VIRAL Ditemukan Bendera PKI dan Bom Molotov Usai Polisi Geruduk Kampus UNMUL

AKURAT BANTEN - Viral dibahas warganet, sebuah pemberitaan yang mengejutkan dan menyebar luas: Polisi menemukan benda berlambang Partai Komunis Indonesia (PKI) saat gerebek Kampus Universitas Mulawarman (Unmul) di Samarinda.
Namun, pihak universitas dengan cepat memberikan klarifikasi, membuka tabir di balik temuan tersebut yang ternyata memiliki konteks yang jauh berbeda dari dugaan awal.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unmul, Prof. Moh Bahzar, menegaskan bahwa bendera yang ditemukan adalah lukisan yang dibuat sebagai alat peraga pembelajaran.
Baca Juga: Kapolri Puji Ketangguhan Brimob Hadapi Gelombang Kerusuhan: Markas Tidak Boleh Jebol!
Benda ini digunakan oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Sejarah untuk memahami sejarah demokrasi Indonesia pada era Presiden Soekarno.
"Ini tidak terkait dengan gerakan ideologi terlarang," ujar Prof. Bahzar. "Ini murni untuk peraga pembelajaran tentang sejarah demokrasi Indonesia, di mana saat itu terdapat beberapa partai besar, termasuk PKI."
Lukisan tersebut dibuat sebagai visualisasi untuk memudahkan mahasiswa mempelajari konstelasi politik masa lalu.
Berbagai lambang partai politik pada masa itu, termasuk PKI, ditampilkan sebagai bagian dari materi studi.
Baca Juga: Indonesia Membara? Demo 3 September 2025 Oleh Sekumpulan Penting Ini Rencananya Berkumpul di DPR
Pihak rektorat Unmul menjamin bahwa temuan ini tidak memiliki kaitan apa pun dengan penyebaran paham komunisme atau aktivitas terorisme di lingkungan akademik.
Menurut Prof. Bahzar, mempelajari sejarah menuntut mahasiswa untuk mengetahui berbagai peristiwa masa lalu secara objektif.
"Pihak kampus menjamin ini tidak ada hubungannya dengan gerakan terlarang. Ini murni konteks akademik," tegasnya.
Baca Juga: Aksi Demo Mereda, Dindikbud Banten Putuskan Sekolah Kembali Belajar Tatap Muka
Pemberitaan mengenai temuan bendera PKI ini seringkali disandingkan dengan kasus lain yang terjadi bersamaan, yaitu penyitaan 27 bom molotov yang juga ditemukan di lingkungan Kampus FKIP Unmul.
Penemuan bom molotov ini terjadi sebelum aksi demonstrasi yang dijadwalkan pada 1 September 2025.
Kasus Bom Molotov: Ini adalah kasus kriminal yang sedang ditangani sepenuhnya oleh pihak kepolisian. Polisi telah mengidentifikasi empat mahasiswa sebagai terduga perakitnya.
Temuan Alat Peraga Sejarah: Ini adalah isu akademik. Benda ini dibuat sebagai materi pembelajaran dan tidak memiliki kaitan dengan kasus bom molotov atau aktivitas terlarang lainnya.
Baca Juga: Flashdisk Sahroni Ternyata Isinya? Pantas Minta Kembalikan Sampai Jungkir Balik
Pihak universitas telah menyerahkan penanganan kasus bom molotov sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
Mereka memastikan bahwa aktivitas akademik di kampus tetap berjalan normal, khususnya yang berkaitan dengan pembelajaran sejarah, tetap dalam koridor keilmuan yang semestinya.
Klarifikasi dari pihak Unmul ini memberikan pemahaman yang lebih utuh.
Dalam konteks akademik, khususnya ilmu sejarah, mempelajari masa lalu—termasuk periode yang sensitif seperti keberadaan PKI—adalah hal yang esensial.
Baca Juga: Keluarga Affan Kurniawan Akhirnya Dapat Rumah yang Layak dari Pemerintah, Berlokasi di...
Tujuannya bukan untuk menyebarkan ideologi, melainkan untuk memahami dinamika politik, sosial, dan budaya yang membentuk Indonesia hingga saat ini.
Penting bagi kita untuk selalu mencari tahu konteks di balik setiap pemberitaan, terutama yang sensitif.
Dalam kasus ini, sebuah alat peraga pembelajaran keliru dipahami sebagai bukti penyebaran ideologi terlarang, padahal faktanya keduanya adalah hal yang sangat berbeda (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa







