Jokowi Digugat Perdata di PN Solo, Soroti Ijazah dan Ketidakhadiran Sidang

AKURAT BANTEN - Alumnus Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) Sigit Pratama, melayangkan gugatan secara perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Solo, terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
Tak hanya Jokowi, gugatan tersebut juga menyeret Polda Metro Jaya serta Rektor UGM sebagai pihak tergugat.
Kuasa hukum penggugat, Dekka Ajeng, menjelaskan bahwa gugatan ini berkaitan dengan dugaan perbuatan melawan hukum.
Menurutnya, hal itu merujuk pada ketidakhadiran Jokowi dalam sejumlah persidangan sebelumnya yang membahas isu ijazah, mulai dari perkara yang diajukan Bambang Tri Mulyono pada 2022 hingga gugatan citizen lawsuit pada 2025.
Ajeng menilai, selama menjabat sebagai pejabat publik, Jokowi tidak pernah hadir secara langsung di persidangan. Karena itu, pihaknya ingin mendorong agar Jokowi dapat hadir dan menunjukkan ijazahnya secara terbuka.
Selain itu, ia juga menyoroti belum pernah ditampilkannya ijazah asli Jokowi, baik di ruang sidang maupun kepada publik. Menurut Ajeng, langkah hukum ini diambil agar polemik tersebut bisa diselesaikan secara transparan.
Baca Juga: DLH Kota Tangerang Hentikan Layanan Angkut Sampah Dari TPS Ilegal di Kunciran
Terkait keterlibatan Polda Metro Jaya sebagai tergugat, Ajeng menyebut hal itu karena institusi tersebut diketahui menyita dokumen ijazah milik Jokowi.
Meski demikian, pihak penggugat mengakui secara normatif bahwa Jokowi merupakan lulusan UGM dan ijazahnya sah. Namun, mereka tetap meminta adanya pembuktian langsung di hadapan publik.
Dalam sidang perdana orang Selasa (5/5/2026), penggugat Sigit Pratama tidak hadir karena alasan pekerjaan di Yogyakarta. Kendati begitu, kuasa hukumnya menegaskan bahwa gugatan ini diajukan secara serius.
Di sisi lain, kuasa hukum Jokowi, YB Irpan, menegaskan bahwa pihaknya tidak sependapat dengan dalil gugatan tersebut. Ia menilai, tidak ada kewajiban hukum bagi Jokowi untuk menunjukkan ijazahnya kepada publik, baik dalam persidangan maupun di luar pengadilan.
Menurut Irpan, putusan-putusan pengadilan sebelumnya juga tidak pernah memerintahkan Jokowi untuk memperlihatkan ijazah Fakultas Kehutanan UGM. Oleh karena itu, ia menilai tudingan perbuatan melawan hukum tidak memiliki dasar yang kuat.
Sementara itu, Ketua Majelis Hakim Bayu Soho Rahardo menyampaikan bahwa sidang perdana masih sebatas pemeriksaan administrasi dan kelengkapan berkas para pihak. Sidang kemudian ditunda dan dijadwalkan kembali pada Selasa, 19 Mei 2026.
Baca Juga: Iran Mengancam Selat Hormuz Bisa Jadi 'Kuburan' Kapal AS, Dunia Waspada
Kasus ini kembali menarik perhatian publik, mengingat isu ijazah Jokowi telah beberapa kali menjadi polemik di ruang publik dan ranah hukum dalam beberapa tahun terakhir. ***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 4Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







