Banten

Merasakan 'Surga Kecil' di Madinah: Keajaiban Berbuka Puasa Bersama Jutaan Umat di Masjid Nabawi

Abdurahman | 21 Februari 2026, 03:33 WIB
Merasakan 'Surga Kecil' di Madinah: Keajaiban Berbuka Puasa Bersama Jutaan Umat di Masjid Nabawi

"Rasakan sensasi berbuka puasa di Masjid Nabawi, Madinah, di mana jutaan umat berkumpul dalam harmoni 'Surga Kecil'. Intip keajaiban tradisi, menu unik Dukkah, hingga ketulusan penduduk lokal yang menyentuh hati. Pengalaman spiritual yang paling dirindukan setiap Muslim!"


AKURAT BANTEN – Ada sebuah momen di mana waktu seakan berhenti, dan ribuan perbedaan bahasa, warna kulit, serta status sosial melebur menjadi satu.

Momen itu terjadi setiap hari saat matahari mulai terbenam di ufuk Kota Madinah.

Bagi mereka yang pernah merasakannya, berbuka puasa di Masjid Nabawi bukan sekadar ritual makan, melainkan sebuah fragmen "Surga Kecil" yang turun ke bumi.

Baca Juga: Eks Dokter Kopassus Jadi Bos BPJS: Siapa Sebenarnya Mayjen dr. Prihati Pujowaskito?

Harmoni di Atas Sufrah yang Membentang

Begitu memasuki pelataran masjid, pandangan Anda akan disambut oleh ribuan meter plastik panjang atau sufrah yang membentang rapi.

Di sinilah keajaiban itu dimulai. Tanpa komando, jutaan umat Muslim dari berbagai belahan dunia duduk berdampingan, bahu-membahu dalam kesetaraan yang mutlak.

Tidak ada kursi VIP, tidak ada pemisahan kasta.

Seorang pengusaha kaya bisa saja duduk di samping seorang musafir yang hanya membawa tas kecil.

Di hadapan hidangan yang sama, semua adalah tamu Allah yang sedang menjemput keberkahan.

Baca Juga: ALHAMDULILLAH! Lebih Cepat dari Tahun Lalu! Ini Jadwal Resmi Pencairan THR ASN 2026 yang Diumumkan Menkeu

Sentuhan Ketulusan Penduduk Madinah

Keajaiban lain yang selalu menyentuh hati adalah kegigihan penduduk lokal Madinah dalam melayani jemaah.

Dengan wajah berseri, mereka "berebut" mengajak Anda duduk di area yang mereka sediakan.

Menu yang disajikan mungkin terlihat sederhana bagi mata awam, namun terasa sangat mewah bagi jiwa yang rindu:

-Kurma Ajwa yang lembut dan manis.

-Roti Gandum (Khubz) yang hangat dengan aroma khas.

-Dukkah, campuran rempah dan yoghurt yang memberikan cita rasa otentik Madinah.

-Kopi Arab (Gahwa) yang harum kapulaga, disuguhkan dengan gelas-gelas kecil yang tak pernah kering.

-Air Zamzam yang sejuk, menyegarkan kerongkongan setelah seharian menahan dahaga.

Baca Juga: Sejarah Baru! Indonesia Ditunjuk Jadi Wakil Komandan Pasukan Perdamaian Internasional di Gaza

Detik-Detik Syahdu di Bawah Payung Raksasa

Saat azan Magrib berkumandang dari menara-menara tinggi, suasana berubah menjadi hening yang magis.

Di bawah naungan payung-payung raksasa yang mulai menutup secara otomatis, jutaan orang menyuap kurma pertama mereka secara serentak.

Inilah momen yang paling dirindukan.

Ada rasa haru yang membuncah saat melihat ribuan orang berdoa dengan tangan menengadah, memohon ampunan di tanah haram.

Di sinilah letak "Surga Kecil" itu: sebuah kedamaian yang tidak bisa dibeli dengan materi, sebuah ketenangan yang hanya bisa dirasakan saat berada di dekat makam Rasulullah SAW (**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Abdurahman
A