Bukan Kaleng-kaleng! Prabowo Gandeng Mahfud MD, DPR Dukung Penuh Masuk Komite Reformasi Polri

AKURAT BANTEN-Rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk membentuk Komite Reformasi Polri menjadi salah satu isu hangat yang menarik perhatian publik.
Nama Mahfud MD, mantan Menkopolhukam, dipastikan masuk dalam komite ini, dan keputusannya ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk dari parlemen.
Kehadiran Mahfud dinilai membawa bobot dan kredibilitas yang signifikan dalam upaya perbaikan institusi kepolisian, mengingat rekam jejaknya yang panjang di bidang hukum dan keamanan.
Baca Juga: Barista Jadi Tameng: Ini Jurus BNN Tangerang Gandeng Anak Muda Perangi Narkoba Lewat Kopi
Dukungan Parlemen untuk Mahfud
Dukungan positif datang langsung dari Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Ia menilai Mahfud MD sebagai sosok yang paling tepat untuk mengisi posisi tersebut.
"Pak Mahfud kan tokoh yang kredibel. Dia pernah jadi Menko Polhukam dan dia sangat memahami," ujar Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta.
Menurut Dasco, pengalaman Mahfud di eksekutif membuatnya memiliki pemahaman mendalam tentang permasalahan di tubuh Polri, sehingga masukan yang diberikan akan sangat relevan dan strategis.
Meski demikian, Dasco mengaku belum mengetahui siapa saja figur lain yang akan bergabung dalam komite ini, dan ia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pemerintah.
Baca Juga: Karawang, Bukan Hanya Kota Industri! Menyingkap Kisah Tersembunyi di Balik Candi Serut
Mahfud Tegaskan Kesediaan dan Catatan Pentingnya
Sebelumnya, Mahfud MD telah memastikan kesediaannya untuk bergabung dengan tim reformasi ini saat menerima kunjungan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Ia melihat keterlibatannya sebagai bentuk kontribusi nyata untuk negara.
"Saya menyetujui seluruh rencana Pak Prabowo untuk reformasi dan saya bisa ikut membantu dalam tim reformasi Polri," ungkap Mahfud dalam sebuah video di kanal YouTube resminya.
Namun, ia menegaskan bahwa ada sejumlah catatan penting yang harus diperhatikan jika reformasi Polri ingin berjalan sungguh-sungguh.
Mahfud menyoroti tiga aspek utama yang menurutnya menjadi akar masalah, yaitu: struktur, instrumen (aturan), dan kultur (budaya).
Dari ketiga aspek tersebut, Mahfud menilai bahwa masalah struktural sudah cukup baik. Pemisahan Polri dari TNI adalah langkah fundamental yang sudah selesai, dan instrumen atau aturan hukum juga sudah memadai.
Baca Juga: Cara Memaafkan Diri dan Berbakti pada Orang Tua yang Telah Tiada Menurut Islam
Menurutnya, masalah terbesar justru terletak pada budaya pengabdian (kultural) di internal kepolisian.
"Masalahnya kultural ini, polisi ini kehilangan kultur, budaya pengabdian... karena aturan apapun yang dicari tentang Polri yang bagus itu gimana sih? Sudah ada semua di undang-undang," jelasnya.
Mahfud menekankan bahwa perbaikan harus menyentuh sisi kultural dan budaya kerja aparat, sehingga penegakan hukum bisa berjalan secara profesional dan berintegritas.
Bergabungnya Mahfud MD dalam Komite Reformasi Polri ini memberikan harapan besar bagi publik.
Dengan rekam jejak dan pandangan tajamnya, banyak yang menantikan langkah-langkah nyata untuk mewujudkan reformasi Polri yang profesional, modern, dan dicintai rakyat (**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Pendidikan Gibran di Australia Disorot Lagi, Sosok Ini Ungkap Temuan Mengejutkan soal UTS Insearch
- 2Mantan Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko Resmi Jabat Kanit Reskrim Polsek Kelapa Dua
- 3Truk Air Damkar Tertahan di Tol Janger Gara-gara E-Tol, Pemadaman TPS Pinang Sempat Terhambat
- 4Gibran Ditantang Hentikan MBG Usai Kasus Keracunan, Langkah Pemerintah Jadi Sorotan
- 5Roy Suryo Tolak Restorative Justice dalam Kasus Ijazah Jokowi, Pilih Hadapi Persidangan
- 6Truk Air Bantuan Ditahan di Pintu Tol Janger, Kabid BPBD: Kami Pikirkan Keselamatan Pengendara, tapi Balasannya Begini
- 7KEK ETKI Banten Buka Keran Investasi Ekonomi Kreatif, Gandeng Kemenekraf
- 8Saiful Milah Resmi Ditunjuk Jadi Ketua DPRD Kota Tangerang yang Baru
- 9Roy Suryo dan Dokter Tifa Pede Bebas dari Kasus Ijazah Jokowi, Ini Alasan Kuasa Hukum
- 10Purbaya Dicopot Prabowo, Henri Subiakto Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Rasa Leganya









