Banten

Ibu Negara Brasil Kagum MBG Indonesia, Ajak Perkuat Pangan Lokal Demi Generasi Sehat

Moehamad Dheny Permana | 25 Oktober 2025, 21:11 WIB
Ibu Negara Brasil Kagum MBG Indonesia, Ajak Perkuat Pangan Lokal Demi Generasi Sehat

Akurat Banten - Kunjungan istimewa mewarnai SD Angkasa 05 Halim, Jakarta Timur, ketika Ibu Negara Brasil Janja Da Silva menyampaikan pesan penting tentang masa depan pangan bergizi bagi anak-anak Indonesia.

Di hadapan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, ia menegaskan bahwa sumber pangan lokal harus menjadi prioritas dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Bahan baku yang digunakan sebaiknya dari petani kita sendiri agar manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Keterjangkauan dan Keamanan Pangan Kemenko Pangan, Nani Hendiarti.

Da Silva berbagi pengalaman negaranya yang telah menjalankan kebijakan makan bergizi sejak tahun 1955, di mana kewajiban membeli dari produsen lokal sudah diatur dalam undang-undang.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya menjamin kualitas makanan tetapi juga memperkuat perekonomian wilayah.

Nani menuturkan kekaguman Ibu Negara Brasil terhadap cakupan MBG yang telah menjangkau 36 juta penerima manfaat hanya dalam kurun sepuluh bulan.

Ia menyebutkan bahwa Brasil membutuhkan waktu puluhan tahun untuk mencapai jumlah serupa.

“Ini kemajuan yang luar biasa dan sangat cepat,” kata Nani.

Baca Juga: Geger Kelapa Gading! 3 Pemuda Gasak Motor Warga, Akhirnya Tumbang Dihajar Massa

Selain keberhasilan jangkauan program, teknologi pangan yang berkembang lewat MBG juga menjadi poin perhatian tamu negara itu.

Ia menyebut MBG mampu memicu tumbuhnya ekosistem ekonomi sirkular yang berkaitan erat dengan inovasi pangan ramah lingkungan.

“Program ini mendorong teknologi masa depan, termasuk mitigasi perubahan iklim,” tutur Nani.

Sementara itu, Juru Bicara BGN Dian Fatwa menambahkan bahwa Da Silva memberikan saran terkait distribusi makanan dari dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menuju sekolah.

Ia mengingatkan bahwa waktu pengantaran idealnya tidak boleh melebihi 30 menit untuk menjaga kualitas.

“Kalau pangan lokal digunakan, jarak distribusi lebih pendek dan makanan tetap hangat serta aman,” ucap Dian.

Ia mencontohkan SD Angkasa 05 Halim yang hanya membutuhkan waktu sekitar 4–5 menit dari dapur ke ruang makan siswa sehingga makanan tiba dalam kondisi terbaik.

Hal ini penting untuk menghindari kerusakan, potensi makanan basi, dan menjaga keamanan pangan yang sangat diperhatikan dalam program ini.

Sebelum disajikan, setiap menu telah melalui uji bakteri seperti E-coli, salmonella, hingga histamin agar anak-anak menerima makanan yang aman dikonsumsi.

“Anak-anak bisa langsung makan setibanya makanan dan jarak tempuhnya maksimal 15 menit,” jelas Dian.

Tidak hanya itu, Da Silva juga menyoroti pentingnya integrasi lintas program pemerintah sebagai kunci keberhasilan jangka panjang.

Program MBG dinilai harus berjalan seiring dengan penguatan sektor pertanian, peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan perdagangan lokal.

“Ekonomi lokal harus ikut tumbuh, itu yang kami pelajari dari pengalaman panjang di Brasil,” kata Dian.

Baca Juga: KEJANGGALAN WHOOSH: Mahfud MD Buka-bukaan, Kontrak Misterius China Ancam Kedaulatan dan Sita Aset Negara?

Brasil sendiri telah lama menerapkan program makan sekolah berkelanjutan dan kini menjadi bagian dari Global School Meal Coalition, sebuah gerakan internasional yang memperjuangkan akses pangan sehat bagi anak di seluruh dunia.

Karena itu, ketertarikan Da Silva terhadap MBG merupakan bentuk dukungan dan harapan agar Indonesia dapat menjadi contoh baru dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang inklusif.

Kunjungan tersebut menjadi momen penting untuk mempererat kerja sama dan berbagi inovasi guna memastikan anak-anak memiliki masa depan lebih cerah melalui makanan sehat setiap hari.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.