Banten Selatan Menjerit: 200 Kilometer Jalan di Lebak Masih Menjadi 'Jalur Neraka' di Tahun 2026

AKURAT BANTEN – Kontras pembangunan di Tanah Jawara kembali menjadi sorotan tajam.
Di saat pusat kota terus bersolek, pemandangan berbeda justru terlihat di pelosok Banten Selatan.
Pemerintah Provinsi Banten secara terbuka mengakui adanya "jalur neraka" sepanjang 200 kilometer di Kabupaten Lebak yang hingga kini masih dalam kondisi rusak berat.
Kondisi ini menciptakan jurang kesenjangan infrastruktur yang kian menganga, membuat warga di pedesaan Lebak merasa dianaktirikan dalam hal akses mobilitas dasar.
Isolasi di Tengah Modernisasi
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten, Arlan Marzan,
mengungkapkan bahwa Lebak menjadi wilayah dengan tingkat kerusakan jalan terparah dibandingkan daerah lain.
"Provinsi Banten masih menghadapi kesenjangan infrastruktur jalan, khususnya di wilayah pedesaan. Di Kabupaten Lebak terdapat sekitar 200 km jalan rusak berat," ujar Arlan, Jumat (13/2/2026).
Baca Juga: Prabowo 'Menantang' Kritik: Minta Kumpulkan Video Hinaan Makan Bergizi Gratis untuk 'Teman Tidur'
Istilah "jalur neraka" bukan tanpa alasan. Kerusakan jalan ini menyebabkan:
Akses Kesehatan Terhambat: Ibu hamil atau warga sakit harus bertaruh nyawa menembus jalan berlubang dan berlumpur menuju fasilitas medis.
Pendidikan Terganggu: Siswa sekolah harus berjuang ekstra setiap hari untuk sampai ke kelas.
Ekonomi Tercekik: Biaya angkut hasil bumi melonjak drastis karena kendaraan logistik enggan masuk ke wilayah yang medannya ekstrem.
Pandeglang dan Serang Turut Memprihatinkan
Ternyata jeritan tidak hanya datang dari Lebak. Kabupaten Pandeglang menyumbang 40 km jalan rusak berat, sementara di Kabupaten Serang, tepatnya di Desa Cikedung,
masih terdapat 10 km jalan yang belum tersentuh aspal sama sekali.
Baca Juga: Anak Menkeu Pasang Badan! Yudo Sadewa Skakmat Tudingan Noel: Ayah Udah Kaya, Ngapain Korupsi?
Harapan Lewat Program 'Bang Andra'
Menghadapi darurat infrastruktur ini, Pemprov Banten akhirnya memasukkan perbaikan jalan desa ke dalam skala prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029.
Langkah konkret yang diambil adalah peluncuran Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).
Program ini diharapkan menjadi "obat penawar" bagi warga desa yang selama bertahun-tahun harus melewati jalur rusak.
Amunisi Rp164 Miliar: Cukupkah?
Untuk tahun anggaran 2026, Pemprov Banten telah menyiapkan dana segar sebesar Rp164 miliar.
Angka ini naik signifikan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berkisar di angka
Rp80 miliar hingga Rp150 miliar.
"Tahun ini anggarannya Rp164 miliar. Panjang jalan yang ditangani sekitar 30 hingga 40 kilometer," jelas Arlan.
Meskipun anggaran ini menjadi rekor tertinggi, tantangan besar tetap ada: perbaikan 40 km tahun ini barulah sebagian kecil dari total 200 km "jalur neraka" yang menanti sentuhan pembangunan.
Warga Lebak kini hanya bisa berharap, semoga Program Bang Andra bukan sekadar janji manis di atas kertas, melainkan awal dari berakhirnya penderitaan mereka di jalanan (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







