Banten

Polres Purbalingga Libatkan Ahli Gizi dan Dokkes Demi Menu MBG Aman Apa Saja Rahasianya?

Andi Syafriadi | 4 November 2025, 12:06 WIB
Polres Purbalingga Libatkan Ahli Gizi dan Dokkes Demi Menu MBG Aman Apa Saja Rahasianya?

AKURAT BANTEN - Di tengah upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat usia dini, Polres Purbalingga mengambil langkah strategis melalui pembentukan tiga unit SPPG Polres Purbalingga (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), bersama mitra dari Yayasan Kemala Bhayangkari. 

Menurut Kapolres Purbalingga, Achmad Akbar, program ini mendukung poin kebijakan nasional yakni “Asta Cita” Presiden Republik Indonesia yang salah satu tujuannya adalah pemenuhan gizi masyarakat dari usia dini. 

Dari tiga unit SPPG yang direncanakan, satu unit sudah aktif sepenuhnya, satu unit telah selesai pembangunan dan tinggal menunggu persetujuan, sementara unit ketiga masih dalam proses pembangunan. 

Pada tahap awal, pelaksanaan program menu gratis bernutrisi ini mulai dilakukan bagi pelajar TK hingga SMA.

Baca Juga: Terungkap Banyak Dapur MBG di Cilegon Belum Bersertifikat, Warga Mulai Cemas

Data menunjukkan di minggu pertama ada sekitar 946 penerima, dan di minggu kedua jumlah ini meningkat menjadi 2.006 siswa. 

Tak hanya berhenti di sektor pendidikan, ke depan cakupan program akan diperluas hingga balita, ibu hamil dan ibu menyusui. 

Untuk memastikan bahwa makanan yang disediakan aman dan layak konsumsi, Polres Purbalingga melibatkan unit Seksi Dokkes (Dokter Kesehatan) dalam proses pengujian harian.

Setiap hari sampel makanan diuji; jika hasil pemeriksaan tidak layak, maka distribusi akan dihentikan dan menu diganti.

Baca Juga: 700 Siswa Tumbang Usai MBG, Gempar Program Makan Bergizi Gratis di Yogyakarta Jadi Sorotan Dunia

Disamping itu, ahli gizi juga dilibatkan untuk merancang menu yang memenuhi standar gizi yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. 

SPPG menjalankan sistem yang terstruktur: terdiri dari sekitar 20 karyawan, termasuk kepala SPPG, akuntan dan ahli gizi. 

Langkah kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa program MBG (Makan Bergizi Gratis) bukan sekadar program sosial semata, tetapi juga rencana strategis kesehatan masyarakat.

Dengan perlindungan bahwa menu benar-benar bergizi dan aman, diharapkan generasi muda di Purbalingga mendapatkan manfaat nyata.

Baca Juga: Ibu Negara Brasil Kagum MBG Indonesia, Ajak Perkuat Pangan Lokal Demi Generasi Sehat

Namun demikian, tantangan tetap ada: memperluas cakupan penerima, mempertahankan kualitas dan kontinuitas menu, serta memastikan bahwa dana, logistik dan SDM pengelola SPPG selalu siap.

Program tambahan bagi ibu hamil dan menyusui juga memerlukan standar khusus yang berbeda dari menu anak sekolah.

Meskipun program ini berlangsung di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, model pengelolaan yang melibatkan institusi kepolisian, unit gizi, dan Dokkes bisa menjadi referensi bagi daerah di Provinsi Banten.

Bila Kabupaten/Kota di Banten mengadopsi model serupa, warga Banten dapat memperoleh layanan gizi gratis yang aman dan terpadu.

Baca Juga: Demi MBG Berjalan Lancar, TNI AD Terbang ke Singapura Latihan Soal Makanan Bergizi

Dengan melibatkan ahli gizi dan kesehatan, Polres Purbalingga menetapkan standar tinggi untuk program makan bergizi gratis.

Ini menunjukkan bahwa pemberian makanan gratis tidak bisa hanya soal kuantitas, tetapi juga soal kualitas, keamanan dan kesinambungan.

Model tersebut bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain, termasuk Banten, untuk menjalankan program serupa dengan standar yang sama demi generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.