Banten

Cara Memaafkan Diri dan Berbakti pada Orang Tua yang Telah Tiada Menurut Islam

Saeful Anwar | 25 September 2025, 11:17 WIB
Cara Memaafkan Diri dan Berbakti pada Orang Tua yang Telah Tiada Menurut Islam

AKURAT BANTEN-Kehilangan orang tua adalah luka mendalam yang tak bisa disembuhkan, apalagi jika Anda belum sempat meminta maaf atas kesalahan di masa lalu.

Rasa penyesalan ini sering kali menghantui, membuat kita merasa bersalah seumur hidup.

Namun, dalam ajaran Islam, pintu maaf dan bakti kepada orang tua tidak pernah tertutup, bahkan setelah mereka meninggal dunia.

Kita bisa terus menunjukkan penyesalan, kasih sayang, dan memohonkan ampunan bagi mereka.

Lalu, bagaimana caranya meminta maaf kepada orang tua yang sudah tiada?

Baca Juga: Bukan Hanya Bikin Gemuk, Ini Bahaya Rebahan Setelah Makan yang Lebih Mengerikan

1. Perbanyak Doa dan Istighfar

Doa adalah jembatan terkuat antara kita dan orang yang sudah meninggal. Hadis Rasulullah SAW menjadi penguatnya:

"Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim)

Hadis ini menegaskan bahwa doa dari anak saleh akan menjadi pahala yang terus mengalir bagi orang tua di alam kubur.

Maka, cara terbaik untuk meminta maaf adalah dengan memperbanyak doa memohonkan ampunan dan rahmat bagi mereka.

Baca Juga: Bukan Cuma Nasi! Ini 5 Makanan Ajaib yang Bikin Janin 'Naik Kelas' dan Jadi Bayi Berbobot Ideal

2. Jalankan Amalan Jariyah Atas Nama Mereka

Selain doa, kita juga bisa menunjukkan bakti dengan melakukan amalan yang pahalanya akan terus mengalir kepada orang tua, yang dikenal sebagai sedekah jariyah.

Amalan ini bisa berupa:

Bersedekah atas nama mereka. Anda bisa bersedekah pada fakir miskin atau menyumbang untuk pembangunan masjid dan fasilitas umum lainnya.

Mewakafkan Al-Qur'an atau buku-buku agama. Dengan begitu, setiap orang yang membaca dan mengambil manfaat darinya, pahalanya akan sampai pada orang tua Anda.

Membuat sumur atau menanam pohon yang bermanfaat. Amalan ini akan terus memberikan manfaat bagi banyak orang, dan pahalanya tak akan pernah terputus.

Baca Juga: Hati-Hati, 3 Minuman Enak Ini Bisa Jadi Pemicu Gagal Ginjal!

3. Jaga Silaturahmi dengan Kerabat dan Sahabat Orang Tua

Bakti kepada orang tua tidak berhenti saat mereka tiada. Hadis lain menunjukkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan orang-orang yang mereka cintai:

"Sesungguhnya di antara bentuk bakti terbesar adalah seseorang menyambung tali silaturahmi dengan keluarga dan sahabat ayahnya setelah ia meninggal." (HR. Muslim)

Dengan menjaga silaturahmi, Anda tidak hanya menghormati orang tua Anda, tetapi juga menjalankan wasiat dan janji yang mungkin belum sempat mereka penuhi.

Ini adalah bentuk permohonan maaf yang nyata, menunjukkan bahwa Anda masih memegang erat nilai-nilai yang mereka ajarkan.

Baca Juga: JANGAN ANGGAP SEPELE! 5 Kebiasaan 'Remaja' Ini Ternyata Bom Waktu Stroke di Usia 20-an

4. Tunaikan Janji dan Wasiat Mereka

Jika orang tua Anda meninggalkan janji atau wasiat yang belum sempat dipenuhi, menunaikannya adalah salah satu bentuk bakti yang paling mulia.

Baik itu janji untuk bersedekah, melunasi utang, atau merawat keluarga. Dengan menunaikan wasiat, Anda telah membuktikan cinta dan penyesalan Anda.

Kesimpulan

Meminta maaf kepada orang tua yang telah meninggal bukanlah sekadar kata-kata penyesalan.

Ini adalah tentang bagaimana kita terus berbuat kebaikan yang dapat menjadi amal bagi mereka.

Dengan rutin mendoakan, bersedekah atas nama mereka, menjaga silaturahmi, dan menunaikan wasiat, insyaAllah permintaan maaf kita akan diterima oleh Allah SWT, dan orang tua kita akan mendapatkan keberkahan abadi di alam barzakh (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman