Pernah Sebut Jokowi Bodoh Bibit Waluyo Kini Diganjar Jenderal Kehormatan Oleh Presiden Prabowo

AKURAT BANTEN — Isu terakhir di jagat politik Indonesia kembali memunculkan perdebatan panas: Bibit Waluyo, yang dalam sebuah pernyataan sebelumnya diduga menyebut Presiden Joko Widodo sebagai “bodoh”, kini dikabarkan diangkat sebagai Jenderal Kehormatan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini memicu ragam reaksi publik dan pengamat politik.
Bibit Waluyo adalah tokoh militer dan politik yang selama ini dikenal memiliki hubungan dekat dengan garis militer-politik di Indonesia.
Pernyataan “Jokowi bodoh” sempat menjadi viral dan menuai kecaman luas dari berbagai lapisan masyarakat dan kelompok pendukung pemerintah.
Baca Juga: Kisah Angga dan Wawan, yang Diberi Hormat 'Bak Seorang Jenderal' oleh Presiden Prabowo Subianto
Ungkapan tersebut dianggap menyinggung dan tidak selayaknya diutarakan oleh tokoh publik.
Namun seiring perjalanan waktu, diam-diam isu itu kembali bangkit ketika muncul kabar bahwa Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan atau telah memutuskan mengangkat Bibit Waluyo sebagai Jenderal Kehormatan jabatan simbolis militer yang biasanya diberikan sebagai penghormatan terhadap jasa atau kedekatan tertentu.
Kabar tersebut menciptakan kegaduhan di media sosial dan kalangan pemerhati politik.
Jenderal Kehormatan bukan jabatan operasional militer aktif, melainkan status kehormatan yang bisa diberikan oleh pemerintah sebagai bentuk penghargaan atau simbol politik.
Biasanya, penerima jabatan ini adalah tokoh sipil atau militer purnawirawan yang memiliki jasa atau kedekatan dengan kekuasaan.
Dalam konteks ini, pengangkatan Bibit Waluyo dianggap lebih bersifat simbolis dan politis bukan berarti dia akan memimpin operasi militer.
Namun dari sisi politik, langkah semacam ini membawa pesan kuat tentang loyalitas, penghormatan, serta pembentukan patronase militer-politik.
Kabar pengangkatan Bibit Waluyo menjadi Jenderal Kehormatan meskipun pernah melontarkan sindiran keras terhadap Presiden Jokowi, memunculkan gesekan politik yang tajam.
Baca Juga: Amarah Jenderal: Gatot Nurmantyo Tantang Hercules, 'Kau Preman, Bukan Pejuang!'
Di satu sisi, ini bisa dipandang sebagai strategi simbolik oleh rezim Prabowo; di sisi lain, ia mencerminkan dinamika kuat antara militer dan kekuasaan sipil di Indonesia.
Bagi masyarakat Banten dan seantero Indonesia, penting untuk menyikapi dengan obyektif mencari fakta, menghindari provokasi, dan terus memantau respons resmi dari institusi terkait.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 7Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 8Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!






