Tembus Angka Miliaran! Mengintip Isi Rekening Bojan Hodak dan Mauricio Souza, Siapa Pelatih Termahal?

AKURAT BANTEN – Di balik layar panasnya rivalitas Persija Jakarta melawan Persib Bandung, tersimpan sebuah fakta yang membuat dahi berkerut.
Bukan soal strategi parkir bus atau tiki-taka, melainkan soal angka-angka nol yang berjejer di dalam kontrak sang juru taktik.
Menjelang duel akbar pekan ke-32 Super League 2025-2026, spekulasi mengenai "isi rekening" Bojan Hodak dan Mauricio Souza mendadak jadi buah bibir.
Benarkah nilai kontrak keduanya mencerminkan jurang perbedaan yang sangat dalam?
Bojan Hodak: Arsitek "Double Winner" Berharga Selangit
Status Bojan Hodak di Persib Bandung saat ini adalah "Unstoppable".
Membawa Maung Bandung juara dua musim beruntun bukan perkara mudah, dan manajemen Persib tahu betul cara menghargai prestasi tersebut.
Kabar yang beredar di lingkup internal liga menyebutkan bahwa Bojan Hodak telah menandatangani perpanjangan kontrak dengan nilai yang menembus angka Rp10 Miliar per musim.
Baca Juga: Viral! Detik-detik Presiden PFA Tolak Salaman dengan Israel, Ini Alasan Lengkapnya!
Angka ini belum termasuk bonus kemenangan dan fasilitas mewah lainnya.
Dalam sepak bola modern, prestasi adalah mata uang paling berharga. Nilai kontrak seorang pelatih bukan sekadar angka, melainkan investasi untuk sejarah dan kebanggaan sebuah klub besar.
Jika dikonversi ke pendapatan bulanan, pelatih asal Kroasia ini diperkirakan menerima kucuran dana sekitar Rp830 Juta per bulan.
Sebuah nilai yang sangat pantas untuk pelatih yang sudah memberikan garansi trofi di lemari Maung Bandung.
Baca Juga: Tiga Masjid Terdampak Banjir di Aceh Rampung Direnovasi Bantuan Masyarakat Kota Tangerang
Mauricio Souza: Debutan Brasil dengan Kontrak VVIP
Di sisi lain, Persija Jakarta mendatangkan Mauricio Souza bukan tanpa modal besar.
Pelatih asal Brasil ini datang dengan portofolio internasional yang mentereng.
Meski Persija cenderung lebih tertutup soal dapur keuangan mereka, banyak pengamat meyakini nilai kontrak Souza berada di kategori VVIP.
Rumor yang berkembang menyebutkan bahwa demi menggoyang dominasi Persib, Persija berani memberikan tawaran yang sangat kompetitif.
Meski mungkin secara nominal "garansi prestasi" Bojan sedikit lebih unggul karena faktor sejarah di Indonesia, Mauricio Souza tetap masuk dalam jajaran pelatih dengan bayaran termahal di Liga 1 musim ini.
Baca Juga: Tembus Rekor! 25 Kali Roy Suryo Bolak-Balik Polda, Kuasa Hukum: Semua Gara-gara Jokowi!
Adu Tajir Sebelum Adu Taktik
Perbandingan gaji kedua pelatih ini memang terlihat kontras. Bojan dengan nilai "pasti" dari hasil keringat dua gelar juara, sementara Souza dengan nilai "potensi" untuk membangkitkan kembali kejayaan Macan Kemayoran.
Pertanyaannya, apakah gaji miliaran ini akan berbanding lurus dengan hasil di lapangan saat peluit kick-off dibunyikan?
Uang mungkin bisa membeli pelatih terbaik, namun di atas lapangan, strategi dan mentalitaslah yang akan menentukan siapa yang layak menyandang status sebagai yang terbaik di Indonesia.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 3Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







