Banten

454 Ribu Warga Golput, Tingkat Partisipasi Pemilih Tangsel Anjlok

A. Zaki Iskandar | 7 Desember 2024, 12:47 WIB
454 Ribu Warga Golput, Tingkat Partisipasi Pemilih Tangsel Anjlok

AKURAT BANTEN - Sebanyak 454.354 warga Tangerang Selatan (Tangsel) tidak menggunakan hak pilihnya atau golput pada perhelatan Pilkada serentak 2024. Hal ini memengaruhi tingkat partisipasi pemilih di daerah tersebut.

Tingginya angka golput di Pilkada Tangsel itu terungkap dari formulir D hasil rekapitulasi tingkat kecamatan. Diketahui, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) di Kota Tangsel sebanyak 1.058.127 pemilih. Sedangkan, masyarakat pemilih yang menggunakan hak suaranya hanya berjumlah 603.773 pemilih.

Baca Juga: Pemungutan Suara Ulang di Kota Tangsel Minim Partisipasi

Ketua KPU Tangsel M Taufiq Mizan mengaku belum mengetahui penyebab pasti tingginya angka golput pada hajat Pemilihan Gubernur dan Pemilihan Wali Kota yang dilaksanakan di daerah tersebut. 

“Seluruh inovasi bagian kita bersosialisasi kepada stakeholder (seperti) goes to campus, goes to school, menyasar seluruh komunitas di Tangsel sudah kita rangkul,” kata Taufiq, Jumat (05/12/2024).

Taufik mengklaim, angka golput yang tinggi ini tidak hanya terjadi di Tangsel, melainkan di beberapa daerah lainnya juga mengalami hal serupa.

Baca Juga: Tingkat Partisipasi Pemilih Tak Capai Target, KPU Tangsel Bakal Lakukan Evaluasi

Meski demikian, Taufiq mengatakan, timgginya angka golput pada perhelatan Pilkada serentak di Tangsel ini akan menjadi catatan penting bagi KPU untuk melakukan evaluasi ke depannya.

"Tapi di Tangsel ini menjadi catatan penting, bahwa KPU Tangsel periode ke depan atau periode berikutnya kita tunggu desain kepemiluan,” tuturnya.

Baca Juga: Abdul Somad Minta Masyarakat Jangan Golput: Ambil Uangnya, Jangan Pilih Orangnya

Sebagai informasi, tingginya golput di Pilkada serentak di Kota Tangsel ini memengaruhi tingkat partisipasi pemilih yang mengalami kemerosotan. 

Diketahui, tingkat partisipasi pemilih dalam perhelatan Pemilihan Gubernur Banten dan Wali Kota Tangsel di tahun 2024 ini berada di persentase 57,1 persen. Sedangkan pada Pilkada 2020 silam, partisipasi pemilih mencapai 61 persen.

Baca Juga: Pemilih Pemula di Kota Tangerang Sebanyak 3.363 dari Total 1.377.828 DPT

Sebelumnya, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas dan Humas Bawaslu Tangsel Apria Roles Saputro telah menanggapi rendahnya partisipasi pemilih di Tangsel tersebut. Menurutnya, merosotnya partisipasi pemilih Pilkada 2024 ini disebabkan minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU setempat.

Baca Juga: Buntut Intimidasi Pengawas TPS, Bawaslu Tangsel Bakal Panggil Ketua RW 13 Rawa Buntu

"Variabel terkait sosialisasi pada 27 november kepada masyarakat yang punya hak pilih di Tangsel ini yang kurang, mulai dari tingkat kota, kecamatan dan kelurahannya kurang sosialisasinya," ujar Apria, Rabu (04/12/2024).

"Atau mungkin sosialisasinya tidak sampai kepada seluruh elemen masyarakat yang ada di Tangsel," sambungnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.