Bawaslu Kabupaten Serang Rekrut Generasi Z Perkuat Pengawasan Partisipatif Jelang Pemilu 2029

AKURAT BANTEN - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang mulai menyiapkan pengawas partisipatif dari kalangan masyarakat, khususnya Generasi Z, sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan Pemilu 2029.
Langkah tersebut dilakukan melalui program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) 2026 yang digelar di Sekretariat Bawaslu Kabupaten Serang, Rabu (5/8/2026).
Sebanyak 25 peserta mengikuti program tersebut setelah sebelumnya menjalani pembelajaran mandiri berbasis e-learning dan menyusun catatan kritis mengenai persoalan yang kerap muncul dalam penyelenggaraan pemilu.
Baca Juga: Waspada Modus Hoaks Video Demo Jelang HUT RI, Menkomdigi Ungkap Banyak Rekaman Lama Kembali Viral
Ketua Bawaslu Kabupaten Serang, Furqon, mengatakan pengawasan pemilu tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada penyelenggara. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kualitas demokrasi.
"Kegiatan ini digelar untuk mendorong peningkatan pengawasan bagi Pemilu 2029 mendatang, memperluas jangkauan dengan melibatkan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran kolektif untuk bertanggung jawab memastikan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat," kata Furqon.
Ia menilai pembentukan kader pengawas partisipatif sejak dini diharapkan mampu memperluas pengawasan terhadap setiap tahapan pemilu sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap potensi pelanggaran.
Baca Juga: Mantan Hakim Agung Bongkar Kejanggalan Polemik Ijazah Jokowi, Kenapa UGM Tak Ikut Digugat?
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat Bawaslu Provinsi Banten, Ajat Munajat, menegaskan program P2P dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat sebagai mitra pengawasan menjelang Pemilu 2029.
"Pengawasan pemilu bukan hanya tugas penyelenggara. Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kami berharap lahir kader pengawas yang mampu berkontribusi aktif dalam mengawal proses demokrasi di masing-masing daerahnya pada Pemilu 2029," ujarnya.
Ajat menekankan hasil program tersebut tidak berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Menurutnya, peserta diharapkan mampu menginisiasi gerakan pencegahan pelanggaran pemilu di lingkungan masing-masing.
Baca Juga: Febrie Adriansyah Gugat Kortas Tipikor Polri, Penyidik Tegaskan Siap Hadapi Praperadilan
"Harapan kami output dari P2P bukan sekadar kegiatan seremonial. Alumni dapat membentuk komunitas, memanfaatkan media sosial, serta aktif menyuarakan isu-isu pencegahan seperti kampanye anti politik uang dan pentingnya menjaga netralitas ASN, TNI, dan Polri," katanya. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini




Terpopuler
- 1Gibran Disorot soal Ijazah, Nama Anies Baswedan Muncul! Refly Harun Ungkap Sosok Pengganti Wapres
- 2Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Pamulang Perkuat Kapasitas Keluarga dan Pemasaran UMKM di Kelurahan Setu
- 3Ubah Stigma Mahjong, Andrew Herman Gelar Turnamen Berhadiah Rp15 Juta di One District at Puri
- 4Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 5Ansor Tangsel Sukses Gelar Ansor Fest Experience 2026 di Mall, Padukan Syiar dan Kreativitas Pemuda
- 6Bukan Sekadar Kalah! Alexander Isak Soroti Kesalahan Fatal Liverpool saat Tumbang 2-3 di Istanbul
- 7Comeback Gila Real Madrid Bikin Bellingham Terpukau! Jude Minta Satu Hal Ini Dipertahankan Los Blancos
- 8Belum Selesai Kasus 115 Pelanggaran! Manchester City Terancam Investigasi Baru dan Sanksi Tambahan
- 9Ranking Dua Akpol 1998! Ini Perjalanan Karier Ade Ary Syam Indradi hingga Jadi Karoops Polda Metro Jaya
- 10Jokowi dan Roy Suryo Saling Sindir di Sidang Ijazah, Ending Jabat Tangan Ini Bikin Publik Terkejut!







