barat yang di wakili oleh Inggris dan Amerika, Justru menjatuhkan sanksi baru kepada Hamas. Sanksi terkait serangan Hamas ke Israel yang menewaskan 1200 orang.

Pernyataan itu membuat Israel kembali berada di atas angin terhadap kekejiannya atas warga Palestina di Gaza, Hal ini di anggap sepihak. Karena tidak serta merta memberikan sangsi kepada prilaku kejam zionis tersebut atas kematian warga sipil.

Saat menyampaikan pernyataan, Kementerian Keuangan menargetkan sanksi pada beberapa pejabat tinggi Hamas yang mengatur kepentingan kelompok itu di luar negeri serta mengatur finansial.

"Hamas terus bergantung pada jaringan pejabat dan afiliasinya, mengeksploitasi yurisdiksi yang tampaknya permisif mengarahkan dana untuk mendukung kegiatan militer di Gaza," ucap Wakil Menteri Keuangan AS untuk Terorisme dan Intelijen Brian Nelson seperti dikutip dari AFP.

Sanski akan berdampak pada belasan pejabat Hamas serta fasilatornya. Nama-nama tersebut termasuk Ismail Barhum. Kemenkeu AS mengatakan Barhum memegang jabatan sebagai eksekutif finansial regional Hamas.

"Dia berperan mengumpulkan uang dari pengalangan dana ke rekening Kementerian Keuangan Hamas," kata Kemenkeu AS.

Sedangkan Kemlu Inggris menjatuhkan sanksi khusus pada salah satu pendiri Hamas Mahmud Zahar dan kepala hubungan eksternal Hamas, Ali Baraka.

Kemlu Inggris mengatakan nama-nama itu secara terbuka mendukung serangan pada 7 Oktober 2023. Selain itu, mereka adalah pihak yang menyebarkan alasan penculikan ratusan sandera.

"Hamas sudah tidak punya masa depan di Gaza," kata Menlu Inggris David Cameron.

"Saksi terhadap Hamas dan Gerakan Jihad Islam akan berlanjut sampai seluruh akses pendanaan mereka terputus," sambung dia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.