Banten

Bandung Jadi Pusat Lahirnya Inovasi Digital Baru Lewat Garuda Spark Innovation Hub

Moehamad Dheny Permana | 28 September 2025, 14:08 WIB
Bandung Jadi Pusat Lahirnya Inovasi Digital Baru Lewat Garuda Spark Innovation Hub

Akurat Banten - Bandung kembali membuktikan dirinya sebagai kota yang tak pernah kehabisan energi kreatif setelah resmi menjadi lokasi perdana berdirinya Garuda Spark Innovation Hub.

Fasilitas yang digagas Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) ini diharapkan mampu melahirkan gelombang baru startup digital yang berdaya saing global.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyebut kehadiran hub tersebut sebagai tonggak penting.

“Hari ini kita membuat sejarah baru dengan melahirkan Innovation Hub pertama dari Kemkomdigi, bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjadi cikal bakal transformasi digital di tanah air,” ujarnya.

Pemilihan Bandung bukan tanpa alasan.

Kota ini sudah lama dikenal sebagai pusat pendidikan, teknologi, sekaligus kreativitas anak muda.

Peluncuran Garuda Spark juga dipadukan dengan peringatan Hari Bhakti Postel ke-80, menjadikannya momen simbolis untuk menggarisbawahi komitmen Indonesia dalam mempercepat transformasi digital.

Meutya menegaskan, Bandung dipilih karena identitasnya sebagai kota dengan tradisi kuat di bidang inovasi.

“Karena itu kami memilih Garuda Spark Innovation Hub pertama di Kota Bandung,” katanya.

Di dalam hub tersebut, tersedia berbagai fasilitas yang dirancang untuk memacu ide-ide segar, mulai dari ruang rapat, kelas, internet berkecepatan tinggi, hingga akses ke mentor, investor, dan komunitas teknologi.

Dengan dukungan itu, para pelaku startup diyakini bisa lebih leluasa mengembangkan konsep bisnis digital.

Baca Juga: Aksi Brutal Juru Parkir di Kelapa Gading Berakhir di Tangan Polisi Tangerang

“Garuda Spark Innovation Hub dapat menjadi ruang berkumpul dan berdiskusi untuk melahirkan inovasi melalui startup-startup baru di bidang digital,” kata Meutya.

Lebih jauh, ia menyoroti tantangan industri startup yang sempat mengalami perlambatan.

Kehadiran hub ini diharapkan mampu menjadi pemicu agar ekosistem digital kembali bangkit dan lebih menarik bagi investor dari dalam maupun luar negeri.

“Sehingga mudah-mudahan dengan itu investasi atau funding-nya bisa lebih masuk, tidak hanya dari kami, tapi juga dari macam negara,” ungkap Meutya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah menambahkan bahwa setiap inovasi akan dibangun berdasarkan potensi lokal anak muda di wilayah masing-masing.

Dengan pendekatan ini, setiap ide tidak akan terpusat pada satu hal, melainkan lahir sesuai kebutuhan masyarakat di lingkungannya.

Prinsip yang diusung, lanjut Edwin, adalah locally adapted, nationally coordinated, dengan slogan “From Spark to Impact”.

Artinya, setiap ide sederhana akan diarahkan menjadi solusi nyata yang memberi dampak langsung bagi masyarakat.

Acara peluncuran turut dihadiri jajaran pejabat penting, mulai dari Wakil Menteri Nezar Patria, Sekretaris Jenderal Ismail, hingga Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar.

Baca Juga: BSD City Antar Sinar Mas Land Sabet Penghargaan Asian Experience Awards 2025

Hadir pula Kepala BPSDM Komdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, serta perwakilan operator seluler dan komunitas teknologi.

Garuda Spark Innovation Hub di Bandung merupakan hasil kolaborasi Kemkomdigi dengan BLOCK71 dan Innovation Factory Indonesia.

Kolaborasi ini diyakini akan memperkuat jaringan ekosistem inovasi digital di tingkat nasional.

Tak berhenti di Bandung, pemerintah juga menargetkan pembangunan hub serupa di berbagai kota lain di Indonesia.

Tujuannya agar semangat kreatif generasi muda tidak hanya terpusat di satu wilayah, melainkan menyebar merata ke seluruh daerah.

Dengan langkah ini, Garuda Spark diproyeksikan menjadi motor penggerak lahirnya startup digital unggulan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi digital dunia.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.