Keracunan MBG Makan Spaghetti disebut Kaget Lambung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

AKURAT BANTEN - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah menyebutkan bahwa dirinya mengalami keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, ia menambahkan dengan candaan bahwa penyebab keracunan tersebut adalah karena dirinya terbiasa makan Indomie, dan tiba-tiba disajikan spaghetti.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ahmad Luthfi dalam sebuah acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat dan masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa dirinya merasa kaget dengan perubahan menu yang disajikan dalam program MBG, yang sebelumnya selalu menyajikan makanan instan seperti Indomie, kini beralih ke menu yang lebih berat seperti spaghetti.
Baca Juga: Demi MBG Berjalan Lancar, TNI AD Terbang ke Singapura Latihan Soal Makanan Bergizi
Meskipun disampaikan dengan nada bercanda, pernyataan tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat.
Beberapa pihak menilai bahwa komentar tersebut kurang sensitif, mengingat adanya kasus keracunan massal yang terjadi di beberapa daerah akibat menu MBG.
Sementara itu, pihak pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan telah melakukan penyelidikan terkait insiden keracunan yang terjadi.
Beberapa sampel makanan dari program MBG telah diuji di laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti dari keracunan tersebut.
Baca Juga: Menkes Bakal Buka Data Keracunan MBG Ke Publik, Tegaskan akan Dipantau Tiap Hari
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto, mengungkapkan bahwa hasil sementara menunjukkan adanya kandungan zat berbahaya dalam beberapa menu MBG yang disajikan.
Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium lengkap sebelum mengeluarkan pernyataan resmi.
Ahmad Luthfi sendiri menyatakan bahwa ia akan segera melakukan evaluasi terhadap program MBG untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta mempercayakan penanganan masalah ini kepada pihak berwenang.
Dalam beberapa hari terakhir, kasus keracunan akibat menu MBG memang menjadi perhatian publik.
Beberapa siswa di daerah lain juga dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.
Pemerintah daerah setempat telah melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk membawa korban ke rumah sakit dan melakukan penyelidikan terhadap penyebab keracunan.
Pihak berwenang mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama yang disajikan dalam program pemerintah.
Baca Juga: Tinjau Dapur MBG, Pilar Pastikan Pemkot Tangsel Akan Bantu Kelayakan SPPG
Mereka juga mengimbau agar masyarakat segera melapor jika mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan pemerintah dapat lebih selektif dalam memilih menu dan bahan makanan yang akan disajikan dalam program MBG, serta memastikan bahwa makanan tersebut aman dan bergizi bagi masyarakat.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 7Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 1013 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan










