Banten

Ramadhan 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Berikut Ini!

Abdurahman | 10 Februari 2026, 08:24 WIB
Ramadhan 2026 Jatuh pada Tanggal Berapa? Simak Jadwal Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Berikut Ini!

AKURAT BANTEN-Meskipun tahun 2025 baru saja dimulai, banyak umat Muslim sudah mulai bertanya-tanya: kapan awal puasa Ramadhan 2026?

Mengetahui jadwal lebih awal sangat penting untuk persiapan fisik, mental, hingga perencanaan mudik lebaran.

Berdasarkan kalender Hijriah internasional dan perhitungan astronomis, Ramadhan 1447 H diprediksi akan jatuh pada bulan Februari 2026.

Namun, apakah ada potensi perbedaan tanggal antara Muhammadiyah dan Pemerintah? Berikut rincian lengkapnya.

Baca Juga: Detik-Detik Mencekam Tradisi Nyadran Sidoarjo: Sound Horeg 1 Ton Tenggelam ke Sungai, Warga Sempat Asyik Joget!

1. Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Muhammadiyah

PP Muhammadiyah biasanya menggunakan metode Hisab Hakiki Wujudul Hilal. Berdasarkan penanggalan kalender Hijriah yang disusun, awal Ramadhan 1447 H diperkirakan jatuh pada:

  • 1 Ramadhan 1447 H: Senin, 16 Februari 2026.
  • Idul Fitri 1 Syawal 1447 H: Selasa, 17 Maret 2026.

Metode ini memungkinkan warga Muhammadiyah menentukan tanggal jauh-jauh hari karena mengacu pada perhitungan matematis posisi bulan di atas ufuk.

Baca Juga: Nilai Akademik Rendah, Apa yang Salah dengan Sistem Pendidikan Kita?

2. Awal Puasa Ramadhan 2026 Versi Pemerintah (Kemenag)

Pemerintah RI melalui Kementerian Agama menggunakan metode Imkanur Rukyat (pemantauan hilal secara langsung) yang dipadukan dengan kriteria MABIMS.

Secara kalender, prediksi Pemerintah tidak jauh berbeda:

  • Estimasi 1 Ramadhan 1447 H: 16 atau 17 Februari 2026.

Catatan Penting: Keputusan resmi pemerintah baru akan ditetapkan melalui Sidang Isbat yang digelar pada akhir bulan Sya’ban 1447 H.

Baca Juga: Update Kecelakaan Maut Singapura: Sopir Ditahan, KBRI Kawal Ketat Kasus Tewasnya Anak Pekerja Migran Indonesia

Kenapa Ada Potensi Perbedaan?

Perbedaan biasanya terjadi karena standar tinggi hilal yang digunakan.

Pemerintah mengikuti kriteria MABIMS di mana hilal harus berada pada ketinggian minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat.

Jika posisi bulan berada di bawah itu, maka bulan Sya'ban akan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

Baca Juga: Viral! Guru PPPK Paruh Waktu di Sumedang Terima Gaji Pertama Rp15 Ribu, Kok Bisa?

Persiapan Menuju Ramadhan 2026

Mengingat Ramadhan 2026 jatuh di bulan Februari, cuaca di Indonesia kemungkinan masih berada dalam musim penghujan. Berikut tips singkatnya:

  • Jaga Kesehatan Fisik: Mulai rutin berolahraga dan perbaiki pola makan sejak dini.
  • Bayar Utang Puasa: Pastikan semua tanggungan puasa tahun sebelumnya sudah lunas sebelum masuk bulan Sya'ban.
  • Manajemen Waktu: Atur jadwal kerja atau kegiatan belajar agar ibadah tetap maksimal di tengah kesibukan.

Apakah Anda sudah mulai menyiapkan tabungan untuk mudik 2026?

Pantau terus pembaruan informasi mengenai keputusan Sidang Isbat agar tidak ketinggalan berita terbaru! (**) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman