Banten

Presiden Federasi Sepak Bola Prancis Bela Kylian Mbappe di Tengah Kontroversi China

Viona Sebastian Nolani | 31 Oktober 2026, 12:28 WIB
Presiden Federasi Sepak Bola Prancis Bela Kylian Mbappe di Tengah Kontroversi China
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe. - Instagram/@k.mbappe

AKURAT BANTEN - Presiden Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), Philippe Diallo, memberikan pembelaan kepada Kylian Mbappe setelah pemain Real Madrid tersebut mendapat kecaman dari masyarakat China.

Kontroversi ini muncul menyusul pernyataan Mbappe yang berkaitan dengan mantan pemimpin China.

Philippe Diallo menegaskan bahwa kapten tim nasional Prancis tersebut sudah menjelaskan maksud pernyataannya dan tidak memiliki niat untuk menghina siapa pun.

Menurut laporan Reuters, Diallo juga menyebut Mbappe telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Baca Juga: Harry Kane Kalahkan Kylian Mbappe di Ballon d'Or 2026, Selisih Suara Hanya 28 Poin

Presiden FFF tersebut berharap polemik ini segera berakhir sehingga Mbappe dapat kembali berkonsentrasi menjalani musim bersama Real Madrid.

Sebelumnya, Mbappe mengakui bahwa pernyataannya tidak dipikirkan secara matang dan telah melukai perasaan banyak masyarakat China.

Sehari setelah permintaan maaf tersebut, Real Madrid juga mengeluarkan pernyataan resmi.

Klub asal Spanyol itu menyampaikan permintaan maaf sekaligus menegaskan penghormatan para pemainnya terhadap masyarakat China.

Namun, dampak kontroversi tersebut tidak hanya terjadi di dunia sepak bola.

Baca Juga: Lionel Messi Tegaskan Bertahan di Inter Miami, Rumor Pulang ke Newell's Old Boys Terbantahkan

Sejumlah perusahaan dan mitra komersial mulai mengambil tindakan dengan mengakhiri kerja sama bersama Mbappe.

Beberapa merek yang dilaporkan menghentikan kemitraan tersebut antara lain Mengniu, Milkground, dan Eastroc Beverage.

Dampak lainnya terlihat pada sektor penyiaran pertandingan sepak bola di China.

Reuters melaporkan bahwa platform Migu tidak akan menayangkan pertandingan Real Madrid melawan Racing Santander pada Minggu, 1 November.

Situasi tersebut membuat Presiden La Liga Javier Tebas turut mengambil langkah untuk meredakan ketegangan.

Tebas membentuk tim khusus untuk menangani krisis dan mengadakan pertemuan dengan Duta Besar China untuk Spanyol, Yao.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperbaiki hubungan antara sepak bola Spanyol dan pasar China.

Sementara itu, laporan AFP menyebut akun Mbappe di platform Xiaohongshu yang memiliki lebih dari satu juta pengikut juga telah diblokir.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa kontroversi pernyataan Mbappe telah meluas jauh melampaui persoalan pribadi.

Real Madrid dan La Liga turut menghadapi dampak dari polemik tersebut, terutama dalam hubungan komersial dan popularitas mereka di pasar China.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.