Banten

Seleksi Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Disuruh Jalan di Atas Bara Api: Panen Kecaman, Dibandingkan dengan Damkar, hingga Respons Manajemen

Abdurahman | 3 Agustus 2026, 09:07 WIB
Seleksi Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Disuruh Jalan di Atas Bara Api: Panen Kecaman, Dibandingkan dengan Damkar, hingga Respons Manajemen
Seleksi Calon Pegawai BPJS Ketenagakerjaan Disuruh Jalan di Atas Bara Api beredar di Medsos Tuai Kecaman Warganet (Sumber: IG @resetfeeds-@melaniesubono)

AKURAT BANTEN— Jagat maya mendadak gempar dan dibanjiri kritik tajam menyusul beredarnya video kontroversial yang memperlihatkan sekelompok calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan menjalani pelatihan ekstrem berupa berjalan di atas hamparan bara api menyala (firewalk), Akurat Banten, Sabtu (1/8/2026).

Aksi menegangkan ini sontak memicu tanda tanya besar dari warganet hingga pengamat publik. Banyak pihak mempertanyakan relevansi dan urgensi metode "uji mental" ekstrem tersebut bagi para profesional yang nantinya bertugas mengurusi jaminan sosial tenaga kerja Indonesia.

Baca Juga: Tangsel Fun Run 2026 Ricuh, Peserta Protes Medali Terlambat hingga Ancam Tempuh Jalur Hukum

Kronologi Singkat: Aksi Menegangkan Berbalut Yel-Yel Jamsostek

Video berdurasi singkat ini pertama kali mencuat dan viral setelah diunggah oleh akun Instagram aktivis sekaligus publik figur Melanie Subono pada Jumat, 31 Juli 2026.

Dalam rekaman tersebut, tampak sejumlah peserta dengan tegang berjalan di atas bara api didampingi oleh instruktur khusus. Usai merampungkan tantangan ekstrem itu, salah satu peserta terdengar melapor dengan nada tegang:

Lapor! Telah selesai melakukan firewalk. Laporan selesai!

Suasana semakin mencuri perhatian tatkala para peserta secara serempak meneriakkan yel-yel kebanggaan: "Jamsostek, Jamsostek, Jamsostek, Jaya!" di tengah atmosfer pelatihan yang memacu adrenalin.

Baca Juga: Viral Kebakaran TPA Ilegal Kramat Jati, Warga Bongkar Dugaan Lambatnya Penanganan Kelurahan hingga Laporan JAKI Ditolak

Panen Kritik: Sentilan Satir Melanie Subono hingga Dibandingkan dengan Damkar

Unggahan ini seketika dibanjiri komentar pedas warganet. Banyak yang menilai metode tersebut salah sasaran dan tidak memiliki korelasi logis dengan standar kompetensi pegawai lembaga jaminan sosial.

Sejumlah netizen bahkan melontarkan perbandingan menohok, menyebutkan bahwa seleksi untuk profesi berisiko tinggi seperti petugas pemadam kebakaran (Damkar) atau tim penyelamat saja tidak pernah menggunakan metode ekstrem yang membahayakan keselamatan fisik tanpa dasar ilmiah yang jelas.

Kritik satir pun dilayangkan oleh Melanie Subono melalui akun media sosialnya:

"Skill penting calon pegawai BPJS Ketenagakerjaan harus bisa jalan di atas api. Kira-kiranya berapa budget pelatihan ini?" tulis Melanie pedas.

Baca Juga: Keracunan Massal Diduga Akibat MBG di SMKN 6 Semarang, Dinkes Ungkap 707 Siswa dan Guru Terdampak

Kecaman Keras BPJS Watch: "Sangat Tidak Tepat dan Abaikan K3!"

Sorotan tajam tidak hanya datang dari warganet, tetapi juga dari lembaga pengawas independen. Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar, secara tegas mengecam pelaksanaan pelatihan firewalk tersebut.

Menurut Timboel, aktivitas berjalan di atas bara api sama sekali tidak memiliki irisan dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pegawai BPJS Ketenagakerjaan.

"Pelatihan berjalan di atas api bagi calon pekerja BPJS Ketenagakerjaan sangat tidak tepat dan harus disesalkan. Saya tidak melihat adanya urgensi kegiatan tersebut dalam menunjang pekerjaan mereka," ujar Timboel.

Selain mempertanyakan urgensinya, Timboel menyoroti aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang dinilai terabaikan. Ia memperingatkan bahwa pelatihan fisik ekstrem semacam ini justru berpotensi mencederai peserta alih-alih membangun kapasitas mental yang produktif.

Baca Juga: Keracunan Massal Diduga Akibat MBG di SMKN 6 Semarang, Dinkes Ungkap 707 Siswa dan Guru Terdampak

Klarifikasi Resmi BPJS Ketenagakerjaan

Menanggapi polemik dan sorotan tajam yang viral di tengah masyarakat, manajemen BPJS Ketenagakerjaan akhirnya buka suara dan memberikan keterangan resmi.

Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan, Erfan Kurniawan, menyatakan bahwa pihaknya memahami betul berbagai perhatian dan tanggapan yang diberikan oleh masyarakat. Ia menjelaskan bahwa aktivitas tersebut merupakan bagian dari Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK).

Berikut poin-poin penting dari klarifikasi resmi BPJS Ketenagakerjaan:

  • Bagian dari OPK: Program OPK dirancang sebagai fondasi awal bagi calon karyawan agar memiliki kompetensi, integritas, etika kerja, karakter, serta kesiapan mental yang selaras dengan nilai tata kelola yang baik (good governance).

  • Metode Experiential Learning: Aktivitas yang menjadi sorotan publik tersebut merupakan salah satu metode pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Pihak BPJS menegaskan bahwa kegiatan itu bukan merupakan substansi utama maupun kewajiban, melainkan salah satu pendekatan alternatif untuk membangun kepercayaan diri, disiplin, dan ketangguhan mental peserta.

  • Diklaim Sesuai Prosedur: BPJS Ketenagakerjaan memastikan seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan instruktur yang kompeten serta tetap mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan.

  • Komitmen Pelayanan: Manajemen memastikan bahwa seluruh peserta dalam pelatihan tersebut berada dalam kondisi yang baik, sehat, dan siap memberikan pelayanan terbaik bagi peserta di seluruh Indonesia.

  • Terbuka atas Evaluasi: BPJS Ketenagakerjaan menghargai setiap masukan dan kritik publik sebagai bahan evaluasi berkelanjutan agar metode pengembangan SDM di masa mendatang semakin profesional, manusiawi, dan menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang baik.

Lebih lanjut Erfan menjelaskan, "Program Orientasi Persiapan Kerja (OPK) merupakan bagian dari proses pembentukan sumber daya manusia BPJS Ketenagakerjaan. Program ini dirancang sebagai fondasi awal bagi calon karyawan agar memiliki kompetensi, integritas, etika kerja, karakter, serta kesiapan mental yang selaras dengan nilai-nilai organisasi dan prinsip tata kelola yang baik (good governance), sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada peserta" Pungkasnya (**)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Abdurahman
Reporter
Abdurahman
Abdurahman