Aksi Pengamen Pocong Bikin Geger Koja Berakhir di Kantor Polisi

Akurat Banten - Warga Koja, Jakarta Utara, dibuat heboh setelah tiga remaja pengamen yang mengenakan kostum pocong berkeliaran di kawasan Jalan H Murtado.
Polisi akhirnya turun tangan setelah menerima laporan mengenai aksi yang dianggap bikin takut banyak orang.
Kanit Reskrim Polsek Koja AKP Fernando menegaskan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu laporan masyarakat masuk.
"Iya, kita amankan tiga pengamen berkostum pocong usai dapat laporan dari masyarakat," ujarnya.
Tiga remaja tersebut diketahui berinisial FS yang masih berusia 15 tahun, RA yang baru berumur 11 tahun, dan MZA yang berusia 19 tahun.
Ketiganya mengaku nekat berdandan seperti pocong untuk menarik perhatian pengguna jalan saat mengamen.
Warga setempat mengatakan kemunculan sosok pocong palsu itu kerap mengagetkan pengguna jalan, terutama para ibu rumah tangga yang melintas malam hari.
"Bahkan, ada emak-emak yang sampai pingsan gara-gara ketakutan," ungkap Fernando.
Aksi yang awalnya mereka anggap hanya sekadar cara mencari uang itu justru membuat keresahan meluas.
Tidak sedikit warga yang mengira ada gangguan mistis sungguhan sebelum mengetahui bahwa itu hanyalah pengamen yang sedang mencari nafkah.
Setelah diamankan, ketiga remaja tersebut dibawa ke Polsek Koja untuk dimintai keterangan sebelum dilakukan pembinaan oleh petugas.
Di kantor polisi, mereka diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi aksi serupa yang dapat mengganggu ketertiban.
Baca Juga: Anggota DPRD Kota Tangerang Dilaporkan Warga Terkait Dugaan Penipuan Penjualan Tanah
Petugas juga menghubungi orang tua masing-masing untuk menjemput dan memastikan mereka mendapat pengawasan lebih ketat di rumah.
Fernando menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan, mereka mengaku masih tinggal bersama orang tua dan nekat mengamen demi mendapatkan uang untuk makan.
"Kami sudah pulangkan mereka kepada keluarganya dan minta agar tidak melakukan aksinya kembali," tutur Fernando.
Pihak kepolisian menegaskan akan meningkatkan patroli terutama di wilayah rawan keramaian pada malam hari.
Langkah ini diambil untuk mencegah aksi serupa terjadi kembali dan memastikan keamanan warga tetap terjaga.
Kejadian ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kreativitas dalam mencari nafkah tetap harus memperhatikan kenyamanan lingkungan sekitar.
Baca Juga: Hingga Hari ke-8 Operasi Zebra Jaya 2025, Polres Tangsel Tindak 368 Pelanggar Lalu Lintas
Warga Koja berharap insiden tersebut menjadi yang terakhir agar tidak ada lagi kejutan menegangkan saat melintas di malam hari.
Dengan pembinaan yang diberikan, polisi berharap ketiga remaja itu bisa kembali beraktivitas dengan cara yang lebih positif dan tidak meresahkan warga.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan




