Banten

Heboh di KRL Manggarai-Bogor! Wanita Bawa Kamper, Marah-marah dan Bikin Satu Gerbong Geger

Abdurahman | 12 September 2026, 14:33 WIB
Heboh di KRL Manggarai-Bogor! Wanita Bawa Kamper, Marah-marah dan Bikin Satu Gerbong Geger
HISAP KAMPER-Viral seorang penumpang wanita yang diduga menghisap kamper hingga membuat gaduh di KRL Manggarai-Bogor. (Threads.com/@elsaazhp)

AKURAT BANTEN— Perjalanan penumpang KRL rute Manggarai-Bogor mendadak menjadi perhatian setelah sebuah video memperlihatkan seorang wanita yang disebut membuat suasana di dalam gerbong menjadi gaduh.

Perempuan tersebut disebut membawa kamper berbentuk bulat, beberapa kali memegang dan menciumnya, serta marah-marah hingga membangunkan penumpang lain yang sedang beristirahat.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Kamis, 10 September 2026 sekitar pukul 18.30 WIB. Rekaman kejadian kemudian beredar di media sosial dan memancing perhatian warganet.

Salah seorang penumpang bernama Elsa menjadi saksi sekaligus merekam kejadian tersebut. Ia kemudian membagikan ceritanya melalui akun Threads pribadinya pada Jumat, 11 September 2026.

Baca Juga: Bikin Deg-Degan! 3 Senjata Persija Siap Hancurkan Persib, Nadeo dan Jeremejeff Jadi Ancaman Serius

Sejak Masuk KRL Sudah Marah-marah

Menurut Elsa, perempuan tersebut sudah menunjukkan perilaku yang membuat penumpang lain memperhatikannya sejak pertama kali masuk ke dalam kereta.

Perempuan itu awalnya berada di gerbong khusus wanita yang terletak di bagian depan. Namun, tidak lama kemudian ia disebut berpindah ke bagian tengah gerbong.

Di lokasi tersebut, wanita itu kemudian disebut mencoba membangunkan sejumlah penumpang yang sedang tidur.

Dia marah-marah udah dari awal masuk kereta, nggak lama geser ke tengah, bangunin orang-orang yang tidur.

Demikian cerita Elsa dalam unggahannya.

Menurut Elsa, tidak ada penumpang yang dibangunkan tersebut merespons. Perempuan itu kemudian mendatangi Elsa dan menepuk tubuhnya dengan cukup keras agar terbangun.

Nggak ada yang bangun, barulah ke saya, saya ditepok-tepok agak kenceng suruh bangun, imbuh Elsa.

Situasi tersebut membuat perhatian penumpang di dalam gerbong semakin tertuju kepada perempuan tersebut.

Baca Juga: Bikin Deg-Degan! 3 Senjata Persija Siap Hancurkan Persib, Nadeo dan Jeremejeff Jadi Ancaman Serius

Bawa Kamper dan Beberapa Kali Menciumnya

Bukan hanya perilakunya yang disebut marah-marah dan membangunkan penumpang yang menjadi sorotan.

Benda yang dibawa perempuan tersebut juga menarik perhatian.

Dalam video yang beredar, terlihat sebuah kamper berbentuk bulat yang beberapa kali dipegang dan dicium oleh perempuan tersebut.

Menurut Elsa, aroma kamper bahkan disebut cukup menyengat hingga membuat penumpang lain merasa terganggu.

Bawa kamper bulet dicium-ciumin yang bikin satu gerbong bau kamper, beber Elsa.

Ia juga menyebut perempuan tersebut tetap membangunkan sejumlah penumpang sambil marah-marah.

Kondisi itulah yang kemudian membuat suasana perjalanan di dalam gerbong menjadi tidak nyaman bagi sejumlah pengguna KRL.

Baca Juga: Pedro Neto Perpanjang Kontrak Chelsea hingga 2032, Xabi Alonso Punya Senjata Mematikan di Stamford Bridge

Wanita Disebut Turun di Tanjung Barat

Setelah kejadian tersebut, perempuan yang menjadi sorotan dalam video disebut akhirnya turun di Stasiun Tanjung Barat.

