Banten

Bukan Jakarta, Ternyata Ini Alasan Menyentuh Denada Pilih Banyuwangi untuk Tempat Tinggal Ressa Rizky Rossano

Abdurahman | 30 Januari 2026, 17:50 WIB
Bukan Jakarta, Ternyata Ini Alasan Menyentuh Denada Pilih Banyuwangi untuk Tempat Tinggal Ressa Rizky Rossano

AKURAT BANTEN– Di balik gemerlap dunia hiburan yang membesarkan namanya, penyanyi Denada kini tengah menjadi buah bibir publik terkait hubungannya dengan sang anak, Ressa Rizky Rossano.

Di tengah riuh isu penelantaran yang sempat mencuat, terungkap sebuah alasan mendalam mengapa Denada memilih menitipkan Ressa di Banyuwangi, Jawa Timur, ketimbang membawanya ke hiruk-pikuk Jakarta.

Pilihan ini tentu bukan tanpa sebab. Bagi banyak orang, Jakarta adalah pusat segalanya, namun bagi Denada, ada hal yang jauh lebih berharga daripada fasilitas ibu kota: ketenangan jiwa sang anak.

Baca Juga: Irfan Hakim Akhirnya Buka Suara! Pegang Rahasia Besar Denada yang Tak Boleh Diungkap ke Publik, Terkait Ressa Rizky?

Menghindar dari "Toxic" Ibu Kota

Melalui kuasa hukumnya, Muhammad Iqbal, terungkap bahwa keputusan menempatkan Ressa di Banyuwangi adalah langkah sadar demi masa depan dan tumbuh kembangnya.

Jakarta dinilai memiliki ritme hidup yang terlalu cepat dan pergaulan yang berisiko bagi remaja.

"Kalau di Jakarta, ada kekhawatiran soal gaya hidup dan pergaulan. Di Banyuwangi lebih tenang, landai, orang-orangnya santai dan sopan," ujar Iqbal dalam wawancara terbaru.

Banyuwangi dipilih karena suasananya yang masih asri, kental dengan nilai-nilai kesantunan, dan jauh dari sorotan kamera yang bisa memberikan tekanan psikologis tambahan bagi Ressa.

Baca Juga: Tangis Pecah! Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Alasan di Baliknya Bikin Nyesek

Bantah Isu Penelantaran: Kasih Sayang Tak Terhalang Jarak

Menjawab tudingan miring mengenai penelantaran, pihak Denada menegaskan bahwa jarak fisik bukanlah bukti hilangnya tanggung jawab.

Meski terpisah ribuan kilometer, Denada disebut tetap memenuhi seluruh kewajibannya sebagai ibu kandung.

Mulai dari biaya pendidikan hingga fasilitas pendukung kehidupan Ressa di Banyuwangi, semuanya dipastikan tercukupi.

"Perbedaan pola pengasuhan ini tidak bisa serta-merta diartikan sebagai bentuk penelantaran. Jarak adalah kendala fisik, tapi peran orang tua tetap hadir sepenuhnya," tegas Iqbal.

Baca Juga: Dugaan Skandal Tambang Emas Tumpang Pitu: Pegiat Anti-Korupsi Endus Aliran Dana ke Pejabat

Fakta Mengejutkan yang Akhirnya Terkuak

Polemik ini sempat memanas saat publik mempertanyakan status hubungan mereka. Namun, kini semua menjadi jelas.

Pengakuan Denada terhadap Ressa sebagai anak kandung menjadi titik balik dari segala simpang siur yang ada.

Langkah Denada menempatkan anaknya di lingkungan yang lebih kondusif menunjukkan sisi lain dari seorang publik figur yang berusaha melindungi privasi dan kesehatan mental buah hatinya dari "kejamnya" gaya hidup metropolitan.

Kini, fokus utama bukanlah lagi soal di mana Ressa tinggal, melainkan bagaimana hubungan ibu dan anak ini dapat terus harmonis meski harus berjuang melawan jarak dan stigma negatif publik (**)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
A