Transfer Mohamed Salah Berbelok Drastis! Gagal ke Besiktas, MLS Jadi Tujuan Paling Realistis

AKURAT BANTEN - Masa depan Mohamed Salah masih menjadi salah satu topik terpanas pada bursa transfer musim panas 2026. Setelah resmi berpisah dengan Liverpool di akhir musim lalu, penyerang asal Mesir itu masih berstatus tanpa klub.
Kini, peluang Salah melanjutkan karier di Turki dipastikan mengecil setelah Besiktas memutuskan menghentikan negosiasi, sementara pintu menuju Major League Soccer (MLS) justru semakin terbuka.
Direktur olahraga Besiktas, Onder Ozen, mengonfirmasi bahwa klubnya tidak akan mengajukan penawaran baru kepada Salah.
Padahal, kedua belah pihak telah menggelar tiga kali pertemuan dan pembicaraan awal disebut berjalan positif.
Baca Juga: MU Bergerak Diam-diam! Winger Juventus Masuk Radar, Faktor Bruno Fernandes Bisa Tentukan Transfer
Namun, situasi berubah ketika negosiasi memasuki tahap pembahasan finansial. Menurut Ozen, sejumlah permintaan dari kubu Salah membuat Besiktas memutuskan menghentikan proses negosiasi karena tidak sesuai dengan kebijakan finansial klub.
Ia menegaskan Besiktas tidak ingin memaksakan diri melampaui struktur pengeluaran yang telah ditetapkan.
Kegagalan tersebut membuat arah karier Salah kini bergeser ke Amerika Serikat. Sejumlah laporan menyebut klub MLS Sporting Kansas City menjadi peminat paling serius dan telah menjalin komunikasi dengan perwakilan sang pemain.
Hingga kini memang belum ada kesepakatan resmi, tetapi peluang hijrah ke kompetisi Amerika dinilai semakin besar setelah opsi Besiktas tertutup.
Baca Juga: Dulu Dibeli Rp1,4 Triliun, Kini Menganggur! Jadon Sancho Masih Berburu Klub Baru
Status Salah sebagai agen bebas membuat proses transfer relatif lebih sederhana karena klub peminat tidak perlu membayar biaya transfer. Kendati demikian, gaji sang pemain tetap menjadi tantangan utama.
Selama membela Liverpool, Salah termasuk salah satu pemain dengan bayaran tertinggi di Premier League sehingga hanya segelintir klub yang mampu memenuhi tuntutan finansialnya.
Keputusan Salah meninggalkan Liverpool sekaligus mengakhiri perjalanan luar biasa selama sembilan musim di Anfield. Sejak didatangkan dari AS Roma pada 2017, ia menjelma menjadi salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub.
Selama berseragam The Reds, Salah mencatatkan 257 gol dalam 442 pertandingan di semua kompetisi. Ia membantu Liverpool meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk dua trofi Premier League, Liga Champions, Piala FA, Piala Liga Inggris, UEFA Super Cup, hingga Piala Dunia Antarklub.
Baca Juga: Fantastis! Lewandowski Tolak Gaji Rp3,8 Triliun dari Arab Saudi, Demi Bertahan di Barcelona
Selain itu, ia juga empat kali meraih penghargaan Sepatu Emas Premier League dan menjadi salah satu pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah kompetisi tersebut.
Meski telah berusia 34 tahun, performa Salah dinilai masih berada di level elite. Kecepatan, penyelesaian akhir, serta konsistensinya di depan gawang membuat banyak klub tetap tertarik menggunakan jasanya.
Karena itu, persaingan mendapatkan tanda tangannya diperkirakan masih akan berlangsung hingga penutupan bursa transfer.
MLS sendiri dalam beberapa tahun terakhir semakin menarik minat pemain-pemain bintang Eropa. Kompetisi tersebut sukses mendatangkan sejumlah nama besar dan terus membangun reputasi sebagai destinasi baru bagi pesepak bola kelas dunia.
Kehadiran Salah tentu akan menjadi dorongan besar bagi popularitas liga sekaligus memperkuat daya tarik sepak bola di Amerika Serikat.
Di sisi lain, kegagalan merekrut Salah menjadi pukulan bagi Besiktas yang sejak awal berharap kehadiran legenda Liverpool itu dapat meningkatkan kualitas tim sekaligus nilai komersial klub. Namun, manajemen memilih tidak mengorbankan stabilitas finansial demi satu transfer besar.
Kini, masa depan Mohamed Salah memasuki babak baru. Dengan Besiktas resmi mundur dari persaingan, fokus tertuju pada MLS yang disebut menjadi tujuan paling realistis bagi sang bintang.
Jika negosiasi berjalan lancar, Salah berpotensi menjadi salah satu rekrutan terbesar dalam sejarah liga dan melanjutkan kariernya di panggung sepak bola Amerika setelah menorehkan kisah gemilang bersama Liverpool.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 5Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 6TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 7Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 8Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 9Cristiano Ronaldo Cetak Hat-trick dalam 15 Menit, Total Gol Karier Kini Tembus 985
- 10Inter Miami Ditahan Imbang FC Cincinnati 2-2, Posisi Lionel Messi Terancam di Klasemen MLS








