Banten

Dorong Akses Hunian Rakyat BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16 Triliun Lebih ke 118 Ribu Debitur Sepanjang 2025

Moehamad Dheny Permana | 29 Januari 2026, 04:06 WIB
Dorong Akses Hunian Rakyat BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16 Triliun Lebih ke 118 Ribu Debitur Sepanjang 2025

Akurat Banten - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat perannya sebagai bank penopang pembiayaan perumahan nasional dengan mencatat penyaluran kredit pemilikan rumah subsidi senilai Rp16,16 triliun hingga akhir Desember 2025.

Realisasi tersebut disalurkan kepada lebih dari 118 ribu debitur yang tersebar di berbagai daerah, mencerminkan jangkauan layanan pembiayaan BRI yang semakin luas dan merata.

Berdasarkan data perseroan, mayoritas penyaluran berasal dari skema KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau FLPP dengan nilai mencapai Rp15,74 triliun.

Selain FLPP, BRI juga menyalurkan KPR Tapera sebesar Rp321,23 miliar, KPR Subsidi Selisih Bunga atau SSB senilai Rp94,03 miliar, serta Program Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan atau BP2BT sebesar Rp9,06 miliar.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa capaian tersebut menjadi bukti konsistensi perseroan dalam mendukung kebijakan pemerintah di sektor perumahan nasional.

Menurutnya, penyaluran KPR subsidi tidak sekadar aktivitas bisnis, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang BRI dalam membuka akses hunian yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kami berkomitmen menghadirkan akses hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Dhanny.

Ia menegaskan bahwa pembiayaan perumahan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus memperkuat fondasi sosial ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Deretan OTT KPK Sepanjang 2025 Terungkap, Suap hingga Pemerasan Jadi Modus Paling Dominan

BRI juga menilai bahwa KPR subsidi berkontribusi langsung terhadap pemerataan pembangunan, terutama di wilayah yang selama ini memiliki keterbatasan akses pembiayaan.

Langkah tersebut sejalan dengan dukungan perseroan terhadap agenda Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam aspek pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi nasional.

Dari sisi alokasi, BRI mencatat peningkatan signifikan kuota pembiayaan KPR FLPP sepanjang 2025 yang menunjukkan kepercayaan pemerintah terhadap kinerja perseroan.

Pada Agustus 2025, kuota pembiayaan KPR FLPP BRI naik dari 17.700 unit menjadi 25.000 unit, sebelum kembali ditingkatkan menjadi 32.000 unit.

Memasuki Desember 2025, alokasi tersebut kembali bertambah menjadi 33.000 unit, memperluas peluang kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara untuk tahun 2026, BRI memperoleh kuota pembiayaan KPR FLPP sebanyak 36.261 unit yang akan menjadi salah satu pendorong utama realisasi Program 3 Juta Rumah.

Perseroan menilai peningkatan kuota tersebut semakin menegaskan posisi BRI sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyediaan hunian terjangkau dan berkelanjutan.

Baca Juga: Guru P3K Paruh Waktu di Lebak Mengeluhkan Penghasilan di Bawah Honor Lama Usai Diangkat PPPK

“Kami memandang penyaluran KPR subsidi sebagai bagian dari kontribusi BRI dalam mendukung pembangunan nasional,” kata Dhanny.

Ia menambahkan bahwa dampak pembiayaan perumahan tidak berhenti pada kepemilikan rumah, tetapi juga menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah.

Menurutnya, aktivitas pembangunan perumahan mampu menggerakkan sektor-sektor pendukung, termasuk UMKM, jasa konstruksi, hingga perdagangan lokal.

“BRI akan terus memperluas jangkauan program ini agar semakin banyak keluarga Indonesia dapat memiliki rumah yang layak dan terjangkau,” tutup Dhanny.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.