454 Ribu Warga Golput, Tingkat Partisipasi Pemilih Tangsel Anjlok

AKURAT BANTEN - Sebanyak 454.354 warga Tangerang Selatan (Tangsel) tidak menggunakan hak pilihnya atau golput pada perhelatan Pilkada serentak 2024. Hal ini memengaruhi tingkat partisipasi pemilih di daerah tersebut.
Tingginya angka golput di Pilkada Tangsel itu terungkap dari formulir D hasil rekapitulasi tingkat kecamatan. Diketahui, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Tangsel sebanyak 1.058.127 pemilih. Sedangkan, masyarakat pemilih yang menggunakan hak suaranya hanya berjumlah 603.773 pemilih.
Baca Juga: Pemungutan Suara Ulang di Kota Tangsel Minim Partisipasi
Ketua KPU Tangsel M Taufiq Mizan mengaku belum mengetahui penyebab pasti tingginya angka golput pada hajat Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Wali Kota yang dilaksanakan di daerah tersebut.
“Seluruh inovasi bagian kita bersosialisasi kepada stakeholder (seperti) goes to campus, goes to school, menyasar seluruh komunitas di Tangsel sudah kita rangkul,” kata Taufiq, Jumat (05/12/2024).
Taufik mengklaim, angka golput yang tinggi ini tidak hanya terjadi di Tangsel, melainkan di beberapa daerah lainnya juga mengalami hal serupa.
Baca Juga: Tingkat Partisipasi Pemilih Tak Capai Target, KPU Tangsel Bakal Lakukan Evaluasi
Meski demikian, Taufiq mengatakan, timgginya angka golput pada perhelatan Pilkada serentak di Tangsel ini akan menjadi catatan penting bagi KPU untuk melakukan evaluasi ke depannya.
"Tapi di Tangsel ini menjadi catatan penting, bahwa KPU Tangsel periode ke depan atau periode berikutnya kita tunggu desain kepemiluan,” tuturnya.
Baca Juga: Abdul Somad Minta Masyarakat Jangan Golput: Ambil Uangnya, Jangan Pilih Orangnya
Sebagai informasi, tingginya golput di Pilkada serentak di Kota Tangsel ini memengaruhi tingkat partisipasi pemilih yang mengalami kemerosotan.
Diketahui, tingkat partisipasi pemilih dalam perhelatan Pemilihan Gubernur Banten dan Wali Kota Tangsel di tahun 2024 ini berada di persentase 57,1 persen. Sedangkan pada Pilkada 2020 silam, partisipasi pemilih mencapai 61 persen.
Baca Juga: Pemilih Pemula di Kota Tangerang Sebanyak 3.363 dari Total 1.377.828 DPT
Sebelumnya, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Tangsel Apria Roles Saputro telah menanggapi rendahnya partisipasi pemilih di Tangsel tersebut. Menurutnya, merosotnya partisipasi pemilih Pilkada 2024 ini disebabkan minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU setempat.
Baca Juga: Buntut Intimidasi Pengawas TPS, Bawaslu Tangsel Bakal Panggil Ketua RW 13 Rawa Buntu
"Variabel terkait sosialisasi pada 27 november kepada masyarakat yang punya hak pilih di Tangsel ini yang kurang, mulai dari tingkat kota, kecamatan dan kelurahannya kurang sosialisasinya," ujar Apria, Rabu (04/12/2024).
"Atau mungkin sosialisasinya tidak sampai kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Tangsel," sambungnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9Balsa Sekulic Menggila! Persib Bungkam Melbourne Victory 2-0, Maung Bandung Makin Dekat ke 16 Besar
- 10MU Dihajar Bournemouth, Legenda Liverpool Mengamuk! Gerrard Sebut 6 Pemain Setan Merah Tak Cukup Bagus




