Banten

Tragis! Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng, Bermula dari Paket MBG

Abdurahman | 22 September 2026, 16:57 WIB
Tragis! Siswa SD di Lampung Tengah Meninggal Tersedak Biji Kelengkeng, Bermula dari Paket MBG
Seorang siswa kelas 3 SD Negeri 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah meninggal dunia setelah mengalami tersedak biji buah kelengkeng, Selasa (22/9/2026) pagi (Dok.Ist)

AKURAT BANTEN – Peristiwa memilukan terjadi di SD Negeri 03 Poncowarno, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah, Selasa (22/9/2026) pagi.

Seorang siswa kelas 3 meninggal dunia setelah mengalami tersedak biji buah kelengkeng yang terdapat dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 WIB ketika para siswa masih berada di lingkungan sekolah.

Kabar duka itu sontak membuat suasana sekolah berubah. Aktivitas belajar yang semula berlangsung seperti biasa mendadak diwarnai kepanikan setelah seorang siswa mengalami kesulitan bernapas.

Baca Juga: Gibran Digugat ke MK! Syarat Pendidikan Cawapres Disorot, Ini yang Dipersoalkan

Bermula dari Buah Kelengkeng dalam Paket MBG

Kepala Kampung Poncowarno, Heri Eliyanto, membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurut Heri, insiden bermula setelah para siswa menerima paket MBG dari SPPG 1 Dapur 1 Poncowarno. Di dalam paket makanan tersebut terdapat buah kelengkeng.

Sebelum makanan dikonsumsi, guru pendamping disebut telah mengingatkan siswa agar menyantap makanan setelah kegiatan selesai.

Namun, beberapa siswa justru mengambil buah kelengkeng dan memakannya sambil bermain.

Guru pendamping sudah mengawasi dan mengimbau agar makanan dikonsumsi nanti. Namun namanya anak-anak, begitu melihat kelengkeng mereka senang.

Situasi kemudian berubah menjadi tragedi ketika korban memakan kelengkeng sambil berlari dan bermain bersama teman-temannya.

Biji kelengkeng kemudian tersangkut dan menyumbat saluran pernapasan korban.

Baca Juga: Bukan Kaleng-Kaleng! Jason Donovan Yusuf Unjuk Kecepatan di Asian Games 2026, Ini Hasilnya

Guru Langsung Membawa Korban ke Puskesmas

Begitu mengetahui korban mengalami tersedak, para guru langsung memberikan pertolongan.

Korban kemudian segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Jarak Puskesmas dari sekolah disebut hanya sekitar 500 meter sehingga korban langsung dilarikan ke sana tanpa menunggu lama.

Namun, kondisi korban membutuhkan penanganan lebih lanjut. Karena keterbatasan peralatan medis, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Kartini Kalirejo.

Harapan keluarga dan pihak sekolah agar korban dapat diselamatkan ternyata tidak terwujud.

Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan medis.

Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka dan dimakamkan sekitar pukul 11.00 WIB.

Prosesi pemakaman turut dihadiri jajaran kecamatan, kepolisian, pihak sekolah, serta tokoh masyarakat setempat.

Baca Juga: Tim Penyelam Kembali Temukan 3 Jenazah KM Virgo Transport 8, 117 Korban Masih Dicari

Kepala Kampung Minta Guru Tidak Langsung Disalahkan

Tragedi tersebut juga membuat para guru mengalami tekanan emosional.

Heri Eliyanto kemudian mendatangi sekolah dan memberikan dukungan moral kepada para guru yang terpukul akibat kejadian tersebut.

Ia meminta masyarakat tidak terburu-buru menyalahkan pihak sekolah.

Menurutnya, peristiwa tersebut merupakan musibah yang perlu menjadi bahan evaluasi bersama.

Kejadian ini adalah musibah dan takdir, namun tetap menjadi evaluasi bersama ke depannya.

Heri juga menilai pengawasan terhadap anak-anak dan keamanan makanan yang dikonsumsi siswa perlu menjadi perhatian bersama.

Ia mengajak masyarakat, instansi terkait, dan berbagai pihak untuk memberikan dukungan kepada sekolah agar para guru tetap dapat menjalankan tugas mendidik anak-anak.

Baca Juga: Mourinho Bawa 2 Foto ke Konferensi Pers, Ada Apa dengan Laga Real Madrid vs Atletico?

Tragedi yang Jadi Pelajaran Bersama

Kejadian di Lampung Tengah ini memperlihatkan bahwa makanan yang terlihat sederhana sekalipun tetap memiliki risiko ketika dikonsumsi anak-anak, terutama saat mereka makan sambil bermain atau berlari.

Buah dengan biji keras seperti kelengkeng membutuhkan perhatian khusus ketika diberikan kepada anak usia sekolah.

Di sisi lain, peristiwa tersebut juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan saat anak-anak mengonsumsi makanan di lingkungan sekolah.

Tragedi ini bukan hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi evaluasi bagi sekolah dan pihak-pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan bagi anak-anak.

Terlebih, buah kelengkeng tersebut diketahui merupakan bagian dari paket MBG yang diterima siswa.

Satu nyawa melayang dalam hitungan menit. Dari sebuah buah yang terlihat sederhana, sebuah keluarga kini harus menghadapi kehilangan yang tidak tergantikan.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman