Chelsea Hancur Lebur! Xabi Alonso Akui Ada Masalah Besar Usai Dibungkam Brentford

AKURAT BANTEN-Chelsea kembali mendapatkan hasil mengecewakan di Liga Inggris 2026/2027. Bertandang ke markas Brentford di Gtech Community Stadium, The Blues justru hancur pada babak kedua dan harus menerima kekalahan telak 0-3, Sabtu (19/9/2026) dini hari WIB.
Kekalahan tersebut menjadi pukulan keras bagi Xabi Alonso. Bukan hanya karena Chelsea gagal membawa pulang poin, tetapi juga karena performa timnya memperlihatkan persoalan yang menurut sang pelatih harus segera dibenahi.
Chelsea sebenarnya mampu bermain cukup baik pada babak pertama. Namun, setelah turun minum, situasi berubah drastis.
Brentford mengambil alih kendali dan Chelsea kehilangan konsistensi permainan. Jaidon Anthony membuka keunggulan tuan rumah, sebelum Igor Thiago dan Fabio Carvalho menambah dua gol pada fase akhir pertandingan.
Hasil tersebut membuat Chelsea telah menjalani tiga pertandingan Premier League tanpa kemenangan, setelah sebelumnya kalah dari Arsenal dan bermain imbang melawan Hull City.
Baca Juga: Roy Suryo dan Dokter Tifa Pede Bebas dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan Kuasa Hukum
Xabi Alonso Akui Ada Masalah Besar
Setelah pertandingan, Xabi Alonso tidak berusaha mencari kambing hitam.
Pelatih asal Spanyol tersebut justru mengakui bahwa Chelsea memiliki persoalan yang sangat jelas: mereka belum mampu mempertahankan konsistensi dan mentalitas kompetitif selama pertandingan berlangsung.
Menurut Alonso, Chelsea kehilangan level permainan yang dibutuhkan pada babak kedua.
Kami kehilangan konsistensi dan mentalitas kompetitif yang dibutuhkan pada babak kedua. Ini tentang 95 menit pertandingan. Kami belum mampu mempertahankan level tersebut sepanjang pertandingan dan itu sesuatu yang harus kami perbaiki.
Pernyataan itu menjadi salah satu sorotan utama setelah kekalahan Chelsea.
Alonso melihat persoalan The Blues bukan sekadar mengenai satu kesalahan atau satu gol. Ada persoalan konsistensi yang membuat Chelsea gagal menjaga pertandingan tetap berada dalam kendali mereka.
Baca Juga: Purbaya Dicopot Prabowo, Henri Subiakto Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Rasa Leganya
Babak Pertama Chelsea Masih Menjanjikan
Yang membuat kekalahan tersebut terasa semakin mengecewakan adalah penampilan Chelsea pada babak pertama.
The Blues mampu menguasai permainan dan tampil lebih baik sebelum jeda. Bahkan Chelsea sempat memiliki beberapa momen untuk mengancam pertahanan Brentford.
Namun, keunggulan permainan tersebut tidak mampu dipertahankan setelah pertandingan memasuki babak kedua.
Brentford justru tampil semakin agresif.
Chelsea mulai kehilangan kontrol, sementara tuan rumah semakin percaya diri dalam memanfaatkan ruang dan kelemahan pertahanan The Blues.
Alonso menilai pertandingan seperti ini dapat berubah hanya karena detail kecil.
Dan Chelsea memberikan terlalu banyak kesempatan kepada Brentford untuk mengambil keuntungan.
Baca Juga: Heboh Suahasil Nazara Dituding Korupsi Rp500 Triliun, Ternyata Judul Beritanya Dipalsukan
Tiga Gol Brentford Jadi Bukti Masalah Chelsea
Gol pertama Brentford pada menit ke-61 menjadi titik balik pertandingan.
Jaidon Anthony berhasil memecah kebuntuan dan membuat Chelsea berada dalam posisi tertinggal.
Alih-alih segera bangkit, Chelsea justru semakin kesulitan menemukan ritme permainan.
Igor Thiago kemudian menggandakan keunggulan Brentford, sebelum Fabio Carvalho mencetak gol ketiga pada masa tambahan waktu.
Skor 3-0 akhirnya bertahan hingga pertandingan berakhir.
Bagi Chelsea, tiga gol tersebut sekaligus memperlihatkan betapa rapuhnya permainan mereka ketika pertandingan memasuki fase krusial.
Sky Sports mencatat Chelsea kembali bermasalah dalam bertahan, termasuk ketika menghadapi situasi bola mati, dan kesulitan menjaga mentalitas kompetitif setelah tertinggal.
Baca Juga: Kaus Roy Suryo Saat Praperadilan Jadi Sorotan, Ada Tulisan “Tobatlah” hingga Tampil Pakai Toga
Detail Kecil yang Justru Menghancurkan Chelsea
Xabi Alonso secara khusus menyoroti detail-detail kecil dalam pertandingan.
Menurutnya, pertandingan Premier League sangat ketat sehingga sebuah kesalahan kecil dapat memberikan keuntungan besar kepada lawan.
Detail-detail kecil bisa menjadi penentu. Anda tidak boleh memberikan keuntungan dalam pertandingan seperti ini.
Masalahnya, Chelsea justru gagal menjaga hal tersebut.
Setelah Brentford mencetak gol pertama, The Blues terlihat kehilangan kendali dan tidak mampu memberikan respons yang cukup kuat.
Alonso pun menyadari bahwa Chelsea harus memperbaiki banyak aspek, bukan hanya satu bagian permainan.
Baca Juga: Kejari Kota Tangerang Tangkap Buron Kasus Dokumen Pabean Palsu di Benda
Pertahanan Chelsea Kembali Jadi Sorotan
Kekalahan 0-3 dari Brentford juga memperpanjang persoalan pertahanan Chelsea pada awal musim ini.
Dalam lima pertandingan Premier League, Chelsea telah kebobolan 12 gol. The Blues juga belum mampu mencatatkan clean sheet dalam rangkaian tersebut.
Situasi bola mati menjadi salah satu persoalan yang kembali terlihat.
Bek Chelsea, Levi Colwill, bahkan mengakui bahwa timnya harus memperbaiki duel-duel bola mati dan tidak bisa hanya berharap lini depan menyelamatkan mereka ketika berada dalam kesulitan.
Ini menunjukkan bahwa persoalan Chelsea bukan hanya produktivitas di lini depan.
Ada pekerjaan rumah besar di sektor pertahanan dan bagaimana seluruh pemain menjaga organisasi permainan.
Baca Juga: Skuad Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Terungkap! Jay Idzes Absen, Ada Kejutan di Lini Depan
Alonso Tak Mau Cari Alasan
Menariknya, Alonso tidak menjadikan absennya beberapa pemain sebagai alasan utama kekalahan.
Dalam keterangan resmi Chelsea, Alonso menegaskan bahwa tim harus melihat persoalan tersebut secara langsung dan bekerja untuk melakukan perbaikan.
Baginya, Chelsea masih berada dalam proses.
Namun, proses tersebut harus diikuti dengan perkembangan yang terlihat di lapangan.
Sebab, Premier League tidak memberikan banyak ruang bagi sebuah tim untuk kehilangan konsentrasi.
Satu kesalahan bisa menghasilkan gol.
Satu duel yang kalah dapat mengubah momentum.
Dan ketika lawan sudah mendapatkan kepercayaan diri, pertandingan bisa berubah dengan sangat cepat.
Baca Juga: Akhirnya Diadili! Roy Suryo Hadapi Sidang Kasus Ijazah Jokowi Usai 5 Kali Ajukan Praperadilan
Jeda Internasional Jadi Momen Penting
Kekalahan dari Brentford datang pada momentum yang cukup penting karena kompetisi akan memasuki jeda internasional.
Periode tersebut dapat menjadi kesempatan bagi Alonso dan staf pelatih untuk mengevaluasi berbagai persoalan yang terlihat dalam lima pertandingan awal.
Mulai dari pertahanan, bola mati, penguasaan pertandingan, hingga mentalitas ketika menghadapi tekanan.
Alonso sendiri mengakui bahwa Chelsea masih harus belajar memahami pertandingan dan mengetahui apa yang dibutuhkan agar mampu terus bersaing sampai peluit akhir.
Namun, hasil di Brentford menunjukkan bahwa pekerjaan tersebut tidak sederhana.
Chelsea mampu menunjukkan kualitas selama periode tertentu, tetapi belum berhasil mempertahankan level tersebut secara konsisten.
Baca Juga: Bukan Lagi Praperadilan! Roy Suryo Hadapi Sidang Kasus Ijazah Jokowi, Apa Dakwaannya?
Chelsea Hancur di Babak Kedua, Alonso Punya Pekerjaan Besar
Kekalahan 0-3 dari Brentford akhirnya menjadi gambaran jelas mengenai masalah yang sedang dihadapi Chelsea.
Babak pertama memberikan harapan.
Babak kedua justru berubah menjadi mimpi buruk.
Tiga gol bersarang di gawang Chelsea dan tidak ada balasan hingga peluit akhir.
Bagi Xabi Alonso, persoalannya kini bukan hanya bagaimana membuat Chelsea bermain bagus selama 45 menit.
The Blues harus mampu mempertahankan fokus, konsistensi, mentalitas kompetitif, dan organisasi permainan sepanjang pertandingan.
Alonso menyadari pekerjaan tersebut membutuhkan waktu. Tetapi ia juga mengetahui bahwa standar Chelsea di Premier League menuntut lebih dari sekadar penampilan bagus sesaat.
Kekalahan dari Brentford menjadi alarm keras: Chelsea bukan hanya kehilangan tiga poin, tetapi juga kembali memperlihatkan masalah yang harus segera ditemukan solusinya oleh Xabi Alonso.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 2Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 3Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 4Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 5Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 6Truk Air Bantuan Ditahan di Pintu Tol Janger, Kabid BPBD: Kami Pikirkan Keselamatan Pengendara, tapi Balasannya Begini
- 7KEK ETKI Banten Buka Keran Investasi Ekonomi Kreatif, Gandeng Kemenekraf
- 8Saiful Milah Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang yang Baru
- 9Roy Suryo dan Dokter Tifa Pede Bebas dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan Kuasa Hukum
- 10Purbaya Dicopot Prabowo, Henri Subiakto Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Rasa Leganya