Video yang merekam kejadian itu kemudian beredar luas di media sosial.

Sejumlah warganet ikut memberikan komentar dan mengaku pernah melihat perempuan dengan ciri yang sama dalam perjalanan KRL sebelumnya.

Namun, berbagai klaim yang muncul di media sosial tersebut tetap perlu disikapi secara hati-hati. Tidak semua informasi yang beredar di media sosial dapat dianggap sebagai fakta sebelum mendapatkan konfirmasi dari pihak terkait.

Baca Juga: Tolak Pulang ke Real Madrid, Nico Paz Langsung Bikin Gebrakan di Liga Champions: Keputusannya Terbukti Tepat!

KCI Beri Respons Setelah Video Viral

Ramainya video tersebut akhirnya mendapat perhatian dari KAI Commuter Indonesia (KCI).

Melalui akun Threads @commuterline, KCI menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna yang merasa tidak nyaman akibat kejadian tersebut.

KCI juga menyampaikan terima kasih atas laporan yang diberikan oleh pengguna dan menyatakan akan meneruskannya kepada unit terkait.

Kami memahami pada kejadian tersebut membuat Kakak tidak nyaman dan terima kasih atas informasi yang disampaikan.

KCI kemudian menegaskan bahwa laporan tersebut akan dikoordinasikan dengan unit terkait.

“Menindaklanjuti laporan tersebut selanjutnya kami koordinasikan dengan unit terkait. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya yang dirasakan,” demikian respons KCI.

Langkah tersebut menjadi perhatian karena kejadian di transportasi publik membutuhkan penanganan cepat agar tidak mengganggu kenyamanan maupun keamanan penumpang lainnya.

Baca Juga: Mbappe dan Vinicius Jadi Sasaran Cemoohan di Bernabeu, José Mourinho Langsung Buka Suara

Ternyata Pernah Ditindak di Stasiun Tambun

Hal lain yang membuat kasus ini semakin menarik perhatian adalah keterangan KCI mengenai laporan sebelumnya.

Di tengah ramainya video wanita pembawa kamper tersebut, muncul informasi bahwa pengguna yang dilaporkan ternyata pernah mendapatkan tindak lanjut dari petugas KAI Commuter pada Agustus 2026.

KCI menyebut kejadian sebelumnya berlangsung di Stasiun Tambun, Bekasi, pada 15 Agustus 2026.

Kami sampaikan berdasarkan informasi yang didapatkan, pada tanggal 15 Agustus 2026 pengguna yang dilaporkan tersebut telah dilakukan tindak lanjut oleh petugas di Stasiun Tambun, ungkap KCI.

Keterangan tersebut menambah perhatian publik terhadap insiden yang kembali terjadi di layanan KRL.

Meski demikian, informasi mengenai kejadian sebelumnya sebaiknya tetap merujuk pada keterangan resmi pihak KCI dan tidak ditambah dengan spekulasi mengenai kondisi atau latar belakang pribadi penumpang yang bersangkutan.

Baca Juga: David Beckham Cuma Peringkat 3! Terungkap 10 Pesepak Bola Terkaya Sepanjang Masa, Siapa yang Paling Tajir?

Kenyamanan di KRL Jadi Perhatian

Insiden tersebut kembali mengingatkan bahwa KRL merupakan salah satu moda transportasi publik dengan jumlah pengguna yang sangat besar setiap harinya.

Beragam karakter dan kebutuhan penumpang bertemu dalam ruang yang sama. Karena itu, menjaga kenyamanan bersama menjadi bagian penting selama menggunakan transportasi umum.

Bagi penumpang yang mengalami atau menyaksikan kejadian yang dianggap mengganggu, melaporkan situasi kepada petugas menjadi langkah yang lebih tepat dibandingkan menghadapi sendiri situasi yang berpotensi menimbulkan keributan.

Kasus wanita yang membawa kamper dan disebut marah-marah di KRL Manggarai-Bogor pun akhirnya menjadi sorotan luas setelah videonya beredar di media sosial.

Di balik kehebohan tersebut, respons KCI menunjukkan bahwa laporan penumpang tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan perjalanan KRL.(**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman