Dijanjikan Gubernur Soal Pembangunan Jalan Poros Desa dan JUT, Kades Jadi Korban Pelampiasan Warga yang Berujung Aksi Tanam Padi dan Pisang

AKURAT BANTEN, LEBAK – Warga Desa Intenjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak Banten, melakukan aksi unik dengan menanam padi dan pisang di badan jalan poros desa dan Jalan Usaha Tani (JUT) yang rusak parah.
Aksi ini menjadi bentuk simbol kekecewaan warga karena akses vital pertanian tak kunjung diperbaiki selama 5 tahun.
Dengan melakukan aksi ini, warga Desa Intenjaya berharap Gubernur peka terhadap janjinya yang akan membangun infrastruktur jalan poros desa dan JUT yang disampaikannya dalam sebuah cuplikan vidio saat kunjungan ke Desa Karyajaya tahun 2025 lalu.
Lokasi jalan yang ditanami warga berada di wilayah persawahan Ciruntah dan Parung, sekaligus jalur penghubung Desa Intenjaya Kecamatan Cimarga dan Desa Cikulur Kecamatan Cikulur. Kondisinya berlumpur, berlubang, dan sulit dilalui kendaraan pengangkut hasil bumi.
“Ini bukan bercocok tanam, tapi ini cara kami menyampaikan protes bentuk kekecewaan kami (warga),” ujar RW Sartani mewakili warga di lokasi aksi, Kamis (13/2/2026).
Diungkapkan Sartani, jalan poros desa dan JUT ini merupakan akses utama beraktivitas warga dan petani menuju area pesawahan seluas sekitar 100 hektare. Setiap musim panen,warga harus memikul gabah dengan menggunakan kendaraan roda dua, karena roda empat tidak bisa melintas.
Baca Juga: Keselamatan Pasien Jadi Prioritas, RSCM Pastikan Layanan Medis Tetap Jalan Meski BPJS PBI Nonaktif
"Di musim penghujan, motor pun sering jatuh dengan kondisi jalan seperti kubangan, menjadikan ngangkut padi lebih susah," jelas Sartani Ketua RW setempat.
Kepala Desa Intenjaya Muhamad Syahril Romadhoni (Odon) ketika menanggapi aksi tersebut, mengakui pembangunan jalan poros desa belum maksimal karena keterbatasan anggaran.
“Jelas PR kami itu 14 kilometer jalan poros desa. Selama tiga tahun menjabat, baru sekitar 7,5 kilometer yang bisa kami bangun,” ungkap Kades Intenjaya.
Odon menyebut, masih ada sekitar 6,5 kilometer jalan poros desa dan jalan usaha tani yang belum tersentuh pembangunan.
Baca Juga: Anak Menkeu Pasang Badan! Yudo Sadewa Skakmat Tudingan Noel: Ayah Udah Kaya, Ngapain Korupsi?
“Desa tahun ini sudah tidak memiliki anggaran untuk membangun, karena ada pengalihan anggaran ke KOPDES. Tapi bukan berarti kami diam,” ucapnya.
Dari total jalan usaha tani dan poros desa di desa, baru sekitar 50 persen yang berhasil dibangun. Sisanya masih berupa tanah dan rusak berat.
Romadhoni mengungkapkan, sebelumnya Gubernur Banten sempat menyampaikan komitmen pembangunan jalan untuk Desa Intenjaya saat kunjungan ke Desa Karyajaya beberap bulan lalu.
“Dalam dialog saat itu Pak Gubernur menyampaikan next 2026 untuk Desa Intenjaya. Itu yang kami pegang sekarang,” ujarnya.
Ia berharap program Jalan Sejahtera (Bang Andra) milik Pemprov Banten bisa menyentuh wilayahnya.
“Mayoritas warga kami petani. Jalan poros desa dan jalan usaha tani itu kebutuhan mendesak,” katanya.
Pemerintah desa menyatakan tidak alergi terhadap aksi warga dan kami memakluminya.
“Masyarakat berhak menyampaikan aspirasi. Kami paham dan menerima masukan itu,” kata Romadhoni.
Langkah yang akan dilakukan Pemdes adalah berkoordinasi dengan BPD dan meneruskan aspirasi warga ke tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi.
“Kami akan follow up langsung. Mudah-mudahan ada solusi cepat, karena ini menyangkut ketahanan pangan dan perekonomi warga,” pungkasnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









