Maut Mengintai di Balik 'Bubur Pasir': Perjuangan 700 Personel SAR Pertaruhkan Nyawa Demi 80 Korban Longsor Cisarua

AKURAT BANTEN– Waktu seakan berhenti di lereng Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Namun bagi ratusan personel Basarnas, jarum jam justru berdetak lebih kencang dari biasanya.
Mereka sedang terlibat dalam perlombaan paling krusial: adu cepat melawan maut.
Hingga Minggu (25/1/2026), sebanyak 80 jiwa dilaporkan masih hilang, tertimbun di bawah hamparan material longsor yang mengerikan.
Medan yang dihadapi bukan lagi tanah padat, melainkan fenomena yang disebut tim ahli sebagai "bubur pasir".
Baca Juga: Detik-detik Menegangkan: Menteri KKP Tumbang di Upacara Pemakaman, Kepala Terbentur Lantai
Terjebak dalam 'Bubur Pasir' yang Labil
Kondisi di lapangan sangat jauh dari kata aman. Material longsoran di Cisarua bersifat sangat labil.
Tanah bercampur air menciptakan konsistensi seperti bubur pasir yang bisa amblas atau bergeser kapan saja.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, mengungkapkan bahwa alat berat tidak bisa dikerahkan secara masif.
Salah langkah sedikit, alat berat justru bisa memicu longsoran susulan yang membahayakan tim penyelamat.
"Alat berat belum sepenuhnya bisa digunakan karena kondisi medan masih berupa longsoran bubur pasir dan sangat rawan," tegas Syafii dengan raut wajah serius saat memantau langsung operasi di lokasi.
Baca Juga: Getir Pesan Terakhir Lula Lahfah Sebelum Berpulang: 'Nu, Gue Takut Banget...'
Teknologi Drone vs Penciuman Anjing Pelacak
Di tengah keterbatasan alat berat, Basarnas mengerahkan teknologi mutakhir dan insting hewan untuk menembus kemustahilan:
Mata Langit: Sebanyak 12 unit drone dengan sensor termal dan visual resolusi tinggi menyisir setiap jengkel area dari udara untuk memetakan titik-titik potensial keberadaan korban.
Kekuatan Gabungan: Lebih dari 700 personel gabungan dikerahkan, terdiri dari 250 personel SAR terlatih sebagai ujung tombak, serta 450 personel pendukung dari TNI, Polri, dan kementerian terkait.
Metode Sektoral: Area bencana dibagi menjadi beberapa zona, mulai dari mahkota longsor hingga ujung lidah longsoran, guna memastikan tidak ada satu titik pun yang terlewatkan.
Baca Juga: Cuma Sampai 27 Januari! Indofood Tangerang Buka Lowongan S1 Semua Jurusan, Segera Daftar!
Operasi Kemanusiaan Terbesar di Awal Tahun
Operasi ini bukan sekadar pencarian, melainkan kerja kolosal yang menguras emosi dan fisik. Selain tantangan medan, cuaca yang tidak menentu menjadi musuh tambahan.
Basarnas bahkan melakukan modifikasi cuaca demi menjaga agar hujan tidak kembali mengguyur area yang sudah sangat jenuh air tersebut.
Setiap menit sangat berarti. Di bawah komando Basarnas, tim penyelamat terus menggali, mengendus, dan memantau, berharap keajaiban masih menyelimuti puluhan warga yang terpisah dari keluarga mereka dalam sekejap mata.
Dunia kini menatap Cisarua. Di atas tumpukan "bubur pasir" itu, sebuah pertaruhan nyawa sedang berlangsung demi membawa pulang mereka yang hilang (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ballon d’Or 2026 Segera Terjawab! Ini Jadwal Pengumuman, Jam Tayang WIB, dan Kandidat yang Berebut Trofi
- 2Haaland Semprot Donnarumma di Tengah Laga, Blunder Sang Kiper Bikin Man City Tumbang!
- 3PILPRES 2029 Pecah Kongsi! Pengamat Cium Isyarat Jokowi-Prabowo Bukan Lagi Sejalan, Diduga Saling Berhadapan, Alasannya Begini
- 4Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 5Bakar Mesin di 'Kandang' Prabowo, Manuver Tersembunyi Jokowi Isyaratkan Persiapan PILPRES 2029
- 6Kekeringan Landa Cipete, PMI Pinang Salurkan Air Minum Bersih untuk Warga
- 7Rizal Fadillah Desak Prabowo Bersikap soal Gibran, Benarkah Wacana Pemakzulan Makin Panas?
- 8Ade Armando Sentil Sikap Prabowo soal Polemik Gibran, Benarkah Mas Wapres Tak Bisa Disalahkan?
- 9Akhirnya Liverpool Menang di Kandang! Gol Isak Bawa The Reds Bangkit, Rekor Buruk Anfield Terhenti
- 10MU Siapkan Revolusi Besar Jika Michael Carrick Dipecat, Rashford Bisa Jadi Korban Pertama Eddie Howe









