Banten

Flashdisk Sahroni Ternyata Isinya? Pantas Minta Kembalikan Sampai Jungkir Balik

Andi Syafriadi | 2 September 2025, 17:11 WIB
Flashdisk Sahroni Ternyata Isinya? Pantas Minta Kembalikan Sampai Jungkir Balik

AKURAT BANTEN – Politikus Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menjadi sorotan publik setelah kediamannya dilaporkan dijarah massa pada akhir pekan lalu.

Dari insiden itu, sejumlah barang mewah miliknya raib, mulai dari tas bermerek hingga koleksi figur dan jam tangan.

Namun, yang paling mencuri perhatian justru unggahan Sahroni di media sosial pada Minggu, 31 Agustus 2025.

Baca Juga: Viral, Kampus UNMUL Digeruduk Polisi: Ditemukan Bom Molotov dan Bendera PKI, Ternyata...

Dalam unggahan tersebut, ia meminta pihak yang menemukan tas selempang Louis Vuitton miliknya untuk menyimpan barang tersebut, dengan satu syarat: mengembalikan sebuah flashdisk berwarna putih yang disebut berisi data penting.

“Apa ada yg nemu tas selempang Louis Vuitton warna hitam? Isinya ada flashdisk warna putih. Mohon dikembalikan karena ada data penting di dalamnya,” tulis Sahroni.

Permintaan tersebut segera viral dan menimbulkan beragam spekulasi di jagat maya.

Baca Juga: Suara Buruh hingga Tokoh Agama Menggema di Istana, Prabowo Janjikan Aksi Nyata

Banyak warganet mempertanyakan isi flashdisk yang dianggap jauh lebih berharga ketimbang tas bermerek atau koleksi barang mewah lainnya.

Sebagian bahkan menduga data di dalamnya memiliki nilai politik maupun bisnis yang sensitif.

Di sisi lain, unggahan itu semakin menyorotkan perhatian publik pada eskalasi protes yang berujung pada penjarahan rumah pribadi sejumlah pejabat, termasuk milik Sahroni.

Baca Juga: Presiden Prabowo Siapkan Bantuan Menyeluruh untuk Korban Kericuhan Demonstrasi

Rekaman yang tersebar memperlihatkan massa membawa kabur berbagai barang berharga dari kediamannya, mulai dari tas bermerek, jam tangan, hingga action figure berukuran besar.

Selain meminta flashdisk dikembalikan, Ahmad Sahroni juga menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada masyarakat Indonesia.

Dalam pesan yang sama, ia menuliskan penyesalannya atas sejumlah ucapan yang pernah dilontarkannya dan berjanji untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut.

Baca Juga: Kementerian PU Gerak Cepat Rehabilitasi Fasilitas Umum Usai Aksi Aspirasi Publik

“Untuk seluruh rakyat Indonesia, saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas ucapan yang telah saya lontarkan. Dengan penuh kerendahan hati, saya tidak akan mengulangi dan akan memperbaiki diri,” tulis Sahroni.

Ungkapan permintaan maaf itu tampak ditujukan untuk meredakan kritik tajam yang sebelumnya dialamatkan kepadanya, terutama terkait gaya hidup mewah yang kerap dipamerkan di ruang publik.

Meski demikian, Sahroni menegaskan belum bisa memenuhi desakan publik untuk segera kembali ke Indonesia.

Baca Juga: Bukan Cuma Seorang? Ada Istri Pertama Sahroni yang Tuai Sorotan Netizen, Inisialnya Diketahui Publik

Ia beralasan, situasi keamanan untuk dirinya dan keluarganya belum kondusif.

“Untuk permintaan agar saya kembali ke tanah air, mohon maaf belum bisa saya penuhi. Karena saya harus menjaga keamanan diri dan keluarga saya,” kata politisi yang dikenal dengan julukan “Crazy Rich Tanjung Priok” itu.

Pernyataan ini memicu perdebatan. Sebagian publik menilai kehadiran langsung Sahroni di tanah air penting untuk mempertanggungjawabkan situasi yang menimpa dirinya.

Namun, sebagian lain menilai alasan keamanan yang ia utarakan dapat dimaklumi, mengingat eskalasi protes yang masih tinggi.

Baca Juga: Geger! Penemuan 5 Jasad Terkubur Dipakarangan Rumah Mewah di Indramayu, Diduga Korban Pembunuhan

Hingga kini, aparat kepolisian tengah melakukan pendataan serta penyelidikan atas kasus penjarahan tersebut.

Pihak kepolisian juga menelusuri pelaku serta barang-barang yang dibawa dari rumah Sahroni.

Peristiwa ini menjadi bagian dari gelombang protes besar yang sejak beberapa pekan terakhir meluas ke berbagai daerah.

Pada sejumlah titik, demonstrasi berubah menjadi tindakan anarkis, termasuk merusak dan menjarah properti pribadi pejabat maupun fasilitas umum.

Baca Juga: Indonesia Membara? Demo 3 September 2025 Oleh Sekumpulan Penting Ini Rencananya Berkumpul di DPR

Kasus Ahmad Sahroni sekaligus menegaskan bagaimana dinamika politik dan sosial belakangan ini semakin memanas.

Sementara publik terus menunggu, misteri soal isi flashdisk yang begitu dicari Sahroni masih menyisakan tanda tanya besar.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.