Ledakan Dahsyat Diduga Bom Perang Dunia II di Papua, 5 Orang Tewas dan 19 Luka

AKURAT BANTEN - Sebuah benda yang diduga merupakan sisa amunisi dari Perang Dunia II meledak di bawah sebuah rumah panggung di kawasan desa nelayan di Papua.
Insiden tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan hampir 20 lainnya mengalami luka-luka, menurut keterangan kepolisian pada Senin (1/6/2026).
Peristiwa ledakan terjadi pada Minggu sore di wilayah Papua bagian timur yang selama ini dikenal sebagai daerah rawan konflik.
Warga sekitar dikejutkan oleh suara ledakan yang sangat keras, disusul munculnya bola api dan kepulan asap tebal yang membumbung ke udara.
Baca Juga: Studi 10 Tahun Ungkap Rahasia Migrasi Hiu Paus, Indonesia Ternyata Jadi Benteng Terakhirnya
Akibat ledakan tersebut, sedikitnya sembilan rumah warga mengalami kerusakan parah hingga hancur.
"Sumber ledakan tersebut diduga kuat berasal dari bom atau mortir peninggalan Perang Dunia II," kata juru bicara kepolisian Papua, Cahyo Sukarnito.
Selain korban jiwa, proses pencarian masih terus dilakukan karena tiga orang dilaporkan belum ditemukan.
Cahyo menyebutkan bahwa sejumlah bagian tubuh korban yang ditemukan di lokasi masih belum dapat diidentifikasi.
Baca Juga: Evaluasi Haji 2026, Menhaj Soroti Masalah Mina dan Perketat Istithaah Kesehatan Jemaah
Sebanyak 19 orang lainnya harus mendapatkan perawatan medis akibat mengalami luka ringan dalam kejadian tersebut.
"Kami akan memberikan informasi lebih lanjut setelah pencarian korban dan penyelidikan selesai," kata Cahyo.
Peristiwa serupa pernah terjadi di Indonesia. Pada tahun lalu, 13 orang meninggal dunia di Provinsi Jawa Barat, termasuk sembilan warga sipil, setelah terjadi ledakan ketika personel militer berupaya memusnahkan amunisi kedaluwarsa dengan cara meledakkannya di dalam sebuah lubang.
Indonesia menjadi salah satu wilayah penting dalam sejarah Perang Dunia II.
Saat itu, pasukan Jepang menduduki kawasan yang dikenal sebagai Hindia Belanda, sementara pasukan Sekutu melancarkan operasi militer untuk merebut kembali wilayah tersebut. Kondisi itu menyebabkan berbagai sisa amunisi perang masih ditemukan di sejumlah daerah hingga sekarang.
***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 9TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa
- 1013 Siswa di Dramaga Bogor Masih Diobservasi, BGN Ungkap Dugaan Penyebab Gangguan Kesehatan









