Kontroversi Kylian Mbappe di China Meledak, Sponsor Mundur dan Kerugian Bisnis Terancam Capai 100 Juta Dolar AS

AKURAT BANTEN - Bintang sepak bola Kylian Mbappe dilaporkan menghadapi kontroversi besar di China setelah pernyataannya memicu kemarahan publik dan berdampak pada aktivitas komersialnya di negara tersebut.
Menurut Sina Finance, kontroversi itu bermula dari sebuah program yang tayang pada April ketika Mbappe melontarkan candaan mengenai meme yang disebut berasal dari China.
Komentarnya kemudian dianggap tidak menghormati pemimpin China dan memicu perdebatan luas di kalangan masyarakat.
Pada 27 Oktober, video yang memuat pernyataan tersebut menyebar dengan cepat di media sosial dan membuat gelombang kritik terhadap pemain Real Madrid itu semakin besar.
Dampaknya bahkan disebut meluas hingga penghentian penayangan pertandingan La Liga di China.
Mengutip People's Daily, topik terkait kontroversi Mbappe di Weibo, salah satu platform media sosial terbesar di China, telah mengumpulkan lebih dari dua miliar tayangan.
Angka tersebut menggambarkan besarnya perhatian publik terhadap persoalan yang melibatkan pemain asal Prancis tersebut.
Sejumlah topik terkait Mbappe bahkan mendapatkan ratusan juta tayangan dan jutaan komentar dari pengguna media sosial.
Topik "Mbappe tahu bagaimana rasanya dipermalukan tetapi tidak mengerti apa itu rasa hormat" tercatat memperoleh 570 juta tayangan.
Baca Juga: Lionel Messi Absen Lawan New England Revolution, Inter Miami Kehilangan Kapten Usai Drama Imbang 2-2
Sementara itu, topik "Permintaan maaf Mbappe" mendapatkan 490 juta tayangan.
Topik mengenai penghapusan konten Mbappe dari berbagai platform mencapai 130 juta tayangan, sedangkan pembahasan tentang pernyataannya mengenai China dan anggapan bahwa permintaan maaf tidak dapat menyelamatkannya masing-masing juga menarik perhatian besar.
Gelombang boikot tersebut mulai memengaruhi hubungan bisnis Mbappe dengan sejumlah perusahaan China.
Dongpeng Beverage Group dilaporkan menjadi perusahaan pertama yang mengumumkan pembatalan kontrak sponsor dengan sang pemain.
Perusahaan produk susu Mengniu dan produsen keju Milkground kemudian turut mengambil langkah menjauh dari Mbappe.
Dampak kontroversi juga menjalar ke dunia penyiaran setelah Televisi Pusat China atau CCTV menghentikan penayangan pertandingan La Liga.
Ketua La Liga, Javier Tebas, bahkan disebut harus menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada para penggemar sepak bola di China.
Industri permainan digital turut mengambil langkah serupa dengan menghapus Mbappe dari sejumlah gim sepak bola.
Sedikitnya delapan gim disebut terdampak, termasuk FC Online, FC Football World, EFootball (PES), PES Online, PES Collection, Top Football Club, dan Football Master.
Selain itu, akun resmi Adidas China mengumumkan penghentian penjualan jersey Mbappe di pasar China.
Kehadiran pemain tersebut di sejumlah platform media sosial China juga dilaporkan mengalami pembatasan.
Platform Xiaohongshu menjelaskan bahwa kerja sama konten dengan Mbappe dimulai pada 2024 dan berakhir pada 31 Desember 2024, sembari melanjutkan peninjauan serta penghapusan konten terkait.
Pencarian kata kunci "Mbappe" di akun Weibo CCTV News dan situs CCTV.com juga dilaporkan tidak menampilkan hasil.
Komunitas olahraga Hupu dan Dongqiudi turut menghapus sejumlah unggahan yang berkaitan dengan pemain tersebut, sementara akun penggemar serta akun pribadi dilaporkan mengalami pembatasan.
Rangkaian tindakan tersebut disebut berlangsung kurang dari 24 jam, mulai dari mencuatnya kontroversi hingga berbagai perusahaan dan platform mengambil keputusan.
Dari sisi keuangan, pembatalan kerja sama diperkirakan membuat Mbappe kehilangan pendapatan sekitar 7 juta euro per tahun.
Financial Times menggambarkan peristiwa tersebut sebagai "kasus klasik seorang bintang olahraga papan atas yang melanggar batas di pasar regional."
Surat kabar itu juga mengutip seorang analis bisnis olahraga yang berbasis di Shanghai yang menyebut bahwa tim Mbappe telah menjadikan China sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnisnya selama dua tahun terakhir.
Pendapatan sponsor global Mbappe pada musim ini diperkirakan mencapai sekitar 30 juta dolar AS, dengan merek-merek China menyumbang setidaknya sepertiga dari jumlah tersebut.
Jika dampak pembatalan kontrak dan hilangnya peluang komersial terus berlanjut, potensi kerugian bisnis Mbappe diperkirakan dapat mencapai 100 juta dolar AS.
Kontroversi ini menunjukkan besarnya pengaruh opini publik terhadap kerja sama komersial atlet internasional, terutama ketika hubungan mereka dengan pasar regional menghadapi persoalan reputasi.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 6Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Uang Pelicin Rp338 Juta di Balik Kredit Fiktif Bank BJB: Polda Banten Bongkar Modus Licik Rekayasa Dokumen, Negara Boncos Rp8,7 Miliar!
- 9TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 1013 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan









