Aktivis Desak Polisi Tindak Tegas Dalang Aksi Anarkis, Serukan Reformasi Polri yang Berpihak pada Rakyat

Akurat Banten - Aktivis dari Harapan Rakyat Indonesia Maju (Harimau) mengeluarkan seruan keras agar aparat kepolisian tidak tinggal diam dalam menghadapi gelombang aksi anarkis yang belakangan merebak di berbagai kota besar.
Dalam orasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, perwakilan Harimau DKI Jakarta, Arul, menegaskan bahwa tindakan provokatif yang melibatkan anak muda dalam kericuhan adalah bentuk politik kotor yang tidak bisa dibiarkan.
“Anak-anak kita jangan dijadikan korban politik kotor. Provokator yang menggerakkan mereka harus diproses hukum dan dijatuhi hukuman setimpal,” tegasnya.
Menurut Arul, desakan ini bukan sekadar aspirasi biasa, melainkan bagian dari komitmen Harimau untuk menjaga iklim demokrasi tetap sehat dan tidak dicemari oleh aktor-aktor yang sengaja menunggangi situasi.
Ia menyebut bahwa aparat harus tampil lebih sigap, bukan hanya berdiri sebagai penonton ketika masyarakat membutuhkan perlindungan.
“Polisi harus hadir sebagai pelindung rakyat, bukan sekadar penonton,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Arul juga menyoroti kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menunjuk Jenderal Ahmad Dofiri sebagai Penasehat Presiden bidang Keamanan dan Reformasi Kepolisian.
Baca Juga: Ibnu Jandi Laporkan Dugaan Korupsi 15 Miliar di PDAM Tirta Benteng ke Kejaksaan Kota Tangerang
Ia menilai langkah tersebut menjadi momentum penting untuk membangun institusi Polri yang profesional, transparan, serta benar-benar berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Reformasi Polri harus jalan dan para dalang kerusuhan harus dihukum berat tanpa pandang bulu,” sambungnya.
Arul menambahkan, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal agenda reformasi kepolisian yang digagas Presiden Prabowo.
Menurutnya, konsistensi antara TNI, Polri, dan dukungan masyarakat sipil merupakan fondasi penting bagi keamanan nasional.
Soliditas itu, kata dia, adalah benteng utama agar Indonesia tetap berdiri kokoh menghadapi berbagai ancaman, termasuk upaya pihak tertentu yang mencoba memecah belah persatuan bangsa.
“Kami berdiri bersama Presiden Prabowo, TNI dan Polri. Tidak boleh ada pihak yang coba memecah belah. Persatuan bangsa adalah harga mati,” kata Arul.
Seruan Harimau ini sekaligus menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa aksi anarkis yang dipicu provokator bukan hanya merusak ketertiban umum, tetapi juga berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap proses demokrasi.
Dengan dukungan publik yang semakin vokal, harapan akan hadirnya Polri yang lebih kuat, adil, dan berpihak pada rakyat kian menguat di tengah gelombang tuntutan perubahan.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Hakim Saldi Isra Cecar Bawaslu soal Syarat Pendidikan Gibran, 'Dipantau Enggak?'
- 2Sidang Gugatan Gibran di MK Buka Fakta Baru, Bawaslu Ternyata Tak Bisa Akses Data KPU
- 3Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK, Yusril Bicara Dampaknya, ‘Saya Tidak Bisa Membayangkan’
- 4Belum Mahir Menyetir, Sopir Pickup SPPG Cibaliung 2 Tabrak 3 Relawan Sampai Terkapar
- 5Mahfud MD Bongkar Sorotan ke Prabowo, 'Sekarang Saya Percaya Dia Tidak Berdaulat'
- 6Denny Indrayana Bongkar Suket Gibran, 'Diajukan dan Terbit di Hari yang Sama, Kok Bisa?'
- 7Jika Gibran Didiskualifikasi MK, 3 Nama Ini Muncul Jadi Wapres Pengganti, Ada AHY dan Anies
- 8Terungkap Dokumen Grade 12 Gibran di UTS Insearch Kembali Dipersoalkan, Disebut Bukan Ijazah SMA
- 9Gugatan Gibran di MK Disebut KPU Bisa Masuk Ranah Pemakzulan, Ini Alasannya
- 10Sidang Gibran di MK Bikin Terkejut, KPU Akui Tak Cek Langsung Dokumen Pendidikan









