Banten

Kisah Angga dan Wawan, yang Diberi Hormat 'Bak Seorang Jenderal' oleh Presiden Prabowo Subianto

Saeful Anwar | 30 September 2025, 09:15 WIB
Kisah Angga dan Wawan, yang Diberi Hormat 'Bak Seorang Jenderal' oleh Presiden Prabowo Subianto

 

AKURAT BANTEN-Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan militer yang mengejutkan dalam acara peresmian perumahan di Cileungsi, Kabupaten Bogor, Senin (29/9/2025).

Bukan ditujukan kepada jenderal atau pejabat tinggi, melainkan kepada dua pemuda inspiratif: Angga dan Wawan, mantan office boy (OB) dan driver ojek online yang kini sukses menjadi pengembang rumah subsidi beromzet fantastis.

Aksi hormat ini menjadi sorotan utama dalam acara Akad Massal 26.000 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP dan Serah Terima Kunci tersebut, sekaligus menjadi simbol penghargaan tertinggi atas kerja keras, kejujuran, dan semangat pantang menyerah.

Kisah Angga dan Wawan, yang diperkenalkan secara khusus oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, benar-benar menyentuh hadirin, termasuk Presiden Prabowo.

Baca Juga: Pidato Prabowo di PBB Jadi Sorotan Dunia, Indonesia Dinilai Kian Berwibawa

Angga, salah satu pendiri developer Pesona Kahuripan Group, dulunya adalah seorang office boy di kantor yang sama. Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa hanya delapan tahun lalu, Angga masih tidur di lantai kantornya.

Namun, berkat ketekunan dan kerja keras, ia dan rekannya, Wawan, kini telah bertransformasi menjadi pengusaha properti yang sukses.

"Tahun lalu dia membangun 1.000 rumah, tahun ini 2.000 rumah, di tahun depan dia bisa membangun 5.000 unit," kata Ara, memuji perkembangan pesat Angga.

Prabowo, yang tampak terharu, bahkan meminta panitia menayangkan foto before-after Angga saat masih menjadi OB yang tidur di lantai.

Baca Juga: Prabowo Janji Benahi Program Makan Bergizi Gratis, Tidak Boleh Jadi Alat Politik

Puncak kebanggaan Presiden Prabowo muncul saat menyinggung capaian finansial kedua pengembang muda ini.

Prabowo menyebutkan bahwa kini keuntungan bersih yang bisa dicetak Angga dan Wawan mencapai Rp120 miliar per tahun.

Namun, bukan besaran angka yang membuatnya bangga, melainkan cara angka itu didapatkan.
"Kalau seorang OB dalam delapan tahun bisa menghasilkan itu, luar biasa. Bukan nyolong, bukan korupsi. Ini putra-putra Indonesia yang harus kita banggakan," tegas Prabowo.

Ia mencontohkan kisah Angga dan Wawan sebagai bukti nyata bahwa masa depan bangsa ada pada orang-orang sederhana yang kerja keras, kreatif, dan tulus ikhlas, tanpa perlu memiliki koneksi atau latar belakang keluarga kaya.

Baca Juga: TOK! RESMI: Kenaikan Gaji ASN 2025 Diteken Presiden Prabowo! Tertinggi 12%, Cek Jadwal Pencairan dan Golongan Paling Untung

"Saya Jenderal, Saya Hormat Sama Kau!"

Sebagai bentuk apresiasi tertinggi, Presiden Prabowo secara khusus mendatangi Angga dan Wawan di barisan depan.

Sambil menjabat tangan mereka, seorang Jenderal bintang empat itu mundur selangkah dan memberikan sikap hormat militer di hadapan ribuan hadirin.

"Ini warga negara yang kita banggakan. Saya jenderal, saya hormat sama kau," ucap Prabowo, yang disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Aksi hormat tersebut menegaskan pesan kuat: kedudukan dan pangkat tertinggi harus diberikan kepada siapa pun yang berprestasi dan berintegritas, terlepas dari latar belakang sosialnya.

Baca Juga: Menyentuh Bung Karno di PBB: Prabowo Jadi Jembatan, Saat Indonesia Bikin Dunia Bangga, Beri Tamparan Keras untuk 'America First'

Sentilan Keras untuk Koruptor

Kontras dengan kebanggaan yang ditujukan kepada para pengusaha jujur, Presiden Prabowo melontarkan peringatan keras kepada para pelaku tindak pidana korupsi.

Keberhasilan Angga dan Wawan tanpa korupsi ia jadikan pembanding untuk menampar oknum-oknum yang mencari kekayaan dengan cara haram.

"Saudara-saudara sekalian, hei para koruptor! Hati-hati kau. Mau curi Rp5 miliar, malah masuk penjara, luar biasa kau," serunya, disambut sorakan setuju.

Pernyataan ini menggarisbawahi tekad pemerintah untuk memberantas korupsi, sekaligus mempromosikan kerja keras, kerja kreatif, dan ketulusan sebagai jalan yang benar menuju kemakmuran.

Acara di Cileungsi ini tidak hanya meresmikan 26.000 unit KPR FLPP, tetapi juga menyajikan sebuah momen langka dan inspiratif, di mana penghargaan tertinggi negara diberikan kepada sosok-sosok yang bangkit dari keterbatasan dengan keringat dan kejujuran (**) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman