Banten

Misteri Senja di Pantai Nipah, Polisi Tetapkan Rekan Mahasiswi Unram sebagai Tersangka Pembunuhan

Moehamad Dheny Permana | 21 September 2025, 18:55 WIB
Misteri Senja di Pantai Nipah, Polisi Tetapkan Rekan Mahasiswi Unram sebagai Tersangka Pembunuhan

Akurat Banten - Kasus kematian tragis seorang mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Ni Made Vaniradya Puspa Nutra, akhirnya menemukan titik terang setelah pihak kepolisian menetapkan rekannya, Radiet Adiansyah, sebagai tersangka utama.

Kapolres Lombok Utara, AKBP Agus Purwanta, menegaskan hasil penyidikan mengarah jelas kepada Radiet sebagai pelaku.

“Berdasarkan hasil gelar perkara di Direktorat Reskrimum Polda NTB, kami menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dengan dugaan melanggar Pasal 338 KUHP dan/atau Pasal 351 ayat (3) KUHP,” ujar Agus.

Penetapan ini bukan tanpa bukti.

Polisi telah memeriksa 36 saksi, mulai dari rekan korban, pihak keluarga, hingga saksi di sekitar lokasi kejadian.

Semua keterangan tersebut menguatkan peran Radiet dalam kasus yang mengguncang masyarakat Lombok Utara ini.

Sebelumnya, Radiet ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri tak jauh dari lokasi penemuan jenazah Made Vaniradya.

Namun, hasil penyelidikan forensik dan uji DNA menunjukkan adanya bercak darah yang menghubungkan dirinya dengan peristiwa naas itu.

Baca Juga: Korlantas Stop Sementara Sirene dan Rotator, Aturan Baru Sedang Disiapkan

Selain itu, kepolisian juga melibatkan tim ahli, termasuk kriminolog, dokter forensik yang melakukan autopsi, hingga pemeriksa psikologi dan poligraf terhadap tersangka.

Kini Radiet telah ditahan, meski sebelumnya sempat menjalani perawatan medis akibat luka di bagian kepalanya.

Kepolisian menyebut, penahanan dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan lebih lanjut.

Kronologi peristiwa ini bermula ketika Made Vaniradya bersama Radiet berangkat dari kampus Unram menuju Pantai Nipah menggunakan sepeda motor.

Niat awal mereka sekadar ingin menikmati senja di tepi laut.

Namun, hingga larut malam, korban tak kunjung pulang.

Keluarga yang khawatir kemudian berinisiatif menanyakan keberadaan korban kepada teman-temannya.

Dari informasi yang didapat, diketahui bahwa Vaniradya terakhir kali terlihat bersama Radiet.

Keluarga pun segera mendatangi Pantai Nipah untuk mencari keberadaan sang anak.

Pencarian tersebut berakhir pilu ketika Vaniradya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Sejak saat itu, aparat kepolisian bergerak cepat untuk mengusut kasus ini.

Serangkaian bukti mulai dikumpulkan, hingga akhirnya mengerucut pada satu nama: Radiet Adiansyah.

Baca Juga: Menguak Fakta di Balik Isu, DPR Sebut 5.000 Dapur Fiktif: BGN Tegaskan, Program MBG Itu Bukan Fiktif, Tapi...

Kepolisian menegaskan penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap motif sebenarnya di balik tindakan kejam tersebut.

Publik pun menunggu jawaban atas misteri yang membuat suasana tenang Pantai Nipah berubah menjadi lokasi tragedi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja, bahkan di tempat yang dianggap indah dan menenangkan.

Polisi berharap proses hukum yang berjalan dapat memberikan keadilan bagi keluarga korban serta menjawab rasa penasaran masyarakat yang terus mengikuti perkembangan kasus ini.***

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.