Ternyata Arya Daru Latihan Bunuh Diri Sejak 2013 Hingga Hubungi Orang Penting Ini Agar Berhasil?

AKURAT BANTEN – Misteri kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Daru Pangayunan (ADP), akhirnya mulai menemui titik terang.
Dalam keterangan terbaru yang disampaikan Kepolisian, diketahui bahwa tidak ada keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tragis yang menimpa Arya.
Baca Juga: Polisi Tampilkan Barang Milik Arya Daru, Penyelidikan Kematian Masih Sisakan Tanda Tanya
Informasi ini disampaikan oleh penyidik dari Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya, Ipda Saji Purwanto, dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa, 29 Juli 2025.
Berdasarkan hasil penyelidikan mendalam, termasuk forensik digital terhadap perangkat elektronik milik Arya, ditemukan jejak digital yang mengindikasikan niat bunuh diri sudah muncul sejak 2013.
“Kami menemukan pengiriman email dari akun milik Arya, yakni [dxxx_cxxx@yahoo.com](mailto:dxxx_cxxx@yahoo.com). Isi email tersebut menunjukkan niat untuk mengakhiri hidup yang sudah ada sejak lebih dari 10 tahun lalu,” ungkap Ipda Saji.
Temuan ini mengejutkan banyak pihak. Arya Daru dikenal sebagai sosok diplomat muda yang cerdas, berdedikasi, dan aktif di berbagai forum internasional.
Namun di balik sosok publiknya yang gemilang, Arya ternyata menyimpan pergumulan pribadi yang sangat dalam.
Dalam penyelidikan lebih lanjut, polisi juga mengungkap bahwa Arya sempat berkonsultasi dengan lembaga amal yang bergerak di bidang kesehatan mental, meski tidak secara spesifik disebutkan lembaga mana yang dimaksud.
“Dia pernah mencoba mencari bantuan, namun dari riwayat digitalnya, tampak bahwa pergumulan batinnya berlangsung cukup lama dan tidak kunjung menemukan jalan keluar,” tambah Ipda Saji.
Pihak kepolisian menyatakan bahwa dari hasil investigasi menyeluruh, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau campur tangan pihak ketiga dalam kasus kematian Arya Daru.
Baca Juga: Polisi Pastikan Tak Ada Unsur Kekerasan dalam Kematian Diplomat Muda Arya Daru
Semua bukti mengarah pada dugaan kuat bahwa Arya mengakhiri hidupnya sendiri.
“Dari hasil autopsi dan forensik di lokasi kejadian, serta bukti digital, kami simpulkan tidak ada unsur tindak pidana dalam kasus ini,” tegas Ipda Saji.
Kasus ini menjadi peringatan penting tentang pentingnya kesehatan mental, khususnya bagi generasi muda yang tampak sukses secara karier namun berjuang secara diam-diam.
Pihak kepolisian, melalui Direktorat Siber, mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda stres, depresi, atau gangguan psikologis yang mungkin dialami oleh orang-orang terdekat.
“Jangan pernah menyepelekan sinyal permintaan tolong, meski terlihat kecil. Dukungan sosial sangat penting,” pesan Ipda Saji.
Baca Juga: Misteri Kematian Diplomat Arya Daru, Hasil Forensik Ungkap Tak Ada DNA Orang Lain di TKP
Kematian Arya Daru Pangayunan bukan hanya menjadi duka mendalam bagi keluarga dan institusi Kemenlu, tetapi juga membuka diskusi penting soal kesadaran terhadap kesehatan mental di lingkungan kerja yang penuh tekanan.
Jika Anda atau orang terdekat Anda sedang mengalami krisis emosional, jangan ragu mencari bantuan profesional, atau menghubungi layanan konseling dan dukungan psikologis yang kini banyak tersedia secara gratis.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










