Banten

Deepseek, Kecerdasan Buatan (AI) Canggih Tapi Lebih Murah, Membuat Saham Teknologi AS Turun

Syahganda Nainggolan | 1 Februari 2025, 14:28 WIB
Deepseek, Kecerdasan Buatan (AI) Canggih Tapi Lebih Murah, Membuat Saham Teknologi AS Turun

AKURAT BANTEN - DeepSeek yang merupakan kecerdasan buatan (AI) membuat heboh dunia teknologi AI.

DeepSeek bisa melakukannya dengan biaya jauh lebih murah! Hal ini langsung memicu guncangan di industri teknologi global, bahkan saham perusahaan teknologi besar AS ikut terkena dampaknya.

Baca Juga: Resmi Mulai Hari ini Gas LPG 3 Kg Tidak Dijual di Pengecer, Simak Penjelasannya!

DeepSeek-V3: Murah tapi Canggih

DeepSeek mencuri perhatian setelah dalam sebuah makalah mengungkap bahwa pelatihan model AI mereka, DeepSeek-V3, hanya membutuhkan daya komputasi kurang dari $6 juta dengan menggunakan chip Nvidia H800.

Sebagai perbandingan, biaya pelatihan model AI serupa di AS bisa mencapai ratusan juta dolar! Tidak hanya itu, asisten AI berbasis DeepSeek-V3 telah melewati ChatGPT dan menjadi aplikasi gratis dengan peringkat tertinggi di App Store Amerika Serikat.

Keberhasilan ini membuat banyak pihak bertanya-tanya: Apakah investasi miliaran dolar yang dikucurkan perusahaan teknologi AS untuk AI benar-benar diperlukan? Atau apakah mereka hanya membakar uang tanpa efisiensi yang jelas?

Baca Juga: KPK Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Proyek Digitalisasi SPBU Pertamina

Mengapa DeepSeek Begitu Menghebohkan?

Sejak ChatGPT diluncurkan oleh OpenAI pada akhir 2022, perusahaan teknologi di China berlomba-lomba menciptakan chatbot AI mereka sendiri.

Sayangnya, upaya pertama mereka dianggap gagal bersaing dengan teknologi dari AS. Namun, DeepSeek datang mengubah narasi itu.

Model AI mereka, DeepSeek-V3 dan DeepSeek-R1, disebut-sebut memiliki kemampuan setara dengan model paling canggih dari OpenAI dan Meta. Bedanya?

Mereka jauh lebih murah untuk digunakan! Bahkan, DeepSeek-R1 diklaim 20 hingga 50 kali lebih hemat biaya dibandingkan OpenAI o1, tergantung pada tugasnya.

 

Siapa di Balik DeepSeek?

DeepSeek berbasis di Hangzhou dan didirikan oleh Liang Wenfeng, seorang tokoh penting di dunia keuangan China. Sebelumnya, Liang adalah salah satu pendiri High-Flyer, sebuah dana lindung nilai kuantitatif yang pada 2023 mengalihkan fokusnya ke penelitian AI.

Baca Juga: Kebakaran 13 Gudang di Dadap Tangerang, Operasional Bandara Soetta Tak Terganggu

DeepSeek pun lahir dari ambisi besar untuk menciptakan AGI (Artificial General Intelligence), sistem AI yang bisa menyaingi kecerdasan manusia dalam berbagai tugas.

Meski jumlah investasi yang digelontorkan High-Flyer ke DeepSeek belum diketahui secara pasti, perusahaan ini jelas memiliki sumber daya besar.

High-Flyer bahkan diketahui memiliki 10.000 chip Nvidia A100 sejak 2022, yang tentu menjadi modal besar dalam mengembangkan AI mereka.

Baca Juga: Desersi Berujung Maut: Oknum TNI AD Diduga Bunuh Pacar di Kontrakan Pondok Aren Tangsel

Dukungan Pemerintah China, Buat Amerika Cemas

Kesuksesan DeepSeek tak hanya mengundang perhatian dunia bisnis, tetapi juga pemerintah China. Pada 20 Januari lalu, pendiri DeepSeek, Liang Wenfeng, diundang dalam simposium tertutup yang digelar Perdana Menteri China, Li Qiang.

Ini menjadi sinyal kuat bahwa Beijing melihat DeepSeek sebagai bagian dari strategi besar mereka untuk lepas dari ketergantungan teknologi AS dan menghadapi kendala ekspor chip AI yang diberlakukan Washington.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.