Banten

Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya

Abdurahman | 4 Oktober 2026, 12:17 WIB
Viral di Jakarta! Surat Asli Bupati Sigi Berisi Permohonan Bantuan Jembatan Malah Jadi Bungkus Nasi Pecel, Ini Isi Lengkapnya
BUNGKUS PECEL-Viral unggahan dokumen Bupati Sigi untuk Menteri PU justru jadi bungkus pecel di Jakarta. (Threads/stevendamai)

AKURAT BANTEN– Sebuah surat resmi Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mendadak viral di media sosial setelah disebut ditemukan dalam kondisi yang tak biasa: menjadi bungkus nasi pecel di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.

Bukan sembarang surat, dokumen tersebut disebut merupakan surat resmi Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae yang ditujukan kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU).

Lebih mengejutkan lagi, dokumen yang beredar memperlihatkan adanya cap, paraf, dan tanda tangan basah.

Foto surat tersebut diunggah melalui akun Threads @stevendamai dan kemudian menjadi perhatian warganet.

Pemilik akun mengaku terkejut melihat sebuah dokumen pemerintahan yang berisi permohonan bantuan infrastruktur justru berakhir digunakan untuk membungkus makanan.

Bisa-bisanya dokumen asli cap basah, paraf dan tandatangan basah sampe ke tangan rakyat jelata. Ini buat bungkus nasi pecel di Jakarta. Sekali lagi, buat bungkus pecel, tulis Steven dalam unggahannya.

Unggahan itu sontak memunculkan pertanyaan: bagaimana sebuah surat resmi pemerintah daerah yang ditujukan kepada Menteri PU bisa sampai ke tangan penjual makanan dan berakhir menjadi bungkus nasi pecel?

Baca Juga: Gibran Bisa Tergusur? Nama Mayor Teddy Muncul sebagai Kandidat Pendamping Prabowo di 2029

Surat Bupati Sigi Ternyata Berisi Permohonan Bantuan Jembatan

Dokumen yang viral tersebut diketahui bertanggal 2 Juli 2026.

Surat itu berasal dari Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae dan ditujukan kepada Menteri Pekerjaan Umum.

Isi surat berkaitan dengan kondisi infrastruktur jembatan di Kabupaten Sigi, khususnya Jembatan Rahmat–Palolo atau Jembatan Rahmat 1.

Dalam dokumen tersebut disebutkan masih terdapat satu jembatan yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera.

Jembatan tersebut disebut menjadi salah satu akses utama menuju lokasi yang terdampak gempa bumi pada 16 Juni 2026 di Kabupaten Sigi.

Karena memiliki fungsi penting bagi mobilitas masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sigi kemudian meminta dukungan pemerintah pusat untuk penanganannya.

Surat itu pada intinya memohon bantuan berupa penanganan teknis agar layanan infrastruktur jalan dan jembatan dapat kembali pulih.

Kami mohon kiranya agar dapat diberikan bantuan berupa penanganan teknis agar layanan infrastruktur jalan dan jembatan dapat pulih sepenuhnya guna melayani kebutuhan masyarakat.

Isi surat tersebut membuat publik semakin mempertanyakan bagaimana dokumen yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat itu akhirnya bisa digunakan sebagai pembungkus makanan.

Baca Juga: Bukan Jabatan Biasa! Listyo Sigit dan Dedi Prasetyo Dapat Bintang Mahaputera dari Prabowo

Ada Cap dan Tanda Tangan Basah

Salah satu bagian yang menjadi sorotan dari unggahan tersebut adalah tampilan dokumen yang disebut memiliki cap serta tanda tangan basah.

Artinya, surat yang terlihat dalam foto bukan sekadar potongan informasi mengenai permohonan bantuan jembatan. Dokumen itu tampak sebagai surat dinas yang lengkap dengan unsur administrasi resmi.

Kondisi tersebut pula yang membuat pengunggah mempertanyakan bagaimana dokumen itu dapat berpindah hingga berada di sebuah tempat makan di Jakarta.

Steven bahkan mengaku khawatir lantaran isi surat tersebut berkaitan dengan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Sigi.

Tentunya kaget, karena dokumen ini isinya sangat penting bagi warga Sigi, ungkap Steven.

Baca Juga: Prabowo Pilih Suyudi Jadi Kapolri, Bukan Sembarangan! Ini Rekam Jejak yang Jadi Sorotan

Bupati Sigi Akhirnya Angkat Bicara

Viralnya foto tersebut ternyata sampai kepada Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae.

Bupati kemudian memberikan respons terhadap unggahan yang memperlihatkan surat dinasnya digunakan sebagai bungkus nasi pecel.

Respons tersebut tidak kalah menarik perhatian.

Rizal mengaku sedih dan terkejut setelah mengetahui dokumen tersebut berakhir dalam kondisi demikian.

Saya Bupati Sigi tentu sedih dan terkejut melihat dokumennya, kami tidak mengetahui bagaimana dokumen berikut bisa seperti ini, tulis Mohamad Rizal Intjenae dalam responsnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pihak Bupati Sigi mengaku tidak mengetahui bagaimana dokumen tersebut bisa sampai berada di tangan pihak lain hingga akhirnya digunakan untuk membungkus nasi pecel.

Baca Juga: Rocky Gerung Resmi Masuk Lingkaran Prabowo, Ternyata Segini Gaji dan Tugas Barunya

Bagaimana Surat Itu Bisa Sampai ke Jakarta?

Pertanyaan terbesar dari peristiwa ini kini bukan hanya soal surat yang menjadi bungkus nasi pecel.

Publik juga dibuat penasaran mengenai jalur perjalanan dokumen tersebut.

Apakah surat itu merupakan dokumen yang sudah selesai diproses? Apakah merupakan salinan yang tersimpan di suatu tempat? Atau ada proses lain yang membuat dokumen tersebut akhirnya berpindah tangan?

Sejauh informasi yang beredar, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai bagaimana dokumen tersebut bisa sampai ke kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Karena itu, asal-usul dokumen tersebut masih menjadi tanda tanya.

Hal yang juga menjadi perhatian adalah apakah permohonan bantuan terkait Jembatan Rahmat–Palolo sebagaimana tercantum dalam surat tersebut sudah mendapatkan tindak lanjut.

Baca Juga: Mahfud MD Bongkar Kejanggalan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran, Singgung Soal Kewenangan MK

Viral, Bupati Sigi Mengaku Sedih dan Terkejut

Kasus ini akhirnya tidak hanya menjadi perbincangan warganet.

Bupati Sigi sendiri telah memberikan respons dengan mengaku sedih dan terkejut.

Sementara itu, foto dokumen tersebut terus menarik perhatian karena memperlihatkan surat yang berisi permohonan bantuan penanganan Jembatan Rahmat–Palolo.

Kini, publik tentu menunggu penjelasan lebih lengkap mengenai asal-usul dokumen, bagaimana surat tersebut bisa sampai ke Jakarta, serta perkembangan permohonan bantuan jembatan yang tercantum di dalamnya.

Sebab, di balik selembar surat yang secara tak terduga menjadi bungkus nasi pecel, terdapat persoalan infrastruktur yang disebut berkaitan dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Sigi.

Dari surat resmi pemerintah menjadi bungkus nasi pecel—kisah ini pun menyisakan satu pertanyaan besar: bagaimana dokumen tersebut bisa sampai di sana?(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman