Banten

Mbappe Diboikot di China, FC Online dan eFootball Hapus Konten Promosinya

Viona Sebastian Nolani | 29 Oktober 2026, 11:03 WIB
Mbappe Diboikot di China, FC Online dan eFootball Hapus Konten Promosinya
Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe. - Instagram/@k.mbappe

AKURAT BANTEN - Sejumlah game sepak bola di China mulai menghentikan promosi yang berkaitan dengan Kylian Mbappe.

Keputusan tersebut muncul setelah pernyataan penyerang Real Madrid itu memicu gelombang kritik di negara tersebut.

Kontroversi yang berkembang bahkan meluas dari dunia sepak bola ke sektor sponsor dan industri esports.

Dua gim sepak bola yang populer di kalangan pemain China, FC Online dan eFootball, turut mengambil langkah terhadap citra Mbappe.

Baca Juga: Barcelona Kalah Beruntun dari PSG dan Real Madrid, Strategi Hansi Flick Mulai Dipertanyakan

Melalui pengumuman di akun WeChat resmi mereka, tim operasional FC Online China menyatakan telah menghapus konten terkait Mbappe dari berbagai saluran di luar permainan.

Penyesuaian terhadap konten di dalam gim juga akan dilakukan melalui pembaruan.

Namun, pihak pengelola belum mengumumkan jadwal pasti pelaksanaan perubahan tersebut.

Situasi ini menempatkan Mbappe dalam posisi yang tidak biasa.

Baca Juga: Kondisi Vincent Kompany Masih Dipantau, Bayern Munich Utamakan Pemulihan Pelatih

Kontroversi yang awalnya terjadi di luar lapangan kini turut memengaruhi kehadirannya dalam dunia sepak bola virtual.

Meski demikian, pengumuman FC Online belum memastikan bahwa Mbappe akan sepenuhnya dihapus dari daftar pemain yang tersedia di China.

Langkah serupa juga diumumkan oleh eFootball, gim yang sebelumnya dikenal dengan nama Pro Evolution Soccer atau PES.

Pengelola gim tersebut menyatakan akan menghentikan promosi Mbappe, baik di dalam maupun di luar permainan, untuk pasar China.

Versi lokal seperti PES Online dan PES Mobile juga akan menghentikan produksi karakter serta kartu pemain yang berkaitan dengan penyerang Prancis tersebut.

Pihak pengelola menyebutkan bahwa langkah lanjutan masih mungkin diumumkan dalam waktu dekat.

Gelombang boikot terhadap Mbappe bermula dari sebuah video yang viral di internet.

Dalam rekaman tersebut, Mbappe disebut membicarakan gambar hasil penyuntingan Photoshop yang menempelkan wajahnya pada gambar tokoh sejarah China.

Pernyataannya yang bernada bercanda dianggap tidak menghormati masyarakat China oleh sejumlah pihak.

Meski demikian, Reuters dan AFP melaporkan bahwa mereka tidak dapat memverifikasi keaslian rekaman tersebut secara independen.

Pada 27 Oktober, Mbappe akhirnya menyampaikan permintaan maaf.

Ia mengakui bahwa ucapannya tidak dipikirkan dengan matang dan telah menyakiti banyak orang di China.

Sebelum permintaan maaf itu disampaikan, sedikitnya tiga perusahaan China telah mengumumkan penghentian kerja sama bisnis dengan sang pemain.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa pernyataan pesepak bola di luar lapangan dapat membawa dampak besar terhadap karier dan hubungan komersial mereka.

Dalam kasus Mbappe, konsekuensinya bahkan meluas hingga ke industri gim dan esports.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.