Benteng Energi Nasional Diperkuat TNI Bersiap Kawal Kilang Pertamina Mulai 2025

Akurat Banten - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan penempatan personel TNI di instalasi pengolahan minyak Pertamina adalah langkah penguatan keamanan negara yang dirancang untuk menjawab tantangan strategis sektor energi.
“Kami memandang ini sebagai sinergi penting untuk memperkuat keamanan nasional,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia.
Ia menekankan bahwa kilang minyak masuk kategori objek vital nasional yang berhubungan langsung dengan ketahanan energi negara.
Anggia menambahkan bahwa keterlibatan TNI diharapkan mampu memastikan pasokan energi tetap stabil dan terlindungi dari potensi ancaman.
“Harapannya, kehadiran TNI mampu mencegah berbagai gangguan yang mungkin muncul di sektor energi,” jelasnya.
Pertamina sebagai pengelola kilang juga menyatakan dukungan terhadap langkah tersebut dan menilai pengamanan berlapis menjadi kebutuhan krusial untuk menjaga keandalan operasi perusahaan.
Baca Juga: Aksi Pengamen Pocong Bikin Geger Koja Berakhir di Kantor Polisi
VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan bahwa seluruh fasilitas pengolahan dan distribusi energi termasuk dalam aset strategis yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas.
“Penguatan pengamanan bersama ini bertujuan menjamin keberlangsungan operasi fasilitas vital negara,” kata Baron.
Rencana pengamanan itu selaras dengan kebijakan yang telah diungkapkan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang menugaskan TNI untuk mengambil peran langsung dalam menjaga industri strategis nasional mulai Desember 2025.
Ia menjelaskan bahwa penjagaan tersebut dilakukan demi memastikan aset-aset penting negara berjalan optimal tanpa gangguan, sekaligus mempertegas kewenangan TNI berdasarkan landasan hukum yang berlaku.
“TNI memiliki tanggung jawab untuk memastikan instalasi strategis tetap aman dan berfungsi sebagaimana mestinya,” tegas Sjafrie.
Upaya ini juga berkaitan dengan pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan atau BTP yang kini terus diperluas keberadaannya di berbagai daerah Indonesia.
Baca Juga: Pergub Baru Resmi Disahkan: Jakarta Larangan Jual Beli Daging Anjing dan Kucing, Berlaku Mulai Hari Ini
Lebih dari 100 batalyon telah dibentuk dan pemerintah menargetkan pembentukan 150 BTP tambahan setiap tahun untuk memperkuat penjagaan aset vital negara.
Sjafrie meyakini bahwa jaringan pasukan teritorial ini akan menjadi garda depan perlindungan industri strategis, termasuk kilang Pertamina, yang pada akhirnya ikut mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kedaulatan energi nasional.
Dengan garis kebijakan itu, pemerintah berharap sinergi TNI dan Pertamina mampu menciptakan lingkungan industri energi yang lebih aman, stabil, dan mampu menopang kebutuhan energi masyarakat dalam jangka panjang.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan







