Banten

Keracunan MBG Makan Spaghetti disebut Kaget Lambung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

Andi Syafriadi | 13 Oktober 2025, 11:05 WIB
Keracunan MBG Makan Spaghetti disebut Kaget Lambung oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi

AKURAT BANTEN - Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, baru-baru ini menjadi sorotan publik setelah menyebutkan bahwa dirinya mengalami keracunan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Namun, ia menambahkan dengan candaan bahwa penyebab keracunan tersebut adalah karena dirinya terbiasa makan Indomie, dan tiba-tiba disajikan spaghetti.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ahmad Luthfi dalam sebuah acara yang dihadiri oleh sejumlah pejabat dan masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa dirinya merasa kaget dengan perubahan menu yang disajikan dalam program MBG, yang sebelumnya selalu menyajikan makanan instan seperti Indomie, kini beralih ke menu yang lebih berat seperti spaghetti.

Baca Juga: Demi MBG Berjalan Lancar, TNI AD Terbang ke Singapura Latihan Soal Makanan Bergizi

Meskipun disampaikan dengan nada bercanda, pernyataan tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat.

Beberapa pihak menilai bahwa komentar tersebut kurang sensitif, mengingat adanya kasus keracunan massal yang terjadi di beberapa daerah akibat menu MBG.

Sementara itu, pihak pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Kesehatan telah melakukan penyelidikan terkait insiden keracunan yang terjadi.

Beberapa sampel makanan dari program MBG telah diuji di laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti dari keracunan tersebut.

Baca Juga: Menkes Bakal Buka Data Keracunan MBG Ke Publik, Tegaskan akan Dipantau Tiap Hari

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dr. Yulianto, mengungkapkan bahwa hasil sementara menunjukkan adanya kandungan zat berbahaya dalam beberapa menu MBG yang disajikan.

Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium lengkap sebelum mengeluarkan pernyataan resmi.

Ahmad Luthfi sendiri menyatakan bahwa ia akan segera melakukan evaluasi terhadap program MBG untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta mempercayakan penanganan masalah ini kepada pihak berwenang.

Baca Juga: UPDATE MBG : KASUS KERACUNAN BIKIN PEMERINTAH BERSATU, MENKES SIAPKAN 'SISTEM MONITORING ALA COVID-19'

Dalam beberapa hari terakhir, kasus keracunan akibat menu MBG memang menjadi perhatian publik.

Beberapa siswa di daerah lain juga dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut.

Pemerintah daerah setempat telah melakukan langkah-langkah penanganan, termasuk membawa korban ke rumah sakit dan melakukan penyelidikan terhadap penyebab keracunan.

Pihak berwenang mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam mengonsumsi makanan, terutama yang disajikan dalam program pemerintah.

Baca Juga: Tinjau Dapur MBG, Pilar Pastikan Pemkot Tangsel Akan Bantu Kelayakan SPPG

Mereka juga mengimbau agar masyarakat segera melapor jika mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG.

Dengan adanya kejadian ini, diharapkan pemerintah dapat lebih selektif dalam memilih menu dan bahan makanan yang akan disajikan dalam program MBG, serta memastikan bahwa makanan tersebut aman dan bergizi bagi masyarakat.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.