Polisi Amankan Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan Perempuan di Lokasi Proyek Perumahan Pinang

AKURAT BANTEN - Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota mengamankan empat orang terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang perempuan bernama Dina Mardiana di area proyek perumahan milik Alam Sutra di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Penangkapan dilakukan oleh Polsek Pinang pada beberapa hari lalu menyusul viralnya video aksi kekerasan tersebut di media sosial.
Dari video penangkapan yang yang diterima Banten.akurat.co, penangkapan terjadi hari Senin (26/1/26) sekitar pukul 13.00 wib.
Baca Juga: Lagi Viral Tapi Mematikan, Apa Itu Whip Pink yang Bikin BPOM Turun Tangan?
Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Prapto Lasono, membenarkan penanganan kasus tersebut dan menyatakan para terduga pelaku telah sempat diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.
Namun kata dia, Polisi masih mengumpulkan alat bukti yang cukup untuk melakukan penahan ke empat orang tersebut.
"Memang betul diamankan 4 orang diduga pelaku dan sudah di BAP," ungkapnya.
Baca Juga: Tak Punya Pilihan Selain Bertahan, Warga Periuk Damai Hidup Berdamai dengan Banjir
Hingga kini, kata Prapto kepolisian masih mendalami keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian serta mengembangkan penyidikan untuk memastikan peran masing-masing terduga pelaku. Kasus tersebut dipastikan tetap berlanjut sesuai prosedur hukum yang berlaku.
"Hasil gelar perkara masih perlu pendalaman saksi di TKP, perkara tetap berlanjut," ujar AKP Prapto Lasono kepada banten.akurat.co, Kamis (29/1/26).
Sebelumnya, sebuah video viral dan memperlihatkan peristiwa pengeroyokan terhadap salah satu perempuan yang diduga diseret dan dikeroyok oleh sekelompok pria di lokasi proyek perumahan Sutera Rasuna milik Alam Sutera.
Dalam rekaman yang beredar luas, korban terlihat tersungkur di tanah berlumpur sambil menangis histeris, sementara beberapa pria mengerubunginya.
Upaya seorang perempuan lain yang hendak menolong korban juga diduga dihalangi.
Dina mengaku peristiwa tersebut terjadi saat dirinya mempertahankan lahan yang diklaim sebagai milik orang tuanya dan belum pernah dijual maupun dibayarkan oleh pihak pengembang. Meski tengah disengketakan, aktivitas pembangunan di lokasi itu tetap berjalan.
"Saya disuruh minggir padahal itu tanah saya. Karena saya bertahan, saya langsung diangkat dan diseret. Saya diperlakukan seperti bukan manusia," ujar Dina, Sabtu (17/1/2026).
Akibat kejadian tersebut, Dina mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan, pinggang, rusuk kiri, dan lutut. Ia juga mengaku kesulitan mengangkat tangan akibat rasa sakit dan telah menjalani visum di Rumah Sakit Tangerang sebagai bagian dari proses hukum.
Baca Juga: Gurun Atacama Tanah Paling Kering di Dunia yang Tetap Menyimpan Jejak Kehidupan
Menurut pengakuan korban, lahan yang disengketakan memiliki luas sekitar 3.430 meter persegi dan hingga kini belum pernah dibayarkan oleh pihak pengembang.
Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi Akurat.co Banten masih terus menggali informasi tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







