Banten

Bukan Kaleng-kaleng! Prabowo Gandeng Mahfud MD, DPR Dukung Penuh Masuk Komite Reformasi Polri

Saeful Anwar | 25 September 2025, 14:44 WIB
Bukan Kaleng-kaleng! Prabowo Gandeng Mahfud MD, DPR Dukung Penuh Masuk Komite Reformasi Polri

 

AKURAT BANTEN-Rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk membentuk Komite Reformasi Polri menjadi salah satu isu hangat yang menarik perhatian publik.

Nama Mahfud MD, mantan Menkopolhukam, dipastikan masuk dalam komite ini, dan keputusannya ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk dari parlemen.

Kehadiran Mahfud dinilai membawa bobot dan kredibilitas yang signifikan dalam upaya perbaikan institusi kepolisian, mengingat rekam jejaknya yang panjang di bidang hukum dan keamanan.

Baca Juga: Barista Jadi Tameng: Ini Jurus BNN Tangerang Gandeng Anak Muda Perangi Narkoba Lewat Kopi

Dukungan Parlemen untuk Mahfud

Dukungan positif datang langsung dari Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Ia menilai Mahfud MD sebagai sosok yang paling tepat untuk mengisi posisi tersebut.

"Pak Mahfud kan tokoh yang kredibel. Dia pernah jadi Menko Polhukam dan dia sangat memahami," ujar Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Menurut Dasco, pengalaman Mahfud di eksekutif membuatnya memiliki pemahaman mendalam tentang permasalahan di tubuh Polri, sehingga masukan yang diberikan akan sangat relevan dan strategis.

Meski demikian, Dasco mengaku belum mengetahui siapa saja figur lain yang akan bergabung dalam komite ini, dan ia menyerahkan sepenuhnya keputusan tersebut kepada pemerintah.

Baca Juga: Karawang, Bukan Hanya Kota Industri! Menyingkap Kisah Tersembunyi di Balik Candi Serut

Mahfud Tegaskan Kesediaan dan Catatan Pentingnya

Sebelumnya, Mahfud MD telah memastikan kesediaannya untuk bergabung dengan tim reformasi ini saat menerima kunjungan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Ia melihat keterlibatannya sebagai bentuk kontribusi nyata untuk negara.

"Saya menyetujui seluruh rencana Pak Prabowo untuk reformasi dan saya bisa ikut membantu dalam tim reformasi Polri," ungkap Mahfud dalam sebuah video di kanal YouTube resminya.

Namun, ia menegaskan bahwa ada sejumlah catatan penting yang harus diperhatikan jika reformasi Polri ingin berjalan sungguh-sungguh.

Mahfud menyoroti tiga aspek utama yang menurutnya menjadi akar masalah, yaitu: struktur, instrumen (aturan), dan kultur (budaya).

Dari ketiga aspek tersebut, Mahfud menilai bahwa masalah struktural sudah cukup baik. Pemisahan Polri dari TNI adalah langkah fundamental yang sudah selesai, dan instrumen atau aturan hukum juga sudah memadai.

Baca Juga: Cara Memaafkan Diri dan Berbakti pada Orang Tua yang Telah Tiada Menurut Islam

Menurutnya, masalah terbesar justru terletak pada budaya pengabdian (kultural) di internal kepolisian.

"Masalahnya kultural ini, polisi ini kehilangan kultur, budaya pengabdian... karena aturan apapun yang dicari tentang Polri yang bagus itu gimana sih? Sudah ada semua di undang-undang," jelasnya.

Mahfud menekankan bahwa perbaikan harus menyentuh sisi kultural dan budaya kerja aparat, sehingga penegakan hukum bisa berjalan secara profesional dan berintegritas.

Bergabungnya Mahfud MD dalam Komite Reformasi Polri ini memberikan harapan besar bagi publik.

Dengan rekam jejak dan pandangan tajamnya, banyak yang menantikan langkah-langkah nyata untuk mewujudkan reformasi Polri yang profesional, modern, dan dicintai rakyat (**) 


 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
Reporter
Saeful Anwar
Abdurahman