Ledakan Dahsyat Guncang Cauca, 20 Orang Tewas Termasuk 15 Perempuan

AKURAT BANTEN - Sebuah tragedi memilukan terjadi di wilayah Cauca, Kolombia barat daya, setelah ledakan bom merenggut nyawa 20 orang dan menyebabkan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut diumumkan langsung oleh Gubernur Octavio Guzman, yang mengungkapkan bahwa korban meninggal terdiri dari 15 perempuan dan 5 laki-laki.
Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 36 orang mengalami cedera, dengan beberapa di antaranya masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan.
Baca Juga: Jokowi Dipastikan Hadir di Sidang Roy Suryo Cs, Siap Tunjukkan Ijazah Asli di Pengadilan
Lima anak yang turut menjadi korban dilaporkan mulai menunjukkan kondisi yang membaik meski masih dalam pengawasan medis.
"Apa yang terjadi kemarin, 25 April, merupakan serangan yang paling brutal dan keji terhadap masyarakat sipil di wilayah Cauca selama beberapa dekade terakhir," ujar Guzman.
Ledakan terjadi di Jalan Raya Pan-Amerika, tepatnya di kawasan Cajibio, ketika sebuah bus pedesaan yang dikenal sebagai “chiva” melintas di lokasi.
Baca Juga: Gus Ipul Pastikan Bansos Tepat Sasaran Lewat Pembaruan Data hingga Tingkat RT RW
Alat peledak yang diduga dipasang di gorong-gorong jalan tersebut tiba-tiba meledak dengan kekuatan besar, menghantam kendaraan yang melintas.
Dampak ledakan tidak hanya menghancurkan bus, tetapi juga merusak sejumlah kendaraan lain yang berada di sekitar titik kejadian.
Beberapa laporan awal menyebutkan kemungkinan bom dilemparkan ke arah bus sebelum akhirnya meledak, sehingga memperparah tingkat kerusakan dan jumlah korban.
Baca Juga: Bantah Isu Rekayasa RJ, Kuasa Hukum Tegaskan Jokowi Tak Pernah Tawarkan Jalan Damai
Pemerintah daerah segera menetapkan masa berkabung selama tiga hari sebagai bentuk penghormatan bagi para korban yang meninggal dunia.
Upacara peringatan juga direncanakan akan digelar dalam waktu dekat untuk mengenang para korban tragedi tersebut.
Ledakan tersebut meninggalkan kawah besar dengan volume sekitar 200 meter kubik yang kini sedang dalam proses perbaikan oleh pihak terkait.
Baca Juga: Gus Ipul Pastikan Bansos Tepat Sasaran Lewat Pembaruan Data hingga Tingkat RT RW
"Konsorsium terus bekerja untuk memulihkan jalan terdampak," kata Guzman.
Selain itu, pemerintah setempat juga fokus memberikan bantuan menyeluruh kepada para korban, termasuk dukungan medis, psikososial, dan bantuan kemanusiaan.
Langkah pengamanan juga terus diperketat guna mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang.
Baca Juga: Dorongan Sanksi Keras untuk Israel, Menguat Usai Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon
Presiden Gustavo Petro turut angkat bicara dan menyatakan bahwa serangan tersebut diduga kuat didalangi oleh Ivan Mordisco, pemimpin faksi EMC dari kelompok pemberontak FARC.
Pernyataan tersebut semakin mempertegas bahwa insiden ini berkaitan dengan konflik bersenjata yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Tragedi ini kembali mengingatkan dunia akan ancaman kekerasan yang masih menghantui masyarakat sipil di sejumlah daerah konflik.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari, Selain AJB Tak Jelas Pengelola Dinilai Buruk
- 2Bawa Sabu 26 Kg, Dua Terdakwa Kasus Narkoba di Tangerang Dituntut Hukuman Mati
- 3Bukan Sekadar Menopang Tulang, Implan Medis Ini Dikembangkan agar Bisa Memulihkan Lapisan Pelindungnya
- 4Polisi Gagalkan Peredaran 120 Cartridge Vape Mengandung Etomidate di Apartemen Pacific Garden
- 5Cicilan Lunas Bertahun-tahun tapi Belum SHM? Tarif Iuran Bengkak Tanpa Transparansi, Ratusan Warga Lippo Karawaci Geruduk Menara Matahari
- 6Harry Kane Ungkap Kebahagiaan Raih Ballon d'Or 2026, Ini Rekor Golnya Bersama Bayern Munich
- 7Gerindra Bela Gibran, Prabowo Tak Bisa Pecat Wapres Sepihak! Ini Aturan yang Wajib Dipahami
- 8Jusuf Kalla Heran Ditantang Buka Buku Nikah, Padahal Hanya Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli!
- 9Dokter Tifa Singgung Ancaman Penjara 7 Tahun di Sidang Ijazah Jokowi, Peringatan untuk Siapa?
- 10TNI AL Kerahkan KRI Brawijaya-320, Meriam 127 mm dan 25 mm Diuji di Laut Jawa










