Banten

Geger! Belum Buka Puasa, Masjid di Madura Sudah Penuh Sesak: Ternyata Ada 'Godaan' Rp300 Ribu di Balik Sajadah!

Abdurahman | 23 Februari 2026, 06:36 WIB
Geger! Belum Buka Puasa, Masjid di Madura Sudah Penuh Sesak: Ternyata Ada 'Godaan' Rp300 Ribu di Balik Sajadah!

AKURAT BANTEN – Pemandangan tak lazim mendadak viral di media sosial pada momen malam pertama salat Tarawih Ramadan 2026.

Jika biasanya saf masjid baru terisi penuh sesaat setelah azan Isya berkumandang, sebuah masjid di Sumenep, Madura, justru sudah "diserbu" jamaah sejak pukul 15.00 WIB.

Fenomena "war" saf ini pun menjadi perbincangan hangat.

Bukan tanpa alasan, ada magnet luar biasa yang membuat warga rela duduk berjam-jam di bawah terik matahari demi mengamankan posisi di dalam masjid.

Baca Juga: Layar di Kelas, Mutu di Mana? Menggugat Euforia Digitalisasi dalam Kurikulum Pendidikan

Fenomena 'Booking' Sajadah Sejak Ashar

Dalam video yang diunggah akun TikTok @infomadura dan viral di berbagai platform, tampak barisan sajadah sudah terbentang rapi memenuhi area masjid hingga meluber ke jalan raya.

Padahal, saat itu waktu berbuka puasa masih cukup lama.

Para jamaah yang didominasi kaum pria terlihat duduk dengan sabar di atas sajadah masing-masing.

Mereka seolah tidak mau kehilangan sejengkal pun tempat duduk di saf utama. Aksi "booking" tempat ini pun memicu rasa penasaran netizen: Ibadah apa yang dimulai sejak jam 3 sore?

Baca Juga: Tragis! Kronologi Bocah di Sukabumi Disiksa Ibu Tiri: Dipaksa Minum Air Mendidih Hingga Napas Terhenti

Terungkap: Ada 'Sedekah Sultan' di Balik Saf

Rasa penasaran publik akhirnya terjawab setelah video momen usai salat Tarawih beredar.

Ternyata, antusiasme membludak ini dipicu oleh adanya pembagian sedekah dari seorang dermawan atau "Sultan" setempat.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa setiap jamaah yang hadir dan mengikuti rangkaian salat Tarawih hingga selesai akan mendapatkan amplop berisi uang tunai sebesar Rp300.000.

"Bukan cuma soal uangnya, tapi ini bentuk kedermawanan yang luar biasa di awal Ramadan. Tapi ya memang harus datang awal kalau mau dapat tempat," ujar salah seorang warga di lokasi.

Momen pembagian amplop tersebut berlangsung tertib namun penuh haru.

Sejumlah panitia terlihat berkeliling membagikan amplop putih satu per satu kepada jamaah yang masih duduk di safnya.

Baca Juga: Nasib Bule Selandia Baru yang Ngamuk Saat Tadarusan di Gili Trawangan: Sudah Berani Ancam Warga, Ternyata 'Turis Ilegal'

Antara Kebutuhan Ekonomi dan Tradisi Berbagi

Fenomena ini memancing beragam reaksi di jagat maya.

Banyak netizen yang mengaitkan kejadian ini dengan kondisi ekonomi masyarakat yang sedang terjepit kenaikan harga bahan pokok.

"300 ribu itu besar sekali untuk rakyat kecil, bisa buat beli beras dan stok sahur seminggu. Wajar kalau mereka semangat," tulis salah satu komentar netizen yang bersimpati.

Namun, dari sudut pandang sosial, fenomena ini menunjukkan sisi religiusitas masyarakat Madura yang kental dengan tradisi berbagi.

Tradisi "nyelawat" atau sedekah massal memang sering terjadi di Pulau Garam, namun nominal Rp300.000 per orang untuk tarawih harian dianggap sebagai level baru dalam berderma.

Baca Juga: Hina Nabi Muhammad di TikTok, Pemuda Ini Kini Meringkuk di Sel Polda Aceh: Tidak Ada Restorative Justice!

Tips Agar Tak Ketinggalan Informasi Viral

Fenomena di Sumenep ini menjadi pengingat bahwa bulan Ramadan selalu membawa cerita unik di setiap sudut Indonesia.

Bagi Anda yang ingin merasakan atmosfer serupa, pastikan datang lebih awal, karena di tempat ini, pepatah "Siapa cepat, dia dapat" berlaku nyata bagi para pemburu berkah (dan amplop) Ramadan (**).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

A
Reporter
Abdurahman
A