Banten

Aksi Cepat SPPG Padang Bagikan Menu Bergizi bagi Korban Banjir Meski Sekolah Libur

Moehamad Dheny Permana | 30 November 2025, 18:14 WIB
Aksi Cepat SPPG Padang Bagikan Menu Bergizi bagi Korban Banjir Meski Sekolah Libur

Akurat Banten - Gelombang kepedulian mulai mengalir di Kota Padang saat bencana banjir memaksa kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara dan program makan bergizi gratis (MBG) dialihkan kepada warga terdampak.

Keputusan itu disampaikan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tanah Sirah, Agung Sajdah, yang menegaskan bahwa sejak Kamis program menu sehat tersebut sudah berpindah sasaran.

“Kami sudah fokus menyalurkan makanan kepada penyintas banjir sejak dua hari lalu,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan ini bukan tanpa dasar karena keputusan diambil setelah adanya instruksi dari Wali Kota Padang serta koordinator SPPG wilayah setempat.

Situasi darurat akibat curah hujan ekstrem membuat ribuan pelajar mulai dari SD hingga SMP diliburkan hingga kondisi dinilai aman.

Pada hari pertama penyaluran, tim SPPG Tanah Sirah mengirimkan 1.200 paket makanan basah ke Puskesmas Ikua Koto di Koto Tangah sebagai dukungan untuk warga yang terdampak dan tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan bencana.

Sehari setelahnya, bantuan terus mengalir dengan penyaluran 1.500 makanan kering dan paket makanan basah ke posko pengungsian di Lubuk Minturun yang menjadi salah satu titik penampungan warga.

Baca Juga: Puncak Pekan Semarak Hari Guru Nasional 2025, Wakil Ketua DPRD Banten Imron Rosadi Tekankan Penguatan Ketahanan Moral

Meski demikian, distribusi MBG sempat berhenti sementara pada Sabtu karena operasional dihentikan untuk evaluasi kebutuhan lapangan.

Agung menyebutkan penyaluran akan kembali dilanjutkan pada Senin mendatang, namun menunggu perkembangan situasi cuaca dan kebijakan sekolah.

Jika pada Senin siswa SMK kembali masuk sekolah untuk ujian, maka distribusi MBG akan kembali disalurkan untuk pelajar terlebih dahulu dengan menu makanan kering sebagai opsi utama.

Namun, apabila SD dan SMP masih diliburkan, maka prioritas bantuan tetap difokuskan kepada warga yang terdampak banjir.

“Kemarin porsi makanan untuk pengungsi sengaja kami gandakan karena jumlah penerima terus bertambah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Yopi Krislova membenarkan penutupan sementara sekolah akibat dampak hidrometeorologi di sejumlah wilayah.

“Betul, sudah ada surat edarannya,” kata Yopi.

Cuaca buruk tampaknya belum akan berakhir karena peringatan resmi dari BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau mencatat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi hingga 29 November 2025.

BMKG menyebut penyebab utama kondisi ini adalah adanya bibit Siklon Tropis 95B yang sejak 21 November terpantau di Selat Malaka bagian timur perairan Aceh.

Fenomena tersebut memicu peningkatan curah hujan intensitas tinggi yang kemudian menyebabkan banjir di sejumlah kecamatan di Kota Padang.

Warga berharap bantuan pangan bergizi tersebut dapat terus berjalan selama masa tanggap darurat karena banyak pengungsi belum kembali ke rumah mereka.

Baca Juga: WASPADA! Kemenkes Ingatkan Bahaya Penyakit Mengintai Korban Banjir dan Longsor di Sumatera-Aceh

Upaya ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik bisa bergerak fleksibel di tengah krisis untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Di tengah ketidakpastian cuaca dan kondisi pascabencana, kebijakan alokasi ulang MBG ini menjadi langkah nyata yang dinilai tepat sasaran dan bernilai kemanusiaan tinggi.

Kini, warga menunggu kabar lanjutan sembari berharap hujan segera mereda dan aktivitas keseharian, termasuk kegiatan sekolah, kembali berjalan normal seperti sediakala.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.