Kemenko PMK Siapkan Program 'Pelita' Platform untuk Petakan Potensi Anak dari SD hingga SMA

AKURAT BANTEN - Pemerintah tengah menyiapkan program baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional lewat langkah berbasis data. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) kini mengembangkan Pelita — singkatan dari Potensi Literasi Numerasi Anak Indonesia, sebuah platform terpadu yang akan memetakan kemampuan dan karakteristik anak Indonesia secara menyeluruh.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Kemenko PMK, Prof. Ojat Darojat, menjelaskan bahwa Pelita menjadi bagian dari program nasional bertajuk Edukasi Unggul.
Program ini difokuskan untuk memperkuat data potensi anak Indonesia melalui profil yang mencakup kemampuan literasi, numerasi, minat, bakat, hingga kondisi psikologis anak sejak jenjang SD hingga SMA.
Baca Juga: Kalah dari Arab Saudi, Indonesia Terpuruk di Peringkat Terbawah Grup B Kualifikasi Piala Dunia 2026
“Kami ingin setiap anak Indonesia punya profil yang lengkap. Negara harus tahu di mana kekuatan anak itu, apakah di bidang sains, seni, atau numerasi. Bahkan aspek psikologisnya juga harus tergambar jelas agar intervensi kebijakan bisa lebih tepat,” ujar Prof. Ojat saat ditemui di Kantor Kemenko PMK, Jakarta.
Ia menambahkan, saat ini data pendidikan anak masih tersebar di berbagai sistem, seperti Dapodik di Kemendikbudristek, EMIS di Kemenag, dan hasil Asesmen Nasional.
Akibatnya, pemerintah belum memiliki gambaran utuh mengenai potensi dan perkembangan anak di seluruh Indonesia.
“Kami sedang menyatukan seluruh data itu agar pemerintah punya satu dashboard nasional anak Indonesia. Jadi, tidak ada lagi data yang tercecer antar lembaga,” jelasnya.
Melalui Pelita, setiap anak nantinya akan memiliki profil potensi individual yang bisa diakses lintas kementerian dan lembaga pendidikan.
Sistem ini juga akan membantu mendeteksi anak-anak berbakat dari keluarga tidak mampu, agar mereka tetap bisa memperoleh akses pendidikan unggulan dan beasiswa ke jenjang yang lebih tinggi.
“Banyak anak-anak cerdas di pelosok yang tidak terpantau karena keterbatasan akses. Dengan sistem ini, kita bisa menemukan mereka dan memberi kesempatan untuk sekolah di tempat terbaik, bahkan sampai ke kampus internasional,” tegasnya.
Lebih dari sekadar pemetaan akademik, Pelita juga akan berfungsi sebagai alat deteksi dini terhadap masalah psikologis anak. Sistem ini mampu mengenali indikasi gangguan mental, kasus perundungan (bullying), hingga risiko kecanduan digital.
“Kalau ada anak yang menunjukkan gejala stres, depresi, atau kecanduan internet, sistem akan menandai dan bisa segera ditindaklanjuti oleh pihak sekolah atau instansi terkait,” terang Prof. Ojat.
Program Pelita diharapkan menjadi landasan penting bagi perumusan kebijakan pendidikan berbasis potensi anak Indonesia di masa depan.
Dengan data yang lebih akurat dan menyeluruh, kebijakan terkait guru, kurikulum, hingga beasiswa dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter anak di berbagai daerah.
Menurut Kemenko PMK, Pelita akan mulai diujicobakan pada 2026 di beberapa provinsi sebelum diterapkan secara nasional. Pemerintah berharap program ini dapat menjadi fondasi sistem pendidikan yang benar-benar berpihak pada perkembangan dan kesejahteraan anak Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Terungkap Gugatan Surat Kesetaraan Pendidikan Gibran Ternyata Berawal dari Keluhan Calon Murid
- 2Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 3Surat Kesetaraan Gibran Digugat, Muncul Tawaran Tak Terduga, Ikut Paket C?
- 4Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 5Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 6Makin Panas! Ijazah Gibran Masuk MK, Bisakah Berujung pada Pemakzulan Wakil Presiden?
- 7Gibran Digadang Capres 2029, Pernyataan Ali Syarief soal Prabowo Bikin Wacana Makin Panas
- 8Pendidikan Gibran Jadi Sorotan, Agus Yunanto Bongkar Pertanyaan Besar soal SMK Akuntansi
- 98 Tuntutan Gugatan Gibran di MK Terungkap, Ada Permintaan Batalkan Pelantikan dan Pilih Wapres Baru
- 10Roy Suryo Soroti Biografi Gibran di MK, Ada Perbedaan Keterangan Pendidikan yang Dipersoalkan







