Banten

Panglima TNI Warning Konflik Global Mengancam, Perwira Baru Diminta Siap Hadapi Ancaman Modern

Andi Syafriadi | 4 Desember 2025, 15:13 WIB
Panglima TNI Warning Konflik Global Mengancam, Perwira Baru Diminta Siap Hadapi Ancaman Modern

AKURAT BANTEN — Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menegaskan bahwa dinamika konflik global harus menjadi perhatian serius para perwira TNI dan Polri.

Hal itu disampaikan saat menutup Pendidikan Reguler (Dikreg) di Sekolah Staf dan Komando (Sesko) TNI, Bandung, pada Selasa (24/6/2025).

Dalam sambutannya, Jenderal Agus menekankan bahwa perubahan geopolitik dunia berlangsung sangat cepat.

Ketegangan antarnegara, persaingan kekuatan global, hingga konflik bersenjata yang masih terjadi di beberapa kawasan, menurutnya, dapat berdampak langsung terhadap stabilitas keamanan Indonesia.

Baca Juga: MENEMBUS JALAN MEMATIKAN: Prajurit TNI AD Pikul Ratusan Kilo Bantuan, 5 KM ke Desa Teris

“Para perwira harus memiliki cara berpikir baru dalam melihat ancaman. Tidak bisa lagi memakai pola lama karena situasi dunia berubah jauh lebih cepat,” ujarnya.

Dikreg Sesko TNI tahun ini diikuti oleh 212 perwira siswa yang berasal dari TNI AD, AL, AU, Polri, serta sejumlah negara sahabat.

Para peserta menjalani pendidikan berbagai materi strategis, termasuk geopolitik, intelijen, pertahanan, dan kepemimpinan.

Panglima berharap para lulusan menjadi pemimpin yang adaptif dan mampu menjawab tantangan zaman.

Baca Juga: AKHIR DRAMA Maut SISWA PELOSOK! Prabowo Bentuk Satgas DARURAT JEMBATAN, Kerahkan Zeni TNI & Brimob, Target Ratusan Ribu Unit!

“Perwira harus bisa membaca situasi global, memahami perkembangan teknologi, serta merespons ancaman baru yang sifatnya lebih kompleks,” katanya.

Jenderal Agus menyoroti munculnya berbagai bentuk ancaman modern, seperti perang siber, perang informasi, hingga konflik yang melibatkan teknologi canggih.

Ia menekankan bahwa TNI membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat secara teknis, tetapi juga cerdas melihat konteks strategis global.

Menurutnya, ancaman-ancaman itu tidak lagi bersifat konvensional.

Baca Juga: Benteng Energi Nasional Diperkuat TNI Bersiap Kawal Kilang Pertamina Mulai 2025

“Kita harus siap menghadapi perang hibrida, serangan siber, sampai ancaman yang melibatkan kecerdasan buatan. Semua itu memerlukan pola pikir yang jauh lebih maju,” jelasnya.

Selain kemampuan adaptif, Panglima TNI juga meminta para perwira untuk memperkuat kerja sama lintas lembaga.

Sinergi antara TNI, Polri, dan instansi pemerintah lainnya, kata dia, merupakan kunci menjaga keamanan nasional.

“Kita harus solid. Tantangan ke depan tidak bisa dihadapi sendiri. Perwira lulusan Sesko harus mampu bekerja sama, berkoordinasi, dan membangun kekuatan bersama,” tegasnya.

Baca Juga: Aksi Kilat di Laut Timur Ungkap Kapal Solar Ilegal, TNI AL Bongkar Modus Tersembunyi

Penutupan Dikreg ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan para perwira mengenai peran strategis mereka di masa depan.

Para lulusan diharapkan menjadi pemimpin yang memegang teguh profesionalisme, integritas, dan loyalitas kepada negara.

“Ilmu yang didapat di Sesko harus menjadi bekal untuk mengabdi secara lebih besar. Kalian adalah calon pemimpin TNI dan Polri di masa depan,” ujar Jenderal Agus kepada para peserta.

Dengan perkembangan konflik global, Panglima menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa tinggal diam.

Baca Juga: Suasana Duka di Papua Barat Usai Serangan Bersenjata Tewaskan Prajurit TNI

Ia meminta semua elemen pertahanan untuk waspada dan terus memperbarui strategi.

“Situasi dunia tidak pasti. Kita harus siap menghadapi segala kemungkinan agar kedaulatan negara tetap terjaga,” tutupnya.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.