Kritik Serangan Membabi Buta Kenyataannya Amerika Dan Inggris Memberi Sanksi Hamas Pada Israel Tidak!

AKURAT BANTEN - Reaksi Internasional terhadap serangan yang dilakukan tanpa pandang bulu oleh zionis Israel, Hingga mengakibatkan 18 ribu jiwa melayang sebagian besarnya adalah anak-anak dan perempuan.
Diketahui sebelumnya Amerika Serikat memberikan pernyataan bahwa serangan balas dendam yang dilakukan Israel atas serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, Adalah "serangan yang membabi buta".
Namun yang terjadi dunia barat yang di wakili oleh Inggris dan Amerika, Justru menjatuhkan sanksi baru kepada Hamas. Sanksi terkait serangan Hamas ke Israel yang menewaskan 1200 orang.
Pernyataan itu membuat Israel kembali berada di atas angin terhadap kekejiannya atas warga Palestina di Gaza, Hal ini di anggap sepihak. Karena tidak serta merta memberikan sangsi kepada prilaku kejam zionis tersebut atas kematian warga sipil.
Saat menyampaikan pernyataan, Kementerian Keuangan menargetkan sanksi pada beberapa pejabat tinggi Hamas yang mengatur kepentingan kelompok itu di luar negeri serta mengatur finansial.
- Baca Juga: Pecah Kongsi: Joe Biden Kritik Netanyahu Tentang Pengeboman Tanpa Pandang Bulu
- Baca Juga: Brigade Al-Qassam Hancurkan Empat Tank Merkava Dan Tank Pengangkut Personel Israel 10 Tewas
- Baca Juga: Belal Muhammad: Ketika Satu Orang Muslim Mengalami Sakit Yang Lain Merasakan Hal Yang Sama
"Hamas terus bergantung pada jaringan pejabat dan afiliasinya, mengeksploitasi yurisdiksi yang tampaknya permisif mengarahkan dana untuk mendukung kegiatan militer di Gaza," ucap Wakil Menteri Keuangan AS untuk Terorisme dan Intelijen Brian Nelson seperti dikutip dari AFP.
Sanski akan berdampak pada belasan pejabat Hamas serta fasilatornya. Nama-nama tersebut termasuk Ismail Barhum. Kemenkeu AS mengatakan Barhum memegang jabatan sebagai eksekutif finansial regional Hamas.
"Dia berperan mengumpulkan uang dari pengalangan dana ke rekening Kementerian Keuangan Hamas," kata Kemenkeu AS.
Sedangkan Kemlu Inggris menjatuhkan sanksi khusus pada salah satu pendiri Hamas Mahmud Zahar dan kepala hubungan eksternal Hamas, Ali Baraka.
Kemlu Inggris mengatakan nama-nama itu secara terbuka mendukung serangan pada 7 Oktober 2023. Selain itu, mereka adalah pihak yang menyebarkan alasan penculikan ratusan sandera.
"Hamas sudah tidak punya masa depan di Gaza," kata Menlu Inggris David Cameron.
"Saksi terhadap Hamas dan Gerakan Jihad Islam akan berlanjut sampai seluruh akses pendanaan mereka terputus," sambung dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2MA Batalkan Suket Ijazah Gibran, Mahfud MD Tegaskan Harus Diproses Pidana: 'Sudah Jelas!'
- 3Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 4Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 5TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 6Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 7Data Pelanggan Fore Coffee Bocor? CEO Imbau Pengguna Segera Lakukan Langkah Penting Ini!
- 8Bikin Malu! Warga Australia Mengamuk Usai Melbourne Victory Dihancurkan Persib Bandung di Kandang Sendiri
- 9Mikel Arteta Beri Peringatan Keras kepada Max Dowman: Kami Bukan di Disneyland!
- 10Michael Carrick Beri 5 Peringatan Keras untuk Pemain MU: Jangan Ada yang Merasa Lebih Besar dari Klub!









