Banten

17 September 2025 Demo Ojol Hari Ini di Tangerang, Ada di Titik Ini Siap-siap Macet

Andi Syafriadi | 17 September 2025, 10:54 WIB
17 September 2025 Demo Ojol Hari Ini di Tangerang, Ada di Titik Ini Siap-siap Macet

AKURAT BANTEN – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Tangerang menggelar aksi unjuk rasa pada Rabu, 17 September 2025.

Aksi ini dilakukan serentak di beberapa titik strategis untuk menyuarakan aspirasi terkait kebijakan perusahaan aplikasi dan regulasi pemerintah yang dinilai merugikan mitra pengemudi.

Titik Lokasi Demo

Berdasarkan pantauan dan informasi dari berbagai komunitas ojol, aksi di Tangerang terpusat di beberapa titik berikut:

Baca Juga: Pemkab Tangerang Bakal Gandeng TNI Polri untuk Berikan Sanksi Kepada Truk Tambang Pelanggar Jam Operasional

Kawasan Tugu Adipura, Kota Tangerang – menjadi lokasi utama konsolidasi massa karena posisinya yang strategis dan dekat dengan pusat pemerintahan kota.

Depan Kantor DPRD Kota Tangerang – dipilih untuk menyampaikan langsung aspirasi kepada wakil rakyat daerah.

Jl. Daan Mogot dan kawasan Cikokol – menjadi titik kumpul dan arak-arakan konvoi menuju pusat kota.

Akibat aksi ini, arus lalu lintas di beberapa ruas jalan mengalami kepadatan.

Baca Juga: Atasi Pelanggaran Jam Operasional Truk Tambang, Pemkab Tangerang Bakal Buatkan Kantong Parkir

Polisi bersama Dinas Perhubungan telah menurunkan personel untuk melakukan rekayasa lalu lintas.

Dalam aksinya, para pengemudi ojol membawa sejumlah tuntutan, di antaranya:

Kenaikan tarif dasar per kilometer, yang dinilai belum sesuai dengan biaya operasional dan kondisi ekonomi terkini.

Transparansi potongan aplikasi, termasuk biaya layanan dan potongan komisi yang dianggap terlalu besar.

Perlindungan hukum dan jaminan sosial bagi pengemudi, mengingat banyaknya kasus kecelakaan kerja tanpa perlindungan memadai.

Penertiban transportasi ilegal yang dinilai mengurangi pendapatan mitra resmi aplikasi.

Koordinator aksi menyebut bahwa tuntutan ini sudah berulang kali disampaikan, namun hingga kini belum ada respon konkret baik dari pihak perusahaan aplikasi maupun pemerintah.

Salah seorang pengemudi ojol di kawasan Cipondoh mengatakan, kondisi di lapangan semakin sulit.

“Pendapatan makin kecil karena tarif rendah, sementara biaya bensin dan servis motor naik. Kami harap pemerintah daerah ikut membantu memperjuangkan aspirasi kami,” ujarnya.

Baca Juga: Dishub Kabupaten Tangerang dan Bogor Bakal Koordinasi Usai Warga Legok Cegat Truk Tambang

Banyak pengemudi lainnya juga menyoroti masalah bonus dan insentif yang semakin berkurang, sehingga mereka harus bekerja lebih lama untuk sekadar memenuhi kebutuhan harian.

Polresta Tangerang Kota menegaskan bahwa aksi unjuk rasa diperbolehkan sepanjang berjalan tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum.

Aparat keamanan dikerahkan untuk mengawal jalannya demo agar tidak terjadi gesekan.

Sementara itu, pihak DPRD Kota Tangerang berjanji akan menampung aspirasi para pengemudi ojol dan meneruskannya ke pemerintah pusat serta kementerian terkait.

Baca Juga: Dishub Kabupaten Tangerang dan Bogor Bakal Koordinasi Usai Warga Legok Cegat Truk Tambang

DPRD juga mendorong adanya forum mediasi antara perusahaan aplikasi dengan perwakilan mitra pengemudi.

Masyarakat pengguna transportasi online sempat mengalami kesulitan mendapatkan layanan pada pagi hingga siang hari karena banyak pengemudi ikut aksi.

Beberapa penumpang beralih menggunakan angkutan umum konvensional atau layanan taksi.

Meski begitu, sebagian besar warga mendukung perjuangan para ojol karena menilai tuntutan mereka rasional dan menyangkut kesejahteraan ribuan pekerja di sektor transportasi daring.

Aksi demo ojol di Tangerang pada 17 September 2025 menjadi penanda bahwa problem kesejahteraan pengemudi masih membutuhkan perhatian serius.

Dengan berkumpul di titik-titik strategis seperti Tugu Adipura dan Kantor DPRD, para ojol berharap suara mereka lebih didengar.

Kini masyarakat menantikan langkah lanjutan pemerintah, baik daerah maupun pusat, untuk mempertemukan pihak perusahaan aplikasi dan pengemudi agar solusi yang adil bisa segera diwujudkan.

***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.