Banten

Tangsel Targetkan Bebas HIV-AIDS di 2030

A. Zaki Iskandar | 3 Desember 2024, 13:16 WIB
Tangsel Targetkan Bebas HIV-AIDS di 2030

 

AKURAT BANTEN - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menargetkan wilayahnya akan terbebas daribelenggu rantai penyakit menular HIV/AIDS pada tahun 2030 mendatang.  

Diketahui, kasus HIV/AIDS di Tangsel saat ini mencapai 1.917 warga menyintas penyakit tersebut. 910 orang di antaranya, sudah berhasil tersupresi. Namun bukan berarti sembuh, melainkan potensi penularannya sudah berkurang.

Baca Juga: 8 Calon Pengantin di Grobogan Positif HIV, Tetap Lanjut Menikah

"Lima tahun ke depan kita sudah semua yang tadi sembuh, kemudian tidak ada lagi penuluran-penularan baru," ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Selasa (03/12/2024).

Baca Juga: Ribuan Warga Tangsel Terpapar HIV/AIDS, Usia Produktif Paling Rentan

Karenanya, kaya Benyamin, pihaknya akan berupaya memasifkan kampanye penanganan dan pencegahan orang dengan HIV/AIDS (ODHIV)

Selain itu, kata Benyamin, pihaknya telah menyediakan sejumlah fasilitas kesehata untuk melayani screening hingga pengobatan HIV/AIDS, baik rumah sakit milik pemerintah maupun swasta.

"Yang untuk penanggulangan Aids, pengobatan ya, itu ada 6 (dokter), kemudian nanti ke depan akan kita tambah lagi. Termasuk puskesmas Insya Allah kalau obat-obatannya tersedia. Kalau obat-obatannya dari pemerintah pusat," tuturnya.

Baca Juga: 910 Warga Tangsel dengan HIV/AIDS Berhasil Tersupresi

Sebagai informasi, ribuan kasus HIV/AIDS di Tangsel tersebut didera oleh kelompok usia produktif, rentang umur 25 hingga 49 tahun serta turut menyerang anak-anak.

Atas kondisi tersebut, Benyamin mengimbau agar masyarakat untuk melakukan screening HIV/AIDS secara rutin di sejumlah fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan pencegahan dan pengobatan penyakit menular tersebut.

Baca Juga: 107 Warga Kabupaten Serang Menderita HIV/AIDS, 4 Meninggal Dunia

Benyamin juga menyarankan masyarakat untuk menghindari perilaku penyimpangan seksual serta mewaspadai penggunaan jarum suntik tranfusi darah. Sebab, dua variabel tersebut menjadi penyebab utama dalam penularan HIV/AIDS.

"Yang belum tertular hati-hati, kalau merasa ada perubahan ketahanan tubuhnya, silahkan diperiksakan ke sarana fasilitas kesehatan kita," imbau Benyamin.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.