Banten

Dendam Usai Pesta Miras Berujung Maut di Kemayoran, Tujuh Pemuda Diciduk Polisi Kurang dari Sehari

Moehamad Dheny Permana | 5 Oktober 2025, 18:45 WIB
Dendam Usai Pesta Miras Berujung Maut di Kemayoran, Tujuh Pemuda Diciduk Polisi Kurang dari Sehari

Akurat Banten - Tujuh pemuda akhirnya dibekuk polisi setelah terlibat dalam aksi penusukan berdarah di depan kafe Bmart, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Penangkapan itu dilakukan tim Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat di dua lokasi berbeda, yakni kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, dan Cibitung, Bekasi.

“Para pelaku berhasil kami amankan kurang dari 24 jam setelah kejadian,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra.

Roby menyebut tujuh terduga pelaku masing-masing berinisial RM, B, P, Z, F, E, dan Fr alias Inguy.

Mereka kini tengah menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap motif serta peran masing-masing dalam penyerangan brutal tersebut.

Peristiwa bermula ketika dua kelompok remaja yang sedang menghabiskan malam di kafe Bmart terlibat cekcok setelah menenggak minuman beralkohol.

Menurut keterangan polisi, pertengkaran itu sempat diredam oleh petugas keamanan kafe.

Namun suasana memanas kembali setelah kelompok pelaku meninggalkan lokasi lebih dulu dan menunggu korban di halaman depan.

“Begitu tiga korban keluar dari kafe, para pelaku langsung menghadang dan menyerang mereka menggunakan senjata tajam serta botol pecah,” kata Roby.

Warga sekitar yang mendengar keributan sempat panik melihat korban bersimbah darah di trotoar depan kafe.

Beberapa pengunjung kafe mencoba menolong sebelum akhirnya memanggil pihak kepolisian dan ambulans.

Baca Juga: Bayang Radioaktif Guncang Cikande, Gubernur Banten Pastikan Iklim Investasi Tetap Aman

Ketiga korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan darurat.

Namun nahas, satu di antaranya dinyatakan meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian dada dan perut.

“Korban meninggal dunia setelah sempat mendapatkan penanganan medis. Dua korban lainnya masih dirawat intensif,” jelas Roby.

Polisi bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi di lokasi kejadian, termasuk petugas keamanan dan pengunjung kafe yang menyaksikan langsung peristiwa berdarah itu.

Rekaman kamera pengawas di sekitar area kafe juga menjadi petunjuk penting dalam mengidentifikasi para pelaku.

“Dari hasil penelusuran rekaman CCTV, kami bisa mengenali beberapa wajah pelaku yang kemudian kami buru ke dua lokasi berbeda,” tambahnya.

Ketujuh pelaku sempat mencoba melarikan diri ke wilayah Bekasi, namun jejak mereka terlacak oleh tim gabungan Polres Metro Jakarta Pusat dan Polsek Kemayoran.

Kini, polisi masih mendalami apakah penyerangan tersebut dipicu oleh dendam pribadi atau hanya akibat pengaruh alkohol semata.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, terutama kalangan muda, tentang bahaya konsumsi minuman keras yang kerap berujung pada tindakan kekerasan.

“Penyidik masih menunggu hasil visum dan keterangan lengkap dari korban selamat untuk menentukan pasal yang akan dikenakan,” ujar Roby.

Baca Juga: 3 Destinasi Wajib Kunjung di Tanah Datar: Keindahan Sejarah dan Panorama Alam Bak Surga Dunia!

Ia memastikan seluruh pelaku akan diproses sesuai hukum dan dijerat dengan pasal tentang pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

Sementara itu, suasana di sekitar kafe Bmart kini tampak lengang.

Beberapa warga mengaku masih trauma dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di kawasan tersebut.

“Biasanya ramai sampai pagi, tapi sejak kejadian itu jadi sepi,” kata seorang pedagang di sekitar lokasi.

Polisi pun meningkatkan patroli malam di area Kemayoran sebagai langkah antisipasi agar insiden serupa tidak kembali terjadi.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.