Barcelona Kalah Beruntun dari PSG dan Real Madrid, Strategi Hansi Flick Mulai Dipertanyakan

AKURAT BANTEN - Barcelona melewati pekan yang sulit setelah menelan kekalahan dari Paris Saint-Germain di Liga Champions dan Real Madrid dalam El Clasico La Liga.
Hasil tersebut menjadi pukulan bagi tim yang sebelumnya mampu mencatatkan 11 kemenangan beruntun di semua kompetisi pada awal musim.
Di bawah arahan Hansi Flick, Barcelona kini menghadapi persoalan dalam mengendalikan lini tengah, menjaga pertahanan, dan memaksimalkan peluang ketika berhadapan dengan tim besar.
Dua kekalahan tersebut memperlihatkan kelemahan yang dapat dimanfaatkan lawan.
Baca Juga: Kondisi Vincent Kompany Masih Dipantau, Bayern Munich Utamakan Pemulihan Pelatih
Strategi pressing tinggi Barcelona justru meninggalkan ruang terbuka di lini belakang.
Situasi ini menyulitkan pertahanan Blaugrana ketika menghadapi pemain cepat dan terampil seperti Kylian Mbappe dari Real Madrid serta Desire Doue dari PSG.
Dalam kedua pertandingan tersebut, Barcelona juga terlihat rentan menghadapi tendangan sudut dan serangan yang memanfaatkan ruang kosong.
Sistem pressing yang diterapkan Flick memang dapat memberikan tekanan kepada lawan, tetapi pendekatan tersebut juga berisiko membuka celah di belakang garis pertahanan.
Masalah lain yang menjadi perhatian adalah catatan kebobolan Barcelona dari situasi sepak pojok.
Di bawah asuhan Flick, tim Catalan tersebut telah kebobolan delapan gol dari tendangan sudut di Liga Champions.
Barcelona memasuki El Clasico dengan ambisi menjadi tim pertama dalam sejarah La Liga yang memenangkan seluruh 10 pertandingan pembuka musim.
Namun, Real Madrid berhasil menggagalkan ambisi tersebut.
Tim asuhan Jose Mourinho bermain disiplin, memanfaatkan kesalahan Barcelona, dan membawa pulang tiga poin berkat penampilan gemilang Mbappe.
Dua kekalahan beruntun dari PSG dan Real Madrid membuat Barcelona harus mengevaluasi kembali performa mereka.
Meski kalah pada pekan ke-10, Blaugrana masih memimpin klasemen La Liga musim 2026-2027.
Namun, jarak dengan Atletico Madrid dan Real Madrid semakin dekat sehingga persaingan menuju gelar juara diperkirakan semakin ketat.
Kekalahan dari Real Madrid juga mengakhiri catatan sembilan kemenangan beruntun Barcelona di La Liga.
Bagi Real Madrid, kemenangan dalam El Clasico memiliki arti lebih besar daripada sekadar mengalahkan rival abadi mereka.
Hasil tersebut juga memperkecil jarak poin sekaligus menggagalkan Barcelona menciptakan rekor baru.
Sebelum pekan ke-10, Real Madrid berpotensi tertinggal enam hingga sembilan poin dari Barcelona.
Ketertinggalan sembilan poin akan menjadi beban psikologis besar bagi Los Blancos.
Namun, setelah kemenangan tersebut, selisih kedua tim menyusut menjadi tiga poin.
Hasil positif melawan rival langsung juga mengurangi tekanan terhadap Real Madrid.
Mbappe menjadi tokoh utama kemenangan tersebut setelah mencetak dua gol dan dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Pertandingan.
Sejak bergabung dengan Real Madrid, penyerang Prancis itu telah mencetak delapan gol dalam tujuh pertandingan El Clasico di La Liga.
Secara keseluruhan, ia telah mengoleksi 14 gol dalam 11 pertandingan melawan Barcelona.
Mbappe juga berhasil mencapai tonggak 100 gol bersama Real Madrid.
Performa tersebut membantu Los Blancos kembali menempati posisi ketiga klasemen La Liga dengan koleksi 24 poin.
Mereka kini hanya terpaut satu poin dari Atletico Madrid dan tiga poin dari Barcelona.
Di bawah arahan Mourinho, Real Madrid juga mempertahankan catatan tidak terkalahkan dalam enam pertandingan melawan tim Catalan tersebut.
Catatan itu terdiri atas empat kemenangan dan dua hasil imbang.
Sepanjang kariernya, Mourinho telah menghadapi berbagai pelatih besar, mulai dari Arsene Wenger dan Alex Ferguson di Premier League hingga Pep Guardiola di La Liga.
Namun, El Clasico kali ini menjadi pertemuan pertamanya dengan Hansi Flick.
Sebelumnya, kedua pelatih hanya pernah bertemu satu kali dalam fase grup Liga Champions musim 2019-2020.
Saat itu, Flick menangani Bayern Munich, sedangkan Mourinho melatih Tottenham Hotspur.
Bayern memenangkan pertandingan tersebut dengan skor 3-1.
Setelah duel taktik pada pekan ke-10, persaingan antara Mourinho dan Flick berpotensi menjadi salah satu cerita menarik di La Liga.
Barcelona kini dituntut memperbaiki pendekatan permainan, terutama saat menghadapi lawan yang mampu memanfaatkan ruang dan mengubah strategi dengan cepat.
Flick dan para pemainnya harus segera menemukan kembali performa terbaik ketika menjamu Alavés pada akhir pekan.
Setelah itu, Barcelona akan menghadapi Aston Villa dalam lanjutan Liga Champions pekan berikutnya.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 2Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 3Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 4Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 5Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 8Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 9Barcelona Didenda akibat Pendekatan kepada Julian Alvarez, Atletico Ajukan Keluhan
- 10Cristiano Ronaldo Masuk Skuad Sementara Portugal, Peluang Kembali Terbuka








